AKHALAK MAHMUDAH

Standar

AKHALAK MAHMUDAH

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Akhlak II
Dosen Pengampu : Ahmad Mutohar, M. Ag

Disusun oleh:

Nur Khapipudin ( 103111088 )
Nurul Atikah ( 103111091 )
Nurul Mar’Atus Sholikah ( 103111092 )
Nuzul Faizah ( 103111093 )
Riza Rahmawati ( 103111094 )

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012
AKHALAK MAHMUDAH

I. PENDAHULUAN
Akhlak merupakan sifat yang tumbuh dan menyatu di dalam diri seseorang. Dari sifat yang ada itulah terpancar sikap dan tingkah laku perbuatan seseorang, seperti sifat sabar, kasih sayang, atau malah sebaliknya pemarah, benci karena dendam, iri dan dengki, sehingga memutuskan hubungan silaturahmi.
Bagi seorang muslim, akhlak yang terbaik ialah seperti yang terdapat pada diri Nabi Muhammad SAW karena sifat-sifat dan perangai yang terdapat pada dirinya adalah sifat-sifat yang terpuji dan merupakan uswatun hasanah (contoh teladan) terbaik bagi seluruh kaum Muslimin.
Dalam Ajaran islam adalah ajaran yang bersumber pada wahyu Allah, Al-Qur’an dalam penjabarannya terdapat pada hadis Nabi Muhammad SAW. Masalah akhlak dalam Islam mendapat perhatian yang sangat besar. Berdasarkan bahasa, akhlak berarti sifat atau tabiat. Berdasarkan istilah, akhlak berarti kumpulan sifat yg dimiliki oleh seseorang yang melahirkan perbuatan baik dan buruk.
Akhlak yang baik dan mulia akan mengantarkan kedudukan seseorang pada posisi yang terhormat dan tinggi. Atas dasar itulah kami menyusun makalah ini, agar kita semua sebagai makhluk Allah, tidak tersesat dalam menjalani hidup, dan dapat menjadikan Rasulullah sebagai idola kita, karena sesungguhanya pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik bagi kita.

II. RUMUSAN MASALAH
A. Apa Definisi Tentang Akhlak Mahmudah?
B. Apa Saja Bentuk- Bentuk Akhlak Mahmudah?
C. Bagaimana Metode Peningkatan Akhlak Mahmudah?
III. PEMBAHASAN
A. Definisi Tentang Akhlak Mahmudah
Akhlak mahmudah adalah segala tingkah laku yang terpuji ( yang baik) yang biasa juga dinamakan “ fadilah” ( kelebihan). Imam al- Ghozali menggunakan juga perkataan “ mun’jiat” yang berarti segala sesuatu yang memberikan kemenangan atau kejayaan.
Akhlak mahmudah adalah sebab-sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang meridhoilah Allah dan mencintailah keluarga dan seluruh manusia dan diantara kehidupan mereka kepada seorang muslim. Seperti contoh, beribadah kepada Allah, mencintai-Nya dan mencintai makhluk-Nya karena Dia, dan berbuat baik serta menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah dan memulai berbuat sholeh dengan niat ikhlas, berbakti kepada kedua orang tua dan lainnya.
Akhlak yang baik dilahirkan oleh sifat- sifat yang baik oleh karena itu, dalam hal jiwa manusia dapat menelurkan perbuatan- perbuatan lahiriyah. Tingkah laku dilahirkan oleh tingkah laku batin, sifat dan kelakuan batin yang juga dapat berbolak balik yang mengakibatkan berbolak – baliknya perbuatan jasmani manusia. Oleh karena itu tidak tanduk batin itupun dapat berbolak- balik.
Baik dalam bahasa Arab disebut Khoir, dalam bahasa inggris disebut good . dalam beberapa kamus dan ensiklopedia diperoleh pengertian baik sebagi berikut:
1. Baik berarti sesuatu yangh telah mencapai kesempurnaan
2. Baik berarti sesuatu yang menimbulkan rasa keharuan dalam kepuasan, kesenangan, persesuaian, dan sebagainya.
3. Baik berarti sesuatu yang mempunyai nilai kebenaran atau nilai yang diharapkan dan memberikan kepuasan
4. Baik berarti sesuatu yang sesuai dengan keinginan
5. Sesuatu yang dikatakan baik, bila ia mendatangkan rahmat, memberikan perasaan sengan atau bahagia, bila ia dihargai secara positif.
Al-Ghazali menerangkan bentuk keutamaan akhlak mahmudah yang dimilki seseorang misalnya sabar, benar dan tawakal, itu dinyatakan sebagai gerak jiwa dan gambaran batin seseorang yang secara tidak langsung menjadi akhlaknya. Al-ghazali menerangkan adanya pokok keutamaan akhlak yang baik, antara lain mencari hikmah, bersikap berani, bersuci diri, berlaku adil.
Keutamaan akhlak yang baik juga terdapat dalam hadist Nabi,
ماَ مِنْ شَيْءٍ أَ ثْقَلُ فِى مِيْزَا نِ الْعَبْدِ يَوْ مَ القِياَ مَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ
Artinya:”Tiada sesuatu apapun yang paling berat pada timbangan setiap hamba pada hari kiamat, selain akhlak yang baik”.
Seperti dalam contoh kebiasaan, Menurut Al Ghozali, melatih anak – anak untuk berakhlak yang baik pada dasarnya adalah tanggung jawab orang tua mereka . jika seorang orang tua melatih dan mengajarkan kepada anak- anknya berbuat baik, maka anak itu akan tumbuh kebaikan di dunia maupun di akhirat. Dan jika anak itu di sekolah sebagai para Guru di sekolah juga bertanggung jawab dalam membentuk anak didik dengan akhlak yang baik.
B. Bentuk- Bentuk Akhlak Mahmudah
1. Bersifat Sabar
Sabar yaitu sifat tahan menderita sesuatu (tidak lekas marah, tidak lekas patah hati, tidak lepas putus asa, tenang, dan lain- lain). Di dalam menghadapi cobaan hidup, ternyata kesabaran ini sangat penting untuk membentuk individu atau pribadi unggul. Manusia diciptakan dengan disertai sifat tidak sabar dan karenanya ia banyak berbuat kesalahan. Akan tetapi, agama meminta setiap orang agar bersabar karena Allah.Orang beriman harus bersabar menunggu keselamatan yang besar yang Allah janjikan.
Kesabaran dibagi menjadi empat kategori :
a. Sabar menanggung beratnya melaksanakan kewajiban.
b. Sabar menanggung musibah atau cobaan
c. Sabar menahan penganiayaan orang lain.
d. Sabar menanggung kemiskinan dan kepapaan.
Kesabaran tidak dapat dipaksakan begitu saja dalam pribadi seseorang, melainkan ada tiga faktor yang memengaruhi yaitu sebagai berikut :
a. Syajua’ah atau keberanian, yaitu seseorang yang dapat bersabar terhadap sesuatu jika dalam jiwanya ada keberanian menerima musibah atau keberanian dalam mengerjakan sesuatu. Seorang pengecut sukar didapatkan sikap sabar dan berani
b. Al-Quwwah atau kekuatan, yaitu seseorang dapat bersabar terhadap segala sesuatu jika dalam dirinya cukup tersimpan sejumlah kekuatan. Dari orang yang lemah kepribadian sukar diharapkan kesabarannya menghadapi sesuatu.
c. Sabar dalam mengerjakan sesuatu, jika seseorang tahu dan sadar apa yang dilakukan. Ia akan mendapatkan manfaatnya.
2. Bersifat Benar ( istiqomah )
Di dalam peribahasa sering disebutkan berani karena benar takut karena salah. Betapa akhlakul karimah menimbulkan ketenangan batin yang dari sini dapat melahirkan kebenaran. Rasullullah telah memberikan contoh betapa beraninya berjuang karena beliau berjalan diatas prinsip- prinsip kebenaran. Benar ialah memberitahukan ( menyatakan )sesuatu yang sesuai dengan apa – apa yang terjadi, artinya sesuai dengan kenyataan.
3. Memelihara Amanah
Amanah menurut bahasa ( etimologi ) ialah kesetiaan, ketulusan hati, kepercayaan ( istiqomah ) atau kejujuran. Kebalikannya adalah khianat. Kianat adalah salah satu gejala munafik. Betapa pentingnya sifat dan sikap amanah ini dipertahankan sebagai akhlakul karimah dalam masyarakat, jika sifat dan sikap ini hilang dari tatanan social umat islam, maka kehancuranlah yang bakal terjadi pada umat itu
4. Bersifat Adil
Adil berhubungan dengan perseorangan, adil berhubungan dengan kemasyarakatan, dan adil berhubungan dengan pemerintah. Adil perseorangan adalah tindakan member hak kepada yang mempunyai hak. Bila seseorang mengambil haknya dengan cara yang benar tau memberikan hak orang lain tanpa mengurangi haknya, itulah yang dinamakan tindakan adil. Adil yang berhubungan dalam masyarakat dan adil yang berhubungan dengan pemerintahan mislnya tindakan hakim menghukum orang- orang yang jahat atau orang- orang yang bersengketa sepanjang neraka keadilan.
5. Bersifat Kasih Sayang
Kasih sayang ( ar- rahman ) merupakan fitrah yang dianugrahkan Allah kepada semua makhluk. Pada hewan misalnya, begitu kasih saying kepada anaknya, sehingga rela berkorban jika anaknya terganggu. Naluri ini pun ada pada manusia, mulai dari kasih sayang terhadap anaknya dan sebagainya.
Maka ruang lingkup ar- rahman ini dapat diutarakan dalam beberapa tingkatan sebagai berikut:
a. Kasih sayang dalam lingkungan keluarga
b. Kasih sayang dalam lingkungan tetangga dan kampong
c. Kasih sayang dalam lingkungan bangsa
d. Kasih sayang dalam lingkungan keagamaan
6. Bersifat Hemat
Hemat ( Al iqtishad ) ialah menggunakan sesuatu yang tersedia berupa harta benda, waktu dan tenaga menurut ukuran keperluan, mengambil jalan tengah, tidak kurang dan tidak berlebebihan. Adapun macam- macam hemat adalah:
a. Penghematan harta benda
b. Penghematan tenaga
c. Penghematan waktu
7. Bersifat Berani
Sifat berani termasuk dalam fadilah akhlakul karimah. Berani bukanlah semata- mata berani berkelahi di medan laga, melainkan sesuatu sikap mental seseorang, dapat menguasai jiwanya dan berbuat menurut semestinya. Orang yang dapat menguasai jiwanya pada masa- masa kritis ketika bahay diambang pintu itulah orang yang berani.
8. Bersifat Kuat ( Al Quwwah )
Kekuatan pribadi manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian :
a. Kekuatan fisik
b. Kekuatan jiwa
c. Kekuatan akal
Dalam kekuatan ini hendaknya dibina dan diikhtiarkan supaya bertambah dalam diri, dapat dipergunakan meningkatkan amal perbuatan. Tambahan kekuatan ittu dapat diperoleh selain usaha fitrah atau jalan yang wajar, juga memohon kepada Allah.
9. Bersifat Malu Al Haya’ )
Malu ialah malu terhadap Allah dan malu terhadap diri sendiri dikala melanggar peraturan – peraturan Allah.perasaan ini dapat menjadi bimbingan kepada jalan keselamatan dan mencegah dari perbuatan nista.
10. Memelihara Kesucian Diri
Menjaga diri dari segala keburukan dan memelihara kehormatan sebaiknya dilakukan pada setiap waktu, hendaknya dimulai dari memelihara hati untuk tidak berbuat rencana dan angan – angan yang buruk.
11. Menepati Janji
Janji adalah suatu ketepatan yang dibuat dan disepakati oleh seseorang untuk orang lain atau dirinya sendiri untuk dilaksanakan sesui dengan ketetapannya. Biarpun janji itu yang dibuat sendiri tetapi tidak terlepas darinya, melainkan mesti ditepati dan ditunaikan.
Menepati Janji ialah menunaikan dengan sempurna apa – apa yang dijanjikan baik berupa kontrak maupun apa saja yang telah disepakati.

C. Metode Peningkatan Akhlak Mahmudah
Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, menegasakan pandangan bahwa perubahan alam peningkatan akhlak itu adalah mungkin, sepanjang ia melalui usaha dan latihan moral yang sesuai. Menurut Al-Ghazali ada tiga metode untuk mendapatkan akhlak yang terpuji:
1. Kerahmanan Ilahi
Beberapa orang memilki akhlak baik secara alamiah. Sebagai sdesuatu yang diberikan Allah kepada mereka sewaktu dilahirkan. Mereka diciptakan dengan semua pembawaaan jiwa mereka dalam keadaan seimbang, dan pembawaan nafsu dan amarah melalui perintak akal dan syariah. Sehingga mereka adalah baik secara alamiah.
2. Menempuh jalan yang paling umum, yakni dengan menahan diri ( mujahaddah ) dan melatih diri ( riyaddah ) yakni bersusah payah melakukan amal perbuatan yang bersumberkan akhlak yang baik, sehingga menjadi kebiasaan dan sesuatui yang menyenangkan.
3. Metode belajar ( ta’allum ) pekerti yang baik dengan memperhatikan orang-orang yang baik dan berkumpul dengan mereka dianggap al Ghozali sebagai prinsip dasar dalam melatih anak – anak mengenai akhlak yang baik karena mereka lebih meniru darpada orang dewasa.

IV. KESIMPULAN
Akhlak mahmudah adalah segala tingkah laku yang terpuji ( yang baik) yang biasa juga dinamakan “ fadilah” ( kelebihan). Akhlak mahmudah adalah sebab-sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang meridhoilah Allah dan mencintailah keluarga dan seluruh manusia dan diantara kehidupan mereka kepada seorang muslim.
Bentuk- Bentuk Akhlak Mahmudah antara lain:
1. Bersifat Sabar
Kesabaran dibagi menjadi empat kategori :
a. Sabar menanggung beratnya melaksanakan kewajiban.
b. Sabar menanggung musibah atau cobaan
c. Sabar menahan penganiayaan orang lain.
d. Sabar menanggung kemiskinan dan kepapaan
2. Bersifat Benar ( istiqomah )
Di dalam peribahasa sering disebutkan berani karena benar takut karena salah. Betapa akhlakul karimah menimbulkan ketenangan batin yang dari sini dapat melahirkan kebenaran.
3. Memelihara Amanah
Amanah menurut bahasa ( etimologi ) ialah kesetiaan, ketulusan hati, kepercayaan ( istiqomah ) atau kejujuran.
4. Bersifat Adil
Adil berhubungan dengan perseorangan, adil berhubungan dengan kemasyarakatan, dan adil berhubungan dengan pemerintah.
5. Bersifat Kasih Sayang
Kasih sayang ( ar- rahman ) merupakan fitrah yang dianugrahkan Allah kepada semua makhluk.
6. Bersifat Hemat
7. Bersifat Berani
8. Bersifat Kuat ( Al Quwwah )
9. Bersifat Malu Al Haya’ )
10. Memelihara Kesucian Diri
11. Menepati Janji
Tiga metode untuk mendapatkan akhlak yang terpuji:
1. Kerahmanan Ilahi
2. Menempuh jalan yang paling umum
3. Metode belajar ( ta’allum )

V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami buat, sebagai manusia biasa kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Yatimin Studi Akhlak dalam Presfektif Al- Qur’an, ( Jakarta: Amzah, 2007), Cet.
Khalid, Amru Berakhlak Seindah Rasulullah, (Semarang: Pustaka Nuun, 2007)
Quasem, Muhammad Abul Etika Al- Ghozali, ( Bandung: Pustaka, 1988), Cet. I
Ya’qub, Hamzah Etika Islam, ( Bandung: CV. Diponegoro, 1983), Cet. II

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s