PENGARUH HIJRAH TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MADINAH

Standar

PENGARUH HIJRAH TERHADAP KEHIDUPAN
SOSIAL MASYARAKAT MADINAH

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu: Drs. H. M. Mat Solikin, M,Ag

Disusun Oleh:
M. Riziq Mubarok 103111055
Maftuh Ahnan 103111056

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011

PENGARUH HIJRAH TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MADINAH

I. PENDAHULUAN
Peristiwa hijrah merupakan peristiwa besar yang dialami oleh nabi dan pengikutnya, karena ditanah kelahirannya mereka ditindas, dianiaya, dan disiksa dengan sangat keji. Peristiwa hijrah merupakan bukti ketulusan dan dedikasi kepada keimanan dan aqidah. Mereka rela meninggalkan tanah kelahiran mereka, harta, keluarga, dan kawan-kawan mereka untuk memenuhi panggilan allah dan rosulnya.
Hijrah dari makkah menuju madinah merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim, karena dimadinah dirasa aman untuk kaum muslimin dan untuk berdakwah. Dimadinah kaum muhajirin harus memulai kehidupan baru dan nerkumpul dengan kaum anshar. Mereka saling bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari, sejak kedatangan nabi dan kaum muhajirin tentunya memberikan pengaruh besar dalam kehidupan social masyarakat madinah.
Dibawah ini akan diuraikan beberapa pengaruh hijrah terhadap kehidupan social masyarakat madinah.
II. RUMUSAN MASALAH
A. Bagaimana Pengaruh Hijrah Tehadap Struktur Masyarakat Madinah?
B. Bagaimana Pengarruh Hijrah Terhadap Sistem Muakhah Madinah?
C. Bagaimana Pengaruh Hijrah Terhadap Pembentukan Negara Madinah?
III. PEMBAHASAN
A. Pengaruh Hijrah Tehadap Struktur Masyarakat Madinah
Muhajirin datang ke kota madinah yang pada masa pra islam disebut yatsrib. Pada awalnya mereka berasal dari berbagai suku. Kebenaran ajaran nabi dan latihan bagi para pengikutnya. Dengan prose situ mereka menjadi mampyu untuk memikul tanggung jawab sebagai kholifah allah dimuka bumi, untuk mengimplementasikan hokum-hukum allah, melaksanakan perintah0-perintah allah dan berjuang dijalannya.
Dalam banyak ayat al-qur’an disebutkan dorongan untuk berhijrah dan pengakuan keutamaan bagi orang yang melakukannya. Kemunculan Negara islam madinah membutuhkan muhajirin untuk mendukung otoritas isla. Belum m dikota itu, karena yahudi para penyembah berhala dan orang-orang munafik, terus menerus berupaya melakukan penekanan lagi pengepungan yang dilakukan pasukan badui yang hidup disekitar madianah.
Peristiwa hijrah telah memporak porandakan dan mengganggu orang-orang kafir qurais yang terus menerus mengamati madinah secara seksama, mereka terus menyusun plot-plot untuk menghancurkan islam sejak dini kemunculan Negara itu. Karena banyak ayat yang memerintahkan hijrah kemadinah dengan seperangkat penjelasan tentang keutamaan dan pahala besar hijrah. Allah juga berjanji sehingga dapat melawan musuh-musuh mereka, allah juga menjanjikan yang melimpah ruah.
Barang siapa berhijrah dijalan allah, niscaya mereka men dapati dimuka bumi ini tempat tempat hijrah yang luas dan rizki yang luas. Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada allah dan rosulnya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ketempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi allah….” (an-nisa’ : 100)
“dan orang-orang yang berhijrah dijalan allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar allah akan memberikan kepada mereka rizki yang baik(surga)….” (al-hajj : 58)
Dalam hal ini disini allah menjamin dengan pahala yang baik (surga) bagi meeka yang berhijrah dengan niat suci apakah dia terbunuh dalam peperangan atau mati secara wajar dirumah.
Struktur masayarakat madinah baru dibangun diatas pondasi ikatan iman dan akidah yang tentu lebih tinggi dari solidaritas kesukuan dan afiliasi lainnya. sebagaimana akan di diskusikan pada pembahasan piaganm madinah, muncullah apa yang disebut sebagaimana konsep ummah. klasifikasi masyarakat didasarkan atas iman dan mereka terbagi mu’minun, munafiqun, dan yahudi.
Sudah pasti membanjirnya kaum muhajirin ke madinah mengakibatkan munculnya persoalan-persoalan ekonomi dan kemasyarakatan yang harus diantisipasi dengan baik. Dalam konteks itu introduksi system muakhakh “persatuan” yang unik menjadi kebutuhan mendesak.

B. Pengaruh Hijrah Terhadap Sistem Muakhah Madinah
Kedatangan nabi Muhammad saw bersama kaum muslimin makkah, disambut oleh penduduk madinah dengan gembira dan penuh rasa persaudaraan. Maka islam mendapat lingkungan baru yang bebas dari ancaman para penguasa qurais makkah, lingkungan yang memungkinkan bagi nabi Muhammad saw untuk meneruskan da’wahnya, menyampaikan ajaran islam dan menjabarkan ddalam kehidupan sehari-sehari.
Tetapi ternyata lingkungan yang baru tersebut, bukanlah lingkungan yang betul-betul baik, yang tidak menimbulkan permasalahan di madinah, nabi Muhammad saw menghadapi kenyataan-kenyataan yang menimbulkan permasalahan baru. Beliau menghadapi kenyataan bahwa umatnya terdiri dari dua kelompok yang berbeda latar belakang kehidupannya yaitu mereka yang berasal dari makkah yang disebut dengan kaum muhajirin dan kaum asli dari madinah yang disebut dengan kaum anshar. Kaum anshar memang ikhlas menolong dan menerima kaum muhajirin, tetapi bgaimana selanjutnya dengan hidup dan penghidupan mereka yang tentunya akan menjadi beban kaum anshar.
Muhajirin yang dating dari makkah ke madinah menghadapi berbagai persoalan ekonomi, social, dan kesehatan. Sebagaiman kita tahu muhajirin telah meninggalkan keluarga bahkan sebagian besar harta harta kekayaan mereka di makkah. Keterampilan mereka adalah dalam bidang perdagangan karena orang-orang quraisy memang sangat ahli, bukan dalam pertanian dan peternakan yang merupakan tonggak penting ekonomi madinah.
Karena akan kebutuhan modal, muhajirin tidak denagn sendirinya menapaki jalan mulus dalam masyarakat baru ini. Sementara Negara yang baru muncul itu pun dihadapkan pada dilemma-dilema, misalnya bagaimana agar muhajirin dapat membiayai hidupnya dan memperoleh tempat tinggal yang nyaman. Hubungan muhajirin dan masyarakat madinah baru saja dimulai
Anshar juga menawarkan tanh-tanh ekstra kepada nabi sembari berkata “jika anda mau ambillah rumah kami, nabi berterima kasih atas kebaikan mereka ” beliau membangun rumah-rumah diatas tanah-tanah yang diberikan anshar dan tanah-tanah yang belum dimiliki orang.
Sikap darmawan ini sangat menyentuh hati muhajirin mereka secara terus terang membiucarakan kedermawanan anshar . mereka telah member kami apa saja yang kami butuhkan, mengizinkan kami untuk ikut dalam kebahagiaan mereka. Kami Khawatir bahwa merekalah yang yang akan memperoleh segala pahala dari allah. “nabi bersabda ; tidak, sepanjang kalian menghormati dan berdo’a untuk mereka”.
Disamping pengorbanan dan kedermawanan anshar hal lain yang dibutuhkan adalah suatu system yang dapat menjamin kelayakan hidup muhajirin. Terutama karena status dan keberadaan mereka memang membutuhkan sesuatu penyelesaian sedemikian rupa sehingga dapat meresa tidak bergantung kepada anshar. Atas dasar itulah system muakhah dirumuskan.
Perundang-undangan system muakahah ini menghasilkan hak-hak khusus diantara kedua belah pihak yang menjadi saudara. Misalnya saling tolong menolong. Ini tidak terbatas pada masalah-masalah khusus tetapi terbuka untuk segala bentuk pertolongan untuk menyelesaikan masalah hidup.
Orang-orang anshar gembira sekali karena dapat membantu saudara-saudara mereka muhajirin.
C. Pengaruh Hijrah Terhadap Pembentukan Negara Madinah
Setelah tiba dan diterima penduduk yatsrib, nabi resmi menjadi pemimpin dikota itu, babak baru dalam islam pun dimulai. Berbeda dengan periode makkah, periode madinah merupakan kekuatan politik. Ajaraan islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarrakat banyak turun dimadinah. Nabi Muhammad meempunyai kedudukan bukan saja sebagai kepala agama tetapi juga sebagai kepala Negara. Dengan kata lain dalam diri nabi terkumpul dua kekuasaan yaitu kekuasaan spiritual dan duniawi.
Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan Negara, beliau segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar pertama pembangunan masjid selain sebagai tempat solat juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan mempertalikan jiwa mereka, disamping sebagai tempat bermusyawarah merundingkan masalah-masalah yang dihadapi. Masjid pada masa nabi bahkan juga sebagai pusat pemerintahan.
Setelah selesai pembangunan masjid , maka nabi pindah menempati sebagian ruangannya yang memanga khusus untuk nya. Demikian pula diantara kaum muhajirin yang miskin mereka tinggal di masjid yang kemudian dikenal sebagai ahli suffah.
Masjid itulah pusat kegiatan nabi bersama kaum muslimin, untuk secara bersama-sama membina masyarakat baru, masyarakat yang disinari oleh tayhid dan mencerminkan persatuan dan kesatuan umat. Dimasjid itulah beliau bermusyawarah mengenai berbagai urusan, untuk solat berjama’ahdan membaca al-qur’an baik dalam mengulang ayat-ayat yang sudah diturunkan terdahulumaupun membacakan ayat-ayat yang baru diturunkan. Dengan demikian masjid itu menjadi pusat pendidikan dan pengajaran.
Dasar kedua ialah ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesame muslim. Nabi mempersaudarakan antara muhajirin dengan penduduk asli madinah yaitu anshar. Dengan demikian diharapkan setiap muslim merasa terikat dalam suatu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan darah.
Tugas yang dihadapi oleh nabi Muhammad adalah membina dan mengembangkan persatuan dan kesatuan masyarakat islam yang baru tumbuh tersebut, sehingga mewujudkan satu kesatuan social dan satu kesatuan politik. Kaum anshar dan kaum adat kebiasaan yang berbeda pulasebelum bersatu membentuk masyarakat islam, berasal dari suku-suku bangsa yang sering berselisih. Disamping itu mereka berhadapan pula dengan masyarakat madinah lainnya yang belum masuk islam dan bangsa yahudi yang telah menjadi masyarakat yang mantap. Dan bukan tidak mungkin masyarakat yahudi akan merintangi bahkan menghancurkan kaum muslimin itu.
Dalam melaksanakan ukhuwah ini nabi Muhammad bertitik tolak dari struktur kekeluargaan yang ada pada masa itu. Dalam konstruksi madinah dari pihak kaum muslimin disebutkan pula ada Sembilan keluarga yaitu terlibat dalam perjanjian tersebut, disamping pihak lain yahudi. 3 keluarga dari suku aus, dan 5 keluarga dari suku khazraj. Hubungan intera keluarga dalam adat kebiasaan masyarakat sebelum islam sangat dekat dan saling membantubahkan membela. Tetapi hubungan antar keluaga sering renggang terjadi perselisihan dan pembunuhan. Kalau salah satu keluarga ada yang terbunuh oleh keluarga lain maka tututan pembalasan berlaku terhadap anggota keluarga pemmbunuh, sehingga sering terjadi balas dendam.
Untuk mempersatukan keluarga itu nabi berusaha untuk mengikatnya menjadi satu kesatuan yang terpadu. Ikatan yang pertama yang menghubungkan antar hati mereka adalah iman kepada allah dan rosulnya. Beliau meyakinkan kepada mereka bahwa umat umat yang beriman itu bersaudara karena perbaikilah hubungan persaudaraan itu. Maka nabi mengusahakan perbaikan system persaudaraan tersebut diantara mereka. Mereka dipersaudarakan karena allah, artinya diikat oleh hubungan persaudaraan karena allah tidak karena lainnya.
Diantara orang beriman harus terjalin rasa kasih saying dan saling cinta mencintai sesamanya. Dasar pendidikan ukhuwah dalam islam adalah sabda nabimuhammad saw :
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
Artinya : “tidak beriman seseorang diantara kamu, sehingga mencintai saudaranya sama sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”

Dasar ketiga hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam. Dimadinah disamping orang-orang arab islam juga terdapat golongan masyarakat yahudi dan orang-orang arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitas dapat diwujudkan nabi Muhammad mengadakan perjanjian dengan mereka. Sebuah piagam yang menjamin kebebasan beragama orang-orang yahudi sebagai suatu komunitas. Setiap golongan masyarakat memiliki hak-hak tertentu dalam bidang politik dan keagamaan. Kemerdekaan beragama dijamin dan seluruh anggota masyarakat berkewajiban mempertahankan keimanan negeri itu dari serangan luar. Dalam perjanjian ini jelas disebutkan bahwa rosulullah menjadi kepala pemerintahan karena sejauh menyangkut peraturan dan tata tertib umum, otoritas mutlak diberikan kepada beliau. Dalam bidang social beliau juga meletakkan dasar persamaan antar sesame manusia. Perjanjian ini dalam ketatanegaraan sekarang dikenal dengan kontitusi madinah.
Dengan terbentuknya Negara madinah, islam makin kuat. Perkembangan islam yang pesat itu membuat orang-orang makkah dan musuh-musuh islam lainnya menjadi risau. Untuk menhadapi gangguan-gangguan dari musuh, Nabi sebagai kepala Negara, mengatur siasat dan membentuk pasukan tentara. Umat islam dizinkan berperang dengan dua alas an yaitu untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya, menjaga keselamatan dalam penyebaran kepercayaan dan mempertahankannya dari orang-orang yang menghalanginya. Dalam sejarah Negara madinah ini memang banyak terjadi peperangan sebagai upaya kaum muslimin mempertahankan diri dari serangan musuh. Nabi sendiri diawal pemerintahannya mengadakan beberapa ekspedisi keluar kota sebagai siaga melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlak diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan Negara yang baru yang baru dibentuk. Perjanjian damai dengan berbagai kabilah disekitar madinah juga diadakan dengan maksud memperkuat keddudukan madinah.

IV. KESIMPULAN
Hijrah merupakan peritiwa yang bersejarah dalam islam, sehingga dijadikannya awal tahun. Hijrah merupakan titik balik kenangan bagi umat islam. Perpindahan kaum muhajirin dari makkah menuju madinah tentu member pengaruh besar dalam kehidupan masyarkat madinah.
Adapun dampak hijrah diantaranya :
1) Struktur masyarakat madinah dibangun diatas fondasi ikatan iman dan akidah yang tentu lebih tinggi dari solidaritas kesukuan dan lainnya.
2) Dengan system muakhah yang baru kaum anshar dapat saling tolong menolong terhadap muhajirin, sehingga membawa hubungan keduanya jauh lebih tinggi dari sekedar persaudaraan atas dasar persaudaraan.
3) Terbentuknya Negara madinah yang kokoh dan kuat sebagai Negara islam.

V. PENUTUP
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayat, serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini, semoga uraian-uraian yang kami sampaikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri dan para pembaca.
Kami menyadari makalah ini masih kurang sempurna, maka dari itukritik dan saran yang konstruktif sangat membantu dalam kesempurnaan makalah ini. Kami berdo’a kepada Allah semoga Allah meridhoi makalah ini. Amin . . . . . .

DAFATAR PUSTAKA

Dkk, Zuhairini, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1994
Majid, Nurcholis, Islam Agama Peradaban, Jakarta : Paramadina, 2000, cet.2
Syalabi, A, Sejarah Dan Kebudayaan Islam, Jakarta : PT. Husna Dzikra, 2000
Umari, Akram Dhiyauddin, Masyarakat Madani, Jakarta : Gema Insani, 1991
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2003

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s