PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Standar

PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu: Dr. H. Widodo Supriyono, M.A

Disusun oleh:
SYAFIKUR ROHMAN
103111099

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012

PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

I. PENDAHULUAN
Sejarah perkembangan psikologi sudah dimulai sejak zaman yunani kuno, yaitu gejala-gejala psikologis sudah banyak menarik perhatian para sarjana filsafat. Pertanyaan klasik yang sering menggoda manusia untuk mencari dan menjawabnya adalah pertanyaan jiwa itu, dari mana asalnya, apa tujuannya, bagaimana hubungan jiwa dan badan, dan lain sebagainya.
Masalah jiwa manusia memang butuh keunikan, sehingga mengundang banyak ahli untuk menyeledikinya. Meskipun demikian, tetap saja penyelidikan-penyelidikan sistematis yang dilakukan hingga kini masih belum mampu menjawab pertanyaan tersebut diatas. Karena itu, banyak ahli yang mengatakan bahwa jiwa itu adalah suatu misteri, bersifat rahasia (abstrak). Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan bagi usaha perenungan dan peneletian untuk sedikit demi sedikit membuka rahasia jiwa manusia.
Oleh karena itu, banyak filodof yunani dan romawi yang merenungkan dan meneliti masalah tersebut. Meskipun corak berfikir filosof Yunani dan Romawi seperti Socrates, Aristoteles, Plato, dan Ganelus masih Spekulatif, tetap saja mereka telah berjasa dalam meletakkan keingintahuan bagi pemikir selanjutnya untuk menyelidiki psikologi dengan metode-metode baru seperti observasi, angket, interview, eksperimen, dan lain sebagainya.

II. RUMUSAN MASALAH
A. Apa yang dimaksud Psikologi Pendidikan?
B. Bagaimana Sejarah Perkembangan Psikologi Pendidikan di Indonesia?
C. Bagaimana Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan?

III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Psikologi Pendidikan
Psikologi pendidikan terdiri dari dua kata, yaitu “psikologi” dan “pendidikan”. Psikologi berasal dari dua kata bahasa yunani, yaitu psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti Ilmu. Secara harfiah psikologi berarti Ilmu tentang jiwa atau Ilmu jiwa. Dengan demikian, psikologi berarti Ilmu pengetahuan tentang jiwa. Atau dalam bahasa sederhana disebut dengan Ilmu jiwa. Secara istilah psikologi dapat diartikan Ilmu yang mempelajari tentang proses-proses tingkah laku dan mental.
Dalam Al-Qur’an masalah jiwa atau ruh itu telah disinggung dalam surat Al-Isra’ ayat 85.
               
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, ruh itu termasuk usrusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan hanya sedikit.” (QS. Al-Isra’: 85).
Ayat diatas secara gamblang jelas memberitahukan kepada seluruh manusia bahwa jiwa atau ruh itu berada dalam tanggung jawab dan urusan Allah, bukan urusan manusia. Itu sebabnya para pakar ilmu jiwa sampai zaman modern ini belum mampu menemukan definisi atau pengertian yang tepat terhadap istilah jiwa itu.
Sedangkan kata pendidikan, berasal dari kata “didik” mendapat awalan “me”, sehingga menjadi “mendidik”, yang artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Selanjutnya pengertian “pendidikan” menurut kamus besar bahasa Indonesia ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Dalam bahasa Inggris, education (pendidikan) berasal dari kata educate (mendidik) artinya memberi peningkatan (toelicit, to give rise to), dan mengembangkan (to evolve, to develop). Dalam pengertian yang sempit, education atau pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan. Adapun dalam pengertian yang luas, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku sesuai dengan kebutuhan.
Dalam dictionary of psychologi pendidikan diartikan sebagai the institusional procedures which are employed in accomplihing the development of knowledge, habits, attitudes, etc. Usually the term is applied to formal institution. Jadi, pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap, dan sebagainya.
Sedangkan menurut Poerbakawatja dan harahap pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moral dari segala perbuatannya. Orang dewasa itu adalah orang tua si anak atau orang yang atas dasar tugas dan kedudukannya mempunyai kewajiban untuk mendidik, misalnya guru sekolah, pendeta atau kyai dalam lingkungan keagamaan, kepala-kepala asrama, dan lain sebagainya.
Adapun secara istilah terdapat berbagai macam pendapat tentang pengertian psikologi pendidikan. Diantaranya yaitu:
Menurut Muhibin Syah, pengertian psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang menyelidiki masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan. Sedangkan menurut ensiklopedia amerika, Pengertian psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses pengajaran yang terlibat dengan penemuan-penemuan dan menerapkan prinsip-prinsip dan cara untuk meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.
Tardif juga mengatakan bahwa Pengertian Psikologi Pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.
Menurut Witherington Psikologi pendidikan adalah sebagai “ A systematic study of process and factors involved in the education of human being. Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses pengajaran yang terlibat dengan penemuan-penemuan dan menerapkan prisip-prinsip dan cara untuk meningkatkan keefesien dalam pendidikan.
Dari beberapa pendapat diatas tentang pengertian psikologi pendidikan, dapat diambil kesimpulan bahwa Psikologi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia di dalam dunia pendidikan yang meliputi studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia yang tujuannya untuk mengembangkan dan meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.

B. Sejarah Perkembangan Psikologi Pendidikan di Indonesia
Psikologi pendidikan di Indonesia berkembang relatif cepat. Dari aneka referensi terungkap bahwa di Indonesia perkembangan psikologi dimulai pada tahun 1953. Profesor slamet iman santoso adalah pelopornya. Dia mendirikan lembaga psikologi pendidikan pertama yan mandiri, dan pada tahun 1960 lembaga psikologi ini sejajar dengan fakultas-fakultas lain di Universitas Indonesia. Lembaga sejenis juga dikembangkan di Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta di banyak perguruan tinggi lainnya yang menyusul kemudian.
Pada era jajahan, psikologi dan psikologi pendidikan telah menjadi mata pelejaran pada semua jenis sekolah guru. Hal ini terus berlangsung ketika Indonesia merdeka. Calon guru yang belajar pada sekolah guru B, kursus pendidikan guru (KPG), sekolah guru atas (SGA), sekolah pendidikan guru (SPG), sekolah guru olahraga (SGO), dan sebagainya menerima pelajaran psikologi pendidikan, termasuk juga bimbingan penyuluhan atau bimbingan konseling. Pada jenjang perguruan tinggi yang menjadi penyedia tenaga kependidikan, mata kuliah psikologi pendidikan atau yang sejenisnya pun diajarkan untuk semua jurusan atau program studi.
Sementara itu, pada fakultas psikologi dibeberapa Universitas, serta dilingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), atau Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) psikologi pada umumnya atau psikologi pendidikan pada khususnya, tidak hanya dipelejari sebagai mata kuliah, melainkan juga diteliti sebagai Ilmu pengetahuan. Beberapa perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan, termasuk pada Universitas-universitas yang “berbasis” IKIP mengasuh program khusus bimbingan penyuluhan, psikologi pendidikan dan bimbingan, atau nama lain yang sejenisnya.

C. Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
Pada dasarnya Ilmu psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang khusus mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan itu, meliputi tingkah laku belajar (oleh siswa), tingkah laku mengajar (oleh guru), dan tingkah laku belajar mengajar (oleh guru dan siswa yang saling berinteraksi).
Inti persoalan psikologis dalam psikologi pendidikan tanpa mengabaikan persoalan psikologi guru, terletak pada siswa. Pendidikan pada hakikatnya adalah pelayanan yang khusus diperuntukkan bagi siswa. Karena itu, ruang lingkup pokok bahasan psikologi pendidikan, selain teori-teori psikologi pendidikan sebagai ilmu, juga berbagai aspek psikologis para siswa khususnya ketika mereka terlibat dalam proses belajar dan dalam proses belajar-mengajar.
Secara garis besar, banyak ahli yang membatasi pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Pokok bahasan mengenai “belajar”, yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas perilaku belajar siswa, dan lain sebagainya.
2. Pokok bahasan mengenai “proses belajar”, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar siswa.
3. Pokok bahasan mengenai “situasi belajar”, yakni suasana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.
Sedangkan samuel smith mengemukakan pendapatnya mengenai pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan terbagi menjadi 16 macam, yaitu:
1. Pengetahuan tentang psikologi pendidikan (the science of educational psychology).
2. Hereditas atau karakteristik pembawaan sejak lahir (heredity).
3. Lingkungan yang bersifat fisik (physical structure).
4. Perkembangan siswa (growth).
5. Proses-proses tingkah laku (behavior process).
6. Hakikat dan ruang lingkup belajar (nature and scope of learning).
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar (factors that condition learning).
8. Hukum-hukum dan teori-teori belajar (laws and theoris of learning).
9. Pengukuran, yakni prinsip-prinsip dasar dan batasan-batasan pengukuran/evaluasi (measurement: basic principles and definitions).
10. Transfer belajar, meliputi mata pelajaran (transfer of learning subject matters).
11. Sudut-sudut pandang praktis mengenai pengukuran (practical aspects of measurement).
12. Ilmu statistik dasar (element of statistics).
13. Kesehatan rohani (mental hygiene).
14. Pendidikan membentuk watak (character educations).
15. Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah menengah (psychology of secondary school subjects).
16. Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah dasar (psychology of elementary school subjects).
Keenam belas pokok bahasan diatas, konon telah dikupas oleh hampir semua ahli yang telah diselediki smith, walaupun porsi (jumlah bagian/jatah) yang diberikan dalam pengupasan tersebut tidak sama.
Karena psikologi pendidikan merupakan ilmu yang memusatkan dirinya pada penemuan dan penerapan prinsip-prinsip dan teknik-teknit psikologi kedalam pendidikan, maka ruang lingkup psikologi pendidikan mencakup topik-topik psikologi yang erat hubungannya dengan pendidikan.
Dari rangkaian pokok-pokok bahasan diatas, tampak sangat jelas bahwa masalah belajar (learning) adalah masalah yang paling sentral dan vital, (inti dan amat penting) dalam psikologi pendidikan. Dari seluruh proses pendidikan kegiatan belajar siswa merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini bermakna bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak terpulang kepada proses belajar siswa baik ketika ia berada di dalam kelas maupun diluar kelas.
Selanjutnya, walupun masalah belajar merupakan pokok bahasan sentral dan vital, tidak berarti masalah-masalah lain tidak perlu dibahas oleh psikologi pendidikan. Masalah mengajar (teaching) dan proses belajar mengajar (teaching-learning process) seperti telah penyusun tekankan sebelum ini, juga dibicarakan dengan porsi yang cukup besar dan luas dalam psikologi pendidikan. Betapa pentingnya masalah proses belajar mengajar tersebut, terbukti dengan banyaknya penelitian yang dilakukan dan buku-buku psikologi pendidikan yang secara khusus membahas masalah interaksi instruksional (hubungan bersifat pengajaran antara guru dan siswa.

IV. KESIMPULAN
Psikologi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia di dalam dunia pendidikan yang meliputi studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia yang tujuannya untuk mengembangkan dan meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.
Psikologi pendidikan di Indonesia berkembang relatif cepat. Dari aneka referensi terungkap bahwa di Indonesia perkembangan psikologi dimulai pada tahun 1953. Profesor slamet iman santoso adalah pelopornya. Dia mendirikan lembaga psikologi pendidikan pertama yan mandiri, dan pada tahun 1960 lembaga psikologi ini sejajar dengan fakultas-fakultas lain di Universitas Indonesia. Lembaga sejenis juga dikembangkan di Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta di banyak perguruan tinggi lainnya yang menyusul kemudian.
Pada era jajahan, psikologi dan psikologi pendidikan telah menjadi mata pelejaran pada semua jenis sekolah guru. Hal ini terus berlangsung ketika Indonesia merdeka. Calon guru yang belajar pada sekolah guru B, kursus pendidikan guru (KPG), sekolah guru atas (SGA), sekolah pendidikan guru (SPG), sekolah guru olahraga (SGO), dan sebagainya menerima pelajaran psikologi pendidikan, termasuk juga bimbingan penyuluhan atau bimbingan konseling. Pada jenjang perguruan tinggi yang menjadi penyedia tenaga kependidikan, mata kuliah psikologi pendidikan atau yang sejenisnya pun diajarkan untuk semua jurusan atau program studi.
Pada dasarnya Ilmu psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang khusus mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan itu, meliputi tingkah laku belajar (oleh siswa), tingkah laku mengajar (oleh guru), dan tingkah laku belajar mengajar (oleh guru dan siswa yang saling berinteraksi).
Secara garis besar, banyak ahli yang membatasi pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Pokok bahasan mengenai “belajar”, yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas perilaku belajar siswa, dan lain sebagainya.
2. Pokok bahasan mengenai “proses belajar”, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar siswa.
3. Pokok bahasan mengenai “situasi belajar”, yakni suasana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.

V. PENUTUP
Demikian makalah yang dapat saya buat. Saya menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khususnya. Amin.


DAFTAR PUSTAKA

Baharuddin, Psikologi Pendidikan: Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), cet. III
Dalyono, M, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), cet. VI
Danil, Sudarwan dan Khairil, Psikologi Pendidikan, (Bandung: CV Alfabeta, 2010)
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995)

http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi-pendidikan/

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s