PERADAPAN ISLAM DI MASA ABU JA’FAR AL- MANSUR

Standar

PERADAPAN ISLAM DI MASA
ABU JA’FAR AL- MANSUR

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Sejarah Peradapan Islam
Dosen Pengampu: Drs. H. M. Sholikhin Nur, M.Ag

Disusunoleh:

Nuzul Faizah (103111093)
Riza Rahmawati (103111094)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011

PERADAPAN ISLAM DI MASAABU JA’FAR AL- MANSUR

I. PENDAHULUAN
Kekuasaan dinasti Bani Abbas, atau khalifah Abbasiyah sebagaimana disebutkan melanjutkan kekuasaan dinasti Bani Umayyah. Dinamakan khalifah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan al- Abbas paman Nabi Muhammad SAW. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al- Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn al- Abbas. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang yang panjang.
Setelah menjadi khalifah, Abu al- Abbas bergelar al- saffah penumpah darah mengeluarkan dekrit para Gubernur, supaya tokoh- tokoh umayyah yang memiliki darah biru semuanya dibunuh. Ia sendiri juga membunuh banyak rival.
Sebelum Saffah wafat, Ia mengangkat saudaranya, Abu Ja’far, dengan gelar al- Mansur( sebut Mansur) sebagai penggantinya. Maka dari itu dalam makalah ini akan menguraikan beberapa hal mengenai Peradapan Islam Pada Masa Abu Ja’far al- Mansur.

II. RUMUSAN MASALAH
A. Bagaimana Sejarah dan Kepribadian Abu Ja’far al- Mansur?
B. Bagaimana Perjalanan Politik Abu Ja’far al- Mansur?

III. PEMBAHASAN
A. Sejarah Dan KepribadianAbu Ja’far al- Mansur
Abu Ja’far Abdullah bin Muhammad Al Mansur (712-775) merupakan Khalifah kedua Bani Abbasiyah. Ia dilahirkan di al- Humaymah, kampung halaman keluarga Abbasiyah setelah migrasi dari Hejaz pada tahun 687- 688. Ayahnya adalah, Muhammad, cicit dari Abbas, ibunya bernama Salamah al- Barbariyah, adalah wanita dari suku Barbar. Ia dibaiat sebagai khalifah karena penobatanya sebagai putra mahkota oleh kakaknya, As- Saffah pada tahun 754, dan berkuasa sampai 775. Pada tahun 762 Ia mendirikan ibu kota baru dengan istananya Madinat as- Salam, yang kemudian menjdi Baghdad.
Al- mansur tersangkut dengan kerasnya masa pemerintahanya setelah kematian saudaranya al- Abbas. Pada 775 Ia menyusun pembunuhan Abu Muslim, Jendral yang telah memimpin pasukan Abbas menang terhadap keluarga Umayyah dalam perang saudara ke- 3. Ia berusaha memastikan bahwa keluarga Abbasiyah ialah yang tertinggi dalam urusan negara, dan kedaulatannya atas Khilafah tidak diragukan lagi.
Selama masanya, karya satra dan ilmiah didunia Islam mulai muncul dalam kekuatan penuh, didukung toleransi terhadap orang- orang Persia dan kelompok lain. Walaupun Khalifah Bani Umayyah Hisyam bin Abd al- Malik telah mengambil praktik peradilan Persia, itu tidak sampai masa al- mansur jika sastra dan ilmu Persia sampai mendapat penghargaan yang sebenarnya di dunia Islam.
Dia bernama Abdullah bin Muhammad Ali bin Abdullah al- Abbas. Dia seorang yang paling terkenal dari penguasa Bani Abbasiyah dengan kebenarian, ambisi, dan kecerdekiannya. Dia dianggap sebagai pendiri pemerintahan Bani Abbasiyah yang sebenarnya.
Bersama- sama dengan Abul Abbas, dia pindah ke Kufah dan berusaha untuk mendirikan pemerintahan Bani Abbasiyah. Dia merupakan tangan al- Abbas yang utama dan orang yang paling kuat.
Khalifah yang amat berbakti memajukan kebudayaan Islam, ialah khalifah al- Mansur, yakni khalifah yang kedua dari dinasti Abbasiyah, dan pembangunkota Baghdad.
Beliau ialah seorang yang shaleh, teguh memegang agama, ahli dalam ilmu fiqih dan tidak kurang pula suka kepada ilmu keduniaan terutama ilmu bintang dan ilmu kedokteran. Ahli- ahli ilmu pengetahuan dari berbagai bangsa dan agama sama- sama bekerja di istana beliau dengan nafkah yang bukan kecil.
Setengah dari mereka ialah Naubacht seorang ahli astronomi berasal dari Persia dan dulunya beragama Majusi, dan masuk agama islam dengan penyaksian baginda khalifah al- Mansur sendiri.
Al- Mansur telah meninggalkan buah usahanya dalam ilmu- ilmu asteonomi, ilmu pasti dan ilmu kedokteran.
Juga khalifah- khalifah yang lain- lain seperti, Khalifah al- Mahdi, Khalifah Harunar- Rasyid, Khalifah al- Ma’mun yang meneruskan pekerjaan beliau.

B. Perjalanan Politik Abu Ja’far al- Mansur
Pada masa Khalifah Mansur dalam bidang politik, Negara cukup stabil dan maju, setelah ia memadamkan api pemberontakan termasuk gerakan Ustadsis di Herat yang menyatakan dirinya sebagai Nabi, menguasai Khurasan dan Sizistan yang sangat luas. Ia ditangkap dan dibawa ke Baghdad.
Di Afrika Utara Berber dan Khawarij yang semula ikut barisan berdirinya Abbasiyah untuk mengulingkan Umayyah, karena mereka berfaham demokratis dan menganggap khalifah tidak hanya harus dari golongan tertentu ( Quraisy). Akan tetapi boleh saja dari suku dan bangsa mana pun. Akhirnya kecewa dengan sikap Mansur yang satu persatu menyingkirkan tokoh- tokoh yang berjasa guna menumbangkan Dinasti Umayyah untuk mendirikan Dinasti Abbasiyah.Pada akhirnya, mereka menarik dukungan dan menggangu kestabilan politik Abbasiyah. Mereka juga kecewa dengan sikap Abbasiyah terhadap mereka yang berat sebelah dengan orang Persia. Gerakan dan pemberontakan baik Berber maupun Khawarij dapat dipadamkan di bawah panglima merangkap amir, Yazid ibn Hasan al- Muhallab yang berhasil menguasai Qayrawan, sebagai pusat politik di Afrika Utara.
Saat Khalifah sibuk dalam urusan dalam negeri, tentara Bizantium menyerang dan menggangu di wilayah perbatasan barat laut. Akhirnya, mereka dapat mengalahkan tentara Raja Kostantinopel IV yang damai sama Islam dengan membayar pajak. Demi memperkokoh kedaulatan islam, Khalifah membangun banyak benteng kokoh di sana. Selain Saffah, semua Khalifah Abbasiyah menganggap kekuasaanya dari Allah. Dengan demikian, sejak masa kepemimpinan Mansur dalam diri seorang Khalifah terdapat dua jabatan, yaitu Khalifah, sebagai jabatan sakral dan sebagai seorang raja.Dengan adanya jabatan sakral itu, maka sejak Mansur para Khalifah Abbasiyah tidak membutuhkan pengakuan rakyat dengan kata lain, rakyat yang butuh Khalifah.
Telah disebut, bahwa setelah Mansur berkuasa terdapat perubahan corak kepemimpinan dalam Islam, yang pasca Abbasiyah, diteruskan oleh Dinasti Malik terakhir disandang oleh para penguasa Turki Usmani sendiri sampai Mustofa Kemal Atta Turk yang mengusir Sultan Turki merangkap Khalifah itu dari tanahTurki.

IV. KESIMPULAN
Abu Ja’far Abdullah bin Muhammad Al Mansur (712-775) merupakan Khalifah kedua Bani Abbasiyah. Ia dilahirkan di al- Humaymah, kampung halaman keluarga Abbasiyah setelah migrasi dari Hejaz pada tahun 687- 688. Ayahnya adalah, Muhammad, cicit dari Abbas, ibunya bernama Salamah al- Barbariyah, adalah wanita dari suku Barbar. Ia dibaiat sebagai khalifah karena penobatanya sebagai putra mahkota oleh kakaknya, As- Saffah pada tahun 754, dan berkuasa sampai 775. Pada tahun 762 Ia mendirikan ibu kota baru dengan istananya Madinat as- Salam, yang kemudian menjdi Baghdad.
Pada masa Khalifah Mansur dalam bidang politik, Negara cukup stabil dan maju, setelah ia memadamkan api pemberontakan termasuk gerakan Ustadsis di Herat yang menyatakan dirinya sebagai Nabi, menguasai Khurasan dan Sizistan yang sangat luas. Iaditangkapdandibawake Baghdad.

V. PENUTUP
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kesalahan dan kekurangan untuk itu kritik dan saran yang konstruktif demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Besar harapan kami, semoga makalah ini bias memberikan manfaat bagi pembaca umumnya dan pemakalah khususnya. Amiin.

DAFTAR PUSTAKA

Al- Usairy, Ahmad, Terj. Samson Rahman, Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX,( Jakarta: Akbar Media Eka Sarana, 2003)
Karim, Abdul, Sejarah Pemikiran Dan Peradapan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007 )
Natsir, Kebudayaan Islam Dalam Prespekti Sejarah, ( Jakarta: PT. Girimukti Pasaka, 1988)
Yatim, Badri, Sejarah Peradapan Islam Dirasah Islamiyah II, ( Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada, 2003)
http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27al- Mansur Kategori: Kelahiran 712 | Kematian 775

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s