PERANAN BAITUL HIKMAH BAGI PERADABAN ISLAM

Standar

PERANAN BAITUL HIKMAH BAGI
PERADABAN ISLAM

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu: Drs. Mat Sholihin, M.Ag

Disusun oleh:
Taat Rifani (103111100)
Achmad Umar (103311001)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011
PERANAN BAITUL HIKMAH BAGI
PERADABAN ISLAM

I. PENDAHULUAN
Pada masa dinasti Bani Abbasiah terkenal ada beberapa khalifah yang mempunyai pencapaian yang luar biasa. Pencapaian tersebut ditandai dengan majunya peradaban Islam. Puncak kemajuan ini berada pada pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid dan anaknya Al Ma’mun. Pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid Islam mengalami puncak kejayaanya dengan Bagdad sebagai pusatnya. Pada masa ini kemajuan dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti aspek politik, ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan. Sahingga peradaban ini disebut sebagai ”The golden age of Islam”, atau masa keemasan Islam.
Setelah Harun Al Rasyid wafat, pemerintahanpun diteruskan oleh anaknya yang bernama Al Ma’mun. Bahkan pada masa ini kejayaan Islam masih berlanjut. Hal ini ditandai dengan kemajuanya pada bidang pendidikan dan intelektualnya dengan dibangunya Baitul hikmah di Bagdad. Di baitul hikmah ini dijadikan sebagaipusat kajian keilmuan dan pengetahuan. Pada masa itu pula banyak muncul cendekiawan-cendekiawan muslim dan juga karya-karya besar mereka yang nantinya akan mempengaruhi peradaban Islam bahkan dunia.

II. RUMUSAN MASALAH
A. Bagaiman sekilas tentang Baitul Hikmah?
B. Bagaiman Peranan Baitul Hikmah bagi Peradaban Islam?

III. PEMBAHASAN
A. Sekilas Tentang Baitul Hikmah
Baitul Hikmah bahasa Arab Bait al-Hikmah adalah perpustakaan dan pusat penerjemahan pada masa dinasti Abbasiah. Baitul hikmah ini terletak di Baghdad, dan Bagdad ini dianggap sebagai pusat intelektual dan keilmuan pada masa Zaman Kegemilangan Islam (The golden age of Islam). Karena sejak awal berdirinya kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan dalam Islam. Itulah sebabnya K. Hitti menyebut bahwa bagdad sebagai profesor masyarakat Islam.
Baitul Hikmah ini dibangun pada masa pemerintahan Al Ma’mun, akan tetapi embrionya sudah ada pada masa pemerintahan Harun al-Rasyid. Dan ada pula sumber lain yang mengatakan bahwa Baitul Hikmah didirikan oleh Harun Ar Rasyid yang kemudian disempurnakan oleh puteranya, Al- Makmun pada abad keempat. Baitul Hikmah berfungsi sebagai balai ilmu dan perpustakaan. Di situ para sarjana sering berkumpul untuk menterjemah dan berdiskusi masalah ilmiah. Dan khalifah Harun Ar-Rasyid kemudian Al-Makmun secara aktif selalu ikut dalam pertemuan-pertemuan itu.
Jika kita melihat Harun Ar Rasyid adalah khalifah yang banyak memanfaatkan kekayaan negara untuk kesejahteraan sosial, seperti mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan kedokteran, lembaga pendidikan farmasi dan pemandian umum. Sedangkan putranya Al ma’mun yang merupakan pengganti Harun ar Rasyid dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu. Sehingga pada masa pemerintahanya penerjemahan buku-buku asing digalakan. Dan bukti dari jasa besarnya adalah dalam pembangunan Baitul Hikmah ini.
Pada mulanya Harun ar Rasyid (736-809 M) mendirikan Khizanat Al Hikmah yang berfungsi sebagai perpustakaan, tempat penerjemahan dan penelitian. Kemudian pada tahun 815 M Al Ma’mun (813-833 M) mengubahnya menjadi Baitul Hikmah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku-buku kuno yang berasal dari persia, Bizantium, Eithopia dan India. Di Baitul Hikmah Al Ma’mun menunjuk Hunain Ibn Ishaq sebagai kepalanya, disamping itu juga mempekerjakan Muhammad Ibnu Musa Al Khawarijmi ahli dalam bidang aljabar dan astronomi dan orang-orang Persia. Akan tetapi sejak abad ke-9 M dijadikan tempat penerjemahan filsuf klasik dibawah bimbingan Hunair ibn ishaq.
Pada masa pemerintahannya, penerjemahan buku-buku asing juga digalakkan.Untuk menerjemahkan buku-buku Yunani, ia mempersiapkan penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahlinya. Salah satu bukti zaman keemasan Bani Abbasiyah salah satunya adalah Baitul Hikmah.Pendirian lembaga Baitul Hikmah atau wisma kebijaksanaan dilakukan oleh khalifah Al-Makmun. Dalam lembaga pendidikan tersebut merupakan wujud keinginan mengulang (meniru) lembaga “hebat” yang didirikan oleh orang-orang Kristen Neotorians, yakni Gondeshapur yang salah satu tokohnya Gorgius Gabriel.
Baitul Hikmah ini mengalami kemajuan pesat pada masa khalifah Al ma’mun. Baitul Hikmah merupakan salah satu contoh perpustakaan Islam yang lengkap, yang berisi ilmu agama Islam dan bahasa arab, bermacam-macam ilmu pengetahuan yang telah berkembang pada masa itu dan berbagai macam buku terjemahan dari bahasa-bahasa Yunani, Persia, India, Qibty dan aramy. Perpustakaan-perpustakaan Islam pada masa jayanya dikatakan sudah menjadi aspek budaya, dikatakan sudah menjadi budaya yang penting, sekaligus sebagai tempat belajar dan sumber ilmu pengetahuan, baik agama maupun ilmu umum.
Baitul Hikmah berkembang maju di bawah pengganti al-Ma’mun, al-Mu’tasim dan al-Wathiq tetapi menurun di bawah pemerintahan al-Mutawakkil. Ini disebabkan al-Ma’mun, al-Mu’tasim dan al-Wathiq mengikut mazhab Muktazilah tetapi al-Mutawakkil mengikut aliran Islam tradisional. Al-Mutawakkil hendak menghentikan merebaknya falsafah Greek yang merupakan salah satu asas ajaran Muktazilah. Sama seperti perpustakaan lain di Baghdad, Baitul Hikmah dimusnahkan masa pencerobohan Mongol pada tahun 1258. Diriwayatkan Sungai Tigris menjadi hitam selama enam bulan kerana dakwat dari buku-buku yang dihumbankan ke dalam sungai.

B. Peranan Baitul Hikmah bagi Peradaban Islam
Masa dinasti abasiyyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga mengalami kemajuan pesat. Pengalihan ilmu pengetahuan dilakukan dengan cara menerjemahkan berbagai buku karangan bangsa-bangsa terdahulu, seperti buku-buku karya bangsa Yunani, Romawi dan Persia. Berbagai naskah yang ada di kawasan Timur Tengah dan Afrika seperti Mesopotamia dan Mesir juga menjadi perhatian.
Banyak para ahli yang berperan dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan adalah kelompok mawali atau orang-orang non arab, seperti Persia. Pada masa permulaan Dinasti Abasiyah, belum terdapat pusat-pusat pendidikan formal, seperti sekolah-sekolah. Akan tetapi sejak masa pemerintahan Harun Ar Rasyid mulailah dibangun pusat-pusat pendidikan formal seperti Darul Hikmah dan pada masa Al Ma’mun dibangun Baitul Himah yang kelak dari lembaga ini melahirkan para sarjana dan para ahli ilmu pengetahuan yang membawa kejayaan bagi umat Islam.
Pada masa Al Ma’mun ilmu pengetahuan dan kegiatan intelektual mengalami masa kejayaanya. Ia mendirikan Baitul Hikmah yang menjadi pusat kegiatan ilmu, terutama ilmu pengetahuan nenek moyang Eropa (Yunani). Pada masa itu banyak karya-karya Yunani yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Selanjutnya model ini dikembangkan di Darul Hikmah Cairo kemudian diterima kembali oleh barat melalui Cordova dan kota-kota lain di Andalusia.
Khalifah Al Ma’mun lebih lagi melangkah, yaitu mengirim tim-tim sarjana ke berbagai pusat ilmu di dunia, untuk mencari kitab-kitab penting yang harus diterjemahkanya. Hal inilah salah satu yang menjadikan Islam mengalami kemajuan. Karena umat Islam bis mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang ada di penjuru dunia.
Disamping sebagai pusat penerjemahan, Baitul Hikmah juga berperan sebagai perpustakaan dan pusat pendidikan. Karena pada masa perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam, buku mempunyai nilai yang sangat tinggi. Buku merupakan sumber informasi berbagai macam ilmu pengetahuan yang ada dan telah dikembangkan oleh ahlinya. Orang dengan mudah dapat belajar dan mengajarkan ilmu pengetahuan yang telah tertulis dalam buku. Dengan demikian buku merupakan sarana utama dalam usaha pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan. Sehingga Baitul Hikmah selain menjadi lembaga penerjemahan juga sebagai perpustakaan yang mengoleksi banyak buku.
Pada masa ini berkembang berbagai macam ilmu pengetahuan, baik itu pengetahuan umum ataupun agama, seperti Al Qur’an, qiraat, Hadits, Fiqih, kalam, bahasa dan sastra. Disamping itu juga berkembang empat mazhab fiqih yang terkenal, diantaranya Abu Hanifah pendiri madzhab Hanafi, Imam Maliki ibn Anas pendiri madzhab Maliki, Muhammad ibn Idris Asy-Syafi’i pendiri madzhab syafi’i dan Muhammad ibn Hanbal, pendiri madzhab Hanbali. Disamping itu berkembang pula ilmu-ilmu umum seperti ilmu filsafat, logika, metafisika, matematika, alam, geometri, aritmatika, mekanika, astronomi, musik, kedokteran dan kimia. Ilmu-ilmu umum masuk kedalam Islam melalui terjemahandi Baitul Hikmah dari bahasa Yunani dan persia ke dalam bahasa Arab, disamping dari bahasa India. Pada masa pemerintahan al Ma’mun pengaruh Yunani sangat kuat. Diantara para penerjemah yang masyhur saat itu ialah Hunain ibn Ishak, seorang Kristen Nestorian yang banyak menerjemahkan buku-buku Yunani ke dalam bahasa Arab. Ia terjemahkan kitab Republik dari Plato dan kitab Kategori, Metafisika, Magna Moralia dari dari Aristoteles.
Peran Baitul Hikmah memang sangat besar dalam kemajuan peradaban Islam, terutama dalam ilmu pengetahuanya yang pada masa itu lahir banyak ilmuan-ilmuan Islam, berikut Sarjana-sarjana dan ilmuan-ilmuan yang lahir dari lembaga ini:
1. Ilmu Pengetahuan Umum
Dibidang ilmu pengetahuan umum banyak lahir ilmuan-ilmuan besar dan sangat berpengaruh terhadap peradaban islam.
a. Ilmu kedokteran
1) Hunain ibn Ishaq (804-874 M), terkenal sebagai dokter penyakit mata.
2) Ar Razi (809-873 M), terkenal sebagai dokter ahli penyakit cacar dan campak. Buku karanganya dibidang kedokteran berjudul Al Hawi.
3) Ibn sina (980-1036 M), karyanya yang terkenal adalah al Qonun fi at-Tibb dan dijadikan buku pedoman kedokteran bagi universitas di negara Eropa dan negara islam.
4) Abu Marwan Abdul Malik ibn Abil’ala ibn Zuhr (1091-1162 M), terkenal sebagai dokter ahli penyakit dalam. Karyanya yang terkenal adalah At Taisir dan Al Iqtida.
b. Ibn Rusyd (520-595 M), terkenal sebagai perintis penelitian pembuluh darah dan penyakit cacarIlmu Perbintangan
1) Abu Masy’ur al Falaki, karyanya adalah Isbatul’Ulum dan Haiatul Falaq.
2) Jabir Al Batani, pencipta teropong bintang yang pertama, karya yang terkenal adalah Kitabu Ma’rifati Matlil-Buruj Baina Arba’il Falaq.
5) Raihan Al Biruni, karya yang terkenal adalah at-Tafhim li Awa’ili Sina’atit-Tanjim.
c. Ilmu Pasti (Riyadiyat)
1) Sabit bin Qurrah al Hirany, karyanya yang terkenal adalah Hisabul Ahliyyah.
2) Abdul Wafa Muhammad bin Muhammad bin Ismail bin Abbas, karyanya yang terkenal ialah Ma Yahtaju Ilaihi Ummat Wal Kuttab min Sinatil-hisab.
3) Al Khawarijmi, tokoh matematika yang mengarang buku al Jabar.
4) Umar Khayam, karyanya tentang al Jabar yang bejudul Treatise on al-Gebra telah diterjemahkan oleh F Woepcke ke dalam bahasa Perancis (1857 M). Karya Umar Khayam lebih maju daripada al Jabar karya Euklides dan Al Khawarizmi.
d. Ilmu farmasi dan Kimia
Salah satu ahli farmasi adalah ibn Baitar, karyanya yang terkenal adalah Al Mugni, Jami’ Mufratil Adwiyyah, wa Agziyah dan Mizani tabib. Adapun dibidang Kimia adalah Abu Bakar Ar Razi dan Abu Musa Ya’far al Kufi.
e. Ilmu Filsafat
Tokoh-tokoh filsafat Islam antara lain, Al Kindi (805-873), Al Farabi (872-950 M) dengan karyanya Ar-Ra’yu Ahlul Madinah al Fadilah, Ibnu sina (980-1036 M), Al Ghazali (450-505 M) dengan karya Tah-Afut al-Falasifat, Ibnu Rusyid dan lain-lain.
f. Ilmu Sejarah
Ahli Sejarah yang lahir pada masa itu adalah Abu Ismail al Azdi, dengan karyanya yang berjudul Futuhusyi Syam, al Waqidy dengan karyanya al Magazi, Ibn Sa’ad dengan karyanya at-Tabaqul Kubra dan Ibnu Hisyam dengan karyanya Sirah ibn Hisyam.
g. Ilmu Geografi
Tokohnya ialah Ibnu Khazdarbah dengan karyanya Kitabul masalik wal Mamalik, Ibnu Haik dengan karyanya Kitabus Sifati Jaziratil-‘arab dan Kitabul Iklim, Ibn Fadlan dengan karyanya Rihlah Ibnu fadlan.
h. Ilmu Sastra
Pada masa itu juga berkembang ilmu sastra yang melahirkan beberapa penyair terkenal seperti, Abu Nawas, Abu Atiyah, Abu Tamam, Al Mutannabbi dan Ibnu Hany. Di samping itu mereka juga menghasilkan karya sastra yang fenomenal seperti Seribu Satu Malam “Alf Lailah Walailah”, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Arabian Night.
2. Ilmu Agama
Di samping ilmu pengetahuan umum, pada masa itu berkembang pula ilmu agama dengan tokoh-tokohnya sebagai berikut:
a. Ilmu Tafsir
Pada masa itu berkembang 2 macam tafsir dengan tokoh-tokohnya:
1) Tafsir Bil Ma’tsur (penafsiran ayat Al Qur’an oleh Al Qur’an atau Hadits Nabi), diantara tokohnya adalah Ibnu Jarir At Tabari, Ibnu Atiyah al Andalusy, Muhammad Ibn Ishak dan lain-lain.
2) Tafsir Bir-Ra’yi (Tafsir dengan akal pikiran), diantara tokohnya adalah Abu Bakar Asam, Abu Muslim Muhammad bin Bahr Isfahany, Ibnu Juru Ak Asadi dan lain-lain.
b. Ilmu Hadits
Pada masa itu sudah ada pengkodifikasian Hadits sesuai kesahihannya. Maka lahirlah ulama-ulama Hadits terkenal seperti Imam Bukhori, Muslim, At Tirmadzi, Abu Dawud, Ibn Majah dan An Nasa’i. Dan dari merekalah diperoleh Kutubus Sittah.
c. Ilmu Kalam
Ilmu Kalam lahir karena dua faktor, yaitu musuh Islam ingin melumpuhkan Islam dengan filsafat dan semua masalah termasuk agama berkisar pada akal dan ilmu. Diantar tokohnya ialah Wasil ibn Atho’, Abu Hasan Al Asy’ari, Imam Ghozali dan lain-lain.
d. Ilmu Tasawuf
Diantara tokohnya adalah al Qusairy dengan karyanya Risalatul Qusairiyah dan Al Ghozali dengan karyanya Ihya’ Ulumuddin.
e. Ilmu bahasa
Pada masa itu kota Basrah dan kuffah menjadi pusat kegiatan bahasa. Diantara tokohnya ialah Sibawaih, AL Kisai dan Abu Zakariya al Farra.
f. Ilmu Fikih
Pada masa ilmu fikih juga berkembang pesat, terbukti pada masa ini muncul 4 madzhab fiqih, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali.
Dari uraian di atas maka lelas bahwa ilmu pengetahuan ini hanya dapat maju apabila masyarakat berkembang dan berperadaban. Jika kita ketahui bahwa pendidikan akan maju maka suatu rakyat harus sejahtera, disamping itu segala sarana yang menunjang lengkap. Hal itulah yang terjadi di Bagdad dengan Baitul Hikmah yang mampu memajukan peradaban Islam.

IV. KESIMPULAN
Baitul Hikmah bahasa Arab Bait al-Hikmah adalah perpustakaan dan pusat penerjemahan pada masa dinasti Abbasiah yang terletak di Bagdad. Pada mulanya Harun ar Rasyid (736-809 M) mendirikan Khizanat Al Hikmah yang berfungsi sebagai perpustakaan, tempat penerjemahan dan penelitian. Kemudian pada tahun 815 M Al Ma’mun (813-833 M) mengubahnya menjadi Baitul Hikmah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku-buku kuno yang berasal dari persia, Bizantium, Eithopia dan India.
pada masa Al Ma’mun Baitul Hikmah mengalami kemajuan yang luar biasa. Karena pada saat itu Baitul Hikmah menjadi pusat kajian yang memunculkan banyak ilmuan, baik ilmuan agama atau ilmu umum. Maka di sinilah Baitul Hikmah mempunyai peranan yang cukup besar dalam memajukan peradaban Islam, bahkan pada masa itu Islam mengalami masa keemasanya ”The golden age of Islam”.

V. PENUTUP
Demikian uraian makalah ini, kami sadar masih banyak kekurangan ataupun kesalahan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin……

DAFTAR PUSTAKA

A. Hasjmy, Sejarah Kebudayaan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1973).
Issawi, Charles, Filsafat Islam Tentang Sejarah, (Jakarta: Tintamas, 1976).
Karim, M Abdul, Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam, (Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007).
Mubarok, Jaiha, Sejarah Peradaban Islam, (Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2005).
Mufrodi, Ali, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997).
Syukur, Patah, Sejarah Peradaban Islam 2, (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2008).
Wahid, N Abbas dan Suratno, Khasanah sejarah Kebudayaan Islam, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009).
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995), hlm. 51
Zuhairi dkk, Sejarah Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992).

http://ms.wikipedia.org/wiki/Baitul_Hikmah.25/05/2011

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s