THARIQAH DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

Standar

THARIQAH DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

 

MAKALAH

 

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Akhlak Tasawuf

Dosen Pengampu: M. In’amuzzahidin, Dr. H, M. Ag

 

 

 

Disusun oleh:

                                                                                                   Mualifin                                       (103111126)

                                                                                                   Zamzamatul Lutfiyah       (103111135)

                                                                                                    Amri Khan                                 (103111109)

 

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2010

THARIQAH DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

  1. I.            PENDAHULUAN

Ajaran islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW.  pada awalnya di laksanakan secara murni. Ketika Rasulullah wafat, cara beramal dan beribadah para shahabat dan tabi’in masih tetap memelihara dan membina ajaran Rasulullah. Akan tetapi pada masa-masa selanjutnya, ajaran Islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad semakin menyebar luas, sehingga memunculkan cara beramal dan beribadah yang berbede-beda.[1]

Pada abad pertama Hijriyah, mulai ada perbincangan tentang Theologi, di lanjutkan mulai ada formalisasi syariah, abad kedua hijriyah mulai muncul tasawuf, setelah abad kedua hijriyah muncullah golongan sufi yang mengamalkan amalan-amalan dengan tujuan kesucian jiwa untuk Taqarrub kepada Allah, dan pada abad kelima hijriyah barulah muncul Thariqah sebagai kelanjutan kegiatan kaum sufi sebelumnya. Dan kini Thariqah telah berkembang di seluruh dunia, dan kini Thariqah jumlahnya banyak sekali, padahal setiap Thariqah memiliki ciri-ciri husus.Hal ini menimbulkan tanda tanya bagi para kaum Muslimin, sebenarnya Thariqah mana yang sesuai dengan kaum Muslimin dan apakah setiap Thariqah itu sudah pasti keshahihannya.

Berawal dari situlah kiranya pemakalah perlu mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan Thariqah, sehingga menjadi jelaslah Thariqah mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

  1. II.            RUMUSAN MASALAH
  2. Apa pengertian Thariqah itu?
  3. Bagaimana perkembangan Thariqah di Indonesia?
  1. III.            PEMBAHASAN
  2. Pengertian Thariqah

Kata Thariqah berasal dari bahasa arab yang mempunyai arti “jalan” sebagai makna pokok. Adapun secara istilah Thariqah mengandung arti jalan menuju Allah SWT. guna mendapatkan ridho-Nya dengan cara menaati ajaran-ajaran-Nya.

Di samping pengertian tersebut, Thariqah juga sering di maknai sebagai cara atau metode untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. melalui amalan-amalan yang telah di tentukan dan di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW; di kerjakan oleh para Shahabat dan Thabi’in dan kemudian secara sambung menyambung di teruskan oleh Guru-guru Thariqah. [2]

Pada mulanya suatu Thariqah hanya berupa jalan atau metode yang di tempuh oleh seorang sufi secara individual kemudian para sufi itu mengajarkan pengamalannya kepada murid-muridnya baik secara individual maupun secara kolektif.Dari sini terbentuklah suatu Thariqah dalam pengertian jalan menuju Allah SWT. di bawah bimbingan seorang Guru. Setelah Thariqah memiliki anggota yang cukup banyak, maka Thariqah yersebut kemudia di lembagakan dan menjadi sebuah organisasi Thariqah. Pada tahap ini Thariqah dimaknai sebagai organisasi sejumlah orang yang berusaha mengikuti kehidupan Tasawuf. Dengan demikian, di dunia Islam di kenallah bebrapa Thariqah besar, seperti Thariqah Qadiriyyah, Naqsyabandiyyah, Syathariyyah, Khalwatiyyah, dll.

Meskipun Thariqah itu merupakan jalan yang lurus, akan tetapi dalam prakteknya Thariqah itu ada yang di anggap sah dan adapula Thariqah yang di anggap tidak sah. Thariqah yang di anggap sah di sebut Thariqah Mu’tabarah dan Thariqah yang dianggap sah disebut Thariqah Ghairu Mu’tabarah.

Suatu Thariqah dikatakan Mu’tabarah, jika memenuhi empat hal,yaitu :

  1. Sepenuhnya berdasarkan Syariat islam dalam pelaksanaanya
  2. Berpegang teguh pada salah satu madzhab fiqih yang empat
  3. Mengikuti haluan Ahlussunnah Wal Jama’ah
  4. Memiliki ijazah dengan sanad Muttasil

Dan didalam sebuah organisasi Thariqah terdapat bebrapa komponen, yaitu :

  1. Guru Thariqah(Syeikh,Mursyid,Murad atau Pir)
  2. Murid atau Salik Thariqah
  3. Amalan atau Wirid Thariqah
  4. Zawiyah(tempat latihan)thariqah
  5. Adab atau Etika dengan Syeikh Thariqah[3]

Thariqah bukanlah sesuatu yang di adakan diluar Islam, akan tetapi Thariqah merupakan pelaksanaan daripada ajaran Islam.

Firman Allah SWT.

وألو استقاموا على الطريقة لأسقيناهم ماء غدقا

لنفتنهم فيه ومن يعرض عن ذكر ربه يسلكه عذابا صعدا

Artinya: “Dan bahwasanya: jika mereka tetap berjalan lurus (berthoriqoh) di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).

Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam adzab yang amat berat.” (QS. Al-Jin: 16-17)[4]

  1. Perkembangan Thariqah di Indonesia

Kalau kita perhatikan di Indonesia ini terdapat beberapa Thariqah besar yang Mu’tabarah, thariqah-thariqah itu masuk ke Indonesia bersamaan dengan proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia.Muculnya Thariqah-Thariqah di Indonesia juga tidak terlepas dari jasa para Ulama’ negri ini yang belajar di Dunia Arab, yang kemudian kembali dengan membawa ajaran Thariqah yang diperoleh dari Guru-guru mereka. Maka dari itu, tidak mengherankan jika sejumlah Thariqah yang berkembangt dan di anut oleh kalangan kaum Muslimin di Indonesia merupakan lanjutan dari para Ulama’ timur tengah. Akan tetapi, ada juga Ulama’ Indonesia yang cukup kreatif dan berani berijtihad dengan menggabungkan dua Aliran Thariqah yang berbeda menjadi kesatuan ajaran. Langkah ini ditempuh oleh Syeikh Ahmad Khatim As Sambas(Kalimantan). Thariqah ini sekarang popular dengan sebutan Thariqah Qadiriyyah Wanaqsabandiyyah, yang merupakan perpaduan dari dua Thariqah yang sangat masyhur, yaitu Thariqah Qadiriyyah dan Thariqah Naqsabandiyyah.[5]

Thariqah di Indonesia pada awalnya mengalami perkembangan yang cukup cepat akan tetapi pada zaman sekarang, perkembangan Thariqah di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup lambat, hal ini terbukti bahwa banyak sekali warga Indonesia yang tidak mengetahui tentang Thariqah itu apa? padahal Thariqah itu banyak sekali macamnya,diantaranya yaitu : Thariqah Adhamiyyah, Ahmadiyyah, Alawiyyah, Alwaniyyah,Ammariyyah, Asyaqiyyah, Asyrafiyyah, dan masih banyak lagi yang lainnya.Akan tetapi menurut Dr.Syeikh H. Jalaluddin, Thariqah-thariqah yang mu’tabarah itu ada 41 macam, diantaranya yaitu :

  1. Qadiriyyah
  2. Umariyyah
  3. Naqsabandiyyah
  4. Usmaniyyah
  5. Syadziliyyah
  6. Aliyyah
  7. Rifa’iyyh
  8. Abbasiyyah
  9. Dasukiyyah
  10. Haddadiyyah
  11. Akbariyyah
  12. Maghribiyyah
  13. Maulawiyyah
  14. Ghabiyyah
  15. Qurabiyyah
  16. Hadiriyyah
  17. Suhrawardiyyah
  18. Syattariyyah
  19. Ahmadiyyah
  20. Bayumiyyah
  21. Khalwatiyyah
  22. Aidrusiyyah
  23. Jalutiyyah
  24. Malawiyyah
  25. Bakdasiyyah
  26. Anfasiyyah
  27. Ghazaliyyah
  28. Sammaniyyah
  29. Rumiyyah
  30. Sanusiyyah
  31. Jastiyyah
  32. Idrisiyyah
  33. Sya’baniyyah
  34. Badawiyyah
  35. Alawiyyah
  36. Samblisiyyah
  37. Usyaqiyyah
  38. Bakriyyah[6]

Akan tetapi dari sekian banyak Tharqah-Thariqah Mu’tabarah dalam dunia Islam, hanya sedikit saja yang berkembang di Indonesia, diantaranya yaitu :

  1. Thariqah Qadiriyyah. Thariqah ini di nisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jilani.
  2. Thariqah Syadziliyyah. Thariqah ini di nisbatkan kepada Abu Hasan As Syadzili.
  3. Thariqah Khalwatiyyah.Thariqah ini di nisbatkan kepada Muhammad bin Muhammad Baha’ Al Din Al Uwaisi Al Bukhori Naqsyabandi.
  4. Thariqah Khalwatiyyah.Thariqah ini di nisbatkan kepada Syeikh Yusuf Al Makassari Al Khalwati.
  5. Thariqah Syattariyyah. Thariqah ini di nisbatkan kepada Abdullah Asy Syattar.
  6. Thariqah Sammaniyyah. Thariqah ini di nisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Al Karim Al Madani Asy Syafi’I As Samman.
  7. Thariqah Tijaniyyah. Thariqah ini di nisbatkan kepada  Syeikh Ahmad bin Muhammad Al Tijani.
  8. Thariqah Qadiriyyah Wanaqsabandiyyah. Thariqah ini di nisbatkan kepada Syeikh Ahmad Khatib As Sambas.[7]
  1. IV.            KESIMPULAN

Dari penjelasan yang di uraikan di atas, kiranya dapat di ambil beberapa kesimpulan. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Thariqah merupakan suatu cara atau jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan amalan-amalan tertentu.
  2. Meskipun Thariqah merupakan suatu ajaran atau  jalan yang benar, akan tetapi dalam prakteknya para Ulama’ menganggap bahwa Thariqah itu ada yang sah dan adapula yang tidak sah.
  3. Thariqah merupakan suatu cara atau jalan yang telah teruji kehebatannya sehingga Thariqah mudah berkembang dalam dunia Islam dan Indonesia juga termasuk Negara yang menggunakan jalan itu.

DAFTAR PUSTAKA

Aceh, Abu Bakar, Pengantar Ilmu Thariqat, Solo: Ramadhani, 1993.

Huda, Sokhi, Tasawuf Kultural, (Yogyakarta: LK 15 Yogyakarta, 2008.

Mulyati, Sri, Mengenal dan Memahami Thariqah-Thariqah Muktabarah di Indonesia, Jakarta:Kencana, 2005.


[1] Sri Mulyati, Mengenal dan Memahami Tarekat Mu’tabaroh di Indonesia, (Jakarta: Kencana, 2005), cet 2, Hlm. 6

[2] Sokhi Huda, Tasawuf Qultural, (Yogyakarta: LK 15 Yogyakarta, 2008), cet 1, Hlm. 61-62

[3] ibid, Hlm. 64

[4] Abu Bakar Aceh, Pengantar Ilu Thoreqoh, (Solo: Ramadhani, 1993), cet, 9, hlm. 14

[5] Sokhi Huda, Tasawuf Qultural, (Yogyakarta: LK 15 Yogyakarta, 2008), cet, 1, Hlm. VI

[6] Abu Bakar Aceh, Pengantar Ilmu Thariqat, (Solo: Ramadhani, 1993), cet, 2, Hlm. 303

[7] Sri Mulyati, mengenal dan Memahami Tarekat Mu’tabaroh di Indonesia (Jakarta: Kencana, 2005), Cet 2, Hlm, IX.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s