MANAJEMEN PERSONALIA

Standar

MANAJEMEN PERSONALIA

 

MAKALAH

 

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan

Dosen Pengampu:Drs. Nur Uhbiyati , M. A

 

 

 

Disusun oleh:

Noor Aini                               (103111083)

Nova Fitri Rifkhiana           (103111084)

Nur Hayati                             (103111085)

Nur Hidayati                          (103111086)

Amri Khan                             (103111109)

 

 

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2011

 

 

MANAJEMEN PERSONALIA

  1. I.         PENDAHULUAN

Manajemen merupakan salah satu aktifitas pekerjaan yang dimiliki oleh setiap organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam organisasi pendidikan terdapat satu jenis manajemen yang bertingkat ialah manajemen tertinggi sampai dengan manajemen terdepan.

Dalam oprasionalnya di suatu institusi manajemen pendidikan tidak dapat berjalan tanpa adanya personal-personal yang menanganinya dengan baik, sehingga manajemen personalia mempunyai peran penting dalam mengembangkan dan mewujudkam tujuan suatu institusi pendidikan. Dan hal itu juga didukung dengan pengoptimalan kinerja manajemen lain.

Untuk mengetahuinya lebih mendalam, maka kami akan memaparkan  lebih jauh mengenai manajemen personalia, baik pengertian, prinsip dasar, peran maupun tanggung jawabnya.

  1. II.      RUMUSAN  MASALAH
    1. Apa Pengertian Manajemen Personalia?
    2. Apa Saja yang Menjadi Prinsip Dasar Manajemen Personalia?
    3. Bagaimana Peran Manajemen Personalia?
    4. Apa Saja Tanggung Jawab Manajemen Personalia?
  1. III.   PEMBAHASAN
    1. A.    Pengertian Manajemen Personalia

Secara etimologi Manajemen Personelia terdiri dari dua kata, yaitu Manajemen berasal dari bahasa inggris ”manag” yang artinya mengatur, dan Personalia yang artinya anggota. Sedangkan secara terminologi personalia yang dimaksud disini adalah semua anggota organisasi yang bekerja untuk kepentingan organisasi yaitu untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Personalia organisasi pendidikan mencakup para guru, para pegawai, dan para wakil siswa/mahasiswa. Termasuk para manager pendidikan yang mungkin dipegang oleh beberapa guru.[1] Tidak hanya mereka yang paling aktif dalam proses pendidikan yaitu para guru dan karyawan namun wakil siswa seperti anggota OSIS atau Senat Mahasisawa serta alumni juga dapat dimasukkan sebagai personalia pendidikan karna paling tidak mereka dimintai umpan balik dalam mengambil keputusan atau dapat berpartisipasi dalam lembaga pendidikan.

  1. B.     Prinsip Dasar Manajemen Personalia

Kepala Sekolah sebagai top leader di sekolah wajib mendayagunakan seluruh personel secara efektif dan efisien agar tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut tercapai secara optimal. Adapun efektif disini menyangkut hal-hal yang bersifat ekstren yaitu kwalitas jasa pelayanan yang mempuyai pengaruh pada dunia luar yang dilayani oleh organisasi tersebut. Dan untuk mengukur seberapa efektifkah organisasi tersebut maka caranya dengan memperhatikan dua faktor yaitu seberapa besar pencapaian sasaran dan bagaimana kualitas jasa pelayanan. Sedangkan efisien disini berorientasi pada hal-hal yang bersifat intren yakni berkaitan dengan energi, kegiatan dan vitalitas dalam organisasi. Adapun indikatornya yaitu kerjasama, motivasi, prosedur-prosedurnya, dan supervisi.[2]

Untuk itu kepala sekolah setidaknya mempunyai prinsip dasar yang harus dipegang dalam menerapkan manejemen personalia agar tercapai tujuan penyelenggaran pendidikan, yaitu:

  1. Dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga.
  2. Sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik sehingga mendukung tercapainya tujuan institusi/lembaga sekolah.
  3. Kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta prilaku manajerial kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah.
  4. Manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.[3]

Dalam proses rekrutmen dan pembinaan struktural staf sekolahlah yang terlibat dan harus bertanggung jawab. Sementara itu, pembinaan profesional dalam rangka pembangunan kapasitas dan kemampuan kepala sekolah serta pembinaan ketrampilan guru dalam mengimplementasikan kurikulum termasuk staf kependidikan lainnya yang dilakukan secara terus menerus atas inisiatif sekolah.

Personalia pendidikan yang kreatif dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan organisasi sangat dibutuhkan. Akibat tuntutan perubahan zaman maka merekalah orang yang mampu mempertahankan kelangsungan organisasi dari kepunahan. Kemudian untuk membina kreatifitas dan partisipasi maka dengan  memberi kesempatan dan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas tertentu yang bersifat nonrutin inilah menjadi cara pembinaan tersebut.

  1. C.    Peran Manajemen Personalia

Suatu lembaga pendidikan dalam memajukan kualitas pendidikan yang sedang ditanganinya untuk mencapai tujuan pendidikan maka membutuhkan peran dari masing-masing menejemen sesuai dengan bidangnya. Manajemen personalia merupakan bagian manajemen yang memperhatikan orang-orang dalam organisasi, yang menjadi salah satu sub sistem manajemen.[4]

Adapun tugas manajer dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan yakni ia harus memperhatikan segala sesutu mengenai personalia mulai dari merencanakan, merekrut, menyeleksi, meneliti untuk perbaikan hingga memberhentikan atau memberi pensiun pegawai hal tersebut dilakukan karna merupakan kunci keberhasilan pendidikan.

Terkadang, meskipun secara konsep personalia pendidikan merupakan kunci keberhasilan pendidikan namun faktanya mereka kurang mendapat perhatian dari manajer. Pembahasan dalam rapat-rapat atau seminar hanya membahas mengenai kurikulum mengenia proses belajar mengajar, namun pembahasan mengenai bagaimana cara agar proses belajar mengajar dapat dilaksanakan oleh tenaga pengajar hampir tidak pernah dibahas. Maka dari itu untuk menghindari penyebab kegagalan inovasi dalam proses belajar mengajar sebaiknya para manager pendidikan memberikan perhatiannya kepada personalia yang sama besarnya dengan sub sistem manajemen yang lain. Diharapkan dengan perhatian yang sama besar, manajer dapat mewujudkan perilaku organisasi pada setiap anggota organisasi.

Manajer dapat melakukan tugas bila ia melaksanakan peranannya dengan sebaik-baiknya. Peranan manajer dalam apel personalia ialah memiliki angan-angan sosial, sebagai konselor, pendamai, tukang bicara, pemecah masalah, agen perubahan, rasio personalia, tugas campuran, dll.[5]

Maksud dari angan-angan sosial disini yaitu manager dapat menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan, memperhatikan moral dan etika bawahannya, membuat para bawahan tertarik akan tugas, dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Manager akan bertindak sebagai konselor terhadap masalah-masalah pribadi, bertindak sebagai pendamai jika terdapat pertentangan antar kelompok, dan ia akan berusaha memecahkan masalah yang timbul dalam organisasi.

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa managemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendaya gunakan tenaga kependididkan secara afektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Sehubungan dengan itu selain peran pendidik di atas juga peran manager yang harus dilaksanakan  di antaranya menarik, mengembangkan, menggaji, dan memotivasi personil guna mencapai tujuan sistem, membantu anggota mencapai posisi dan standar perilaku, memaksimalkan pengembangan karier tenaga kependidikan, menyelaraskan tujuan individu dan organisasi.[6]

Dalam managemen personilia tidak hanya manager saja yang mendaya gunakan lembaga pendidikan namun tenaga kependidikan pun mempunyai peran dalam memajukan sekolah yang mencakup perencanaan pegawai, pengadaan pegawai, pembinaan dan pengembangan pegawai, promosi dan mutasi, pemberhentian pegawai, kompensasi, dan penilaian pegawai. Agar apa yang diharapkan tercapai maka perlu dilakukan dengan baik dan benar, dengan tenaga kependidikan yang diperlukan yaitu tenaga yang mempunyai kualivikasi dan kemampuan yang sesuai serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas.

Perencanaan pegawai merupakan kegiatan untuk  menentukan kebutuhan pegawai, baik secara kuantitatif dan kualitatif untuk sekarang dan masa depan dalam penyusuanan rencana yang baik dan tepat memerlukan informasi yang lengkap dan jelas tentang pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan dalam organisasi. Untuk itu sebelum menyusun rencana perlu dilakukan analisis pekerjaan dan analisis jabatan untuk memperoleh diskripsi pekerjaan. Kemudian pengadaan pegawai merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pegawai pada suatu lembaga, baik jumlah maupun kualitasnya. Untuk itu dilakukan kegiatan rekruitmen yaitu usaha untuk mencari dan mendapatkan calon-calon pegawai yang memenuhi syarat sebanyak mungkin, untuk kemudian dipilih calon terbaik dan tercakap.[7]

Kebutuhan akan jumlah tenaga kependididkan memang sudah direncanakan oleh pemerintah untuk jangka waktu tertentu dengan maksud pemerintah mencetak guru-guru sementara yang disebut program diploma. Dalam hubungan ini para manager pendidikan tinggal menerima rincian dari pemerintah yang menjadi masalah ialah belum semua lembaga pendidikan menerima dan memiliki tenaga-tenaga kependidikan yang mencukupi.[8]

Adapun fungsi pembinaan dan pengembangan pegawai merupakan fungsi pengelolaan personil yang mutlak perlu, untuk memperbaiki, menjaga, dan meningkatkan kinerja pegawai. Kegiatan ini terdapat dilakukan dengan cara on the job training dan in service training. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini tidak hanya menyangkut aspek kemampuan, tetapi juga menyangkut karir pegawai. Kemudian mengenai pemberhentian pegawai merupakan fungsi personelia yang menyebabkan terlepasnya pihak organisasi dan personil dari hak dan kewajiban sebagai lembaga tempat bekerja dan sebagai pegawai. Dalam kaitannya dengan tenaga kependidikan di sekolah, khususnya pegawai negeri sipil sebab-sebab pemberhentian pegawai dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis: pemberhentian atas permohonan sendiri , pemberhentian oleh dinas atau pemerintahan, dan pemberhentian sebab lain-lain. Mengenai fungsi kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi pada pegawai, yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji atau dapat juga berupa tunjangan , fasilitas perumahan, kendaraan dan lain-lain.[9]

Untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut sistem penilaian pegawai secara objektif dan akurat sangat diperlukan. Penilaian prestasi individu dan peran sertanya dan kegiatan sekolah merupakan penilaian yang di fokuskan kepada tenaga pendidik. Tugas kepala sekolah kaitannya dengan managemen tenaga kependidikan bukanlah pekerjaan yang mudah karena tidak hanya mengusahakan tercapainya tujuan sekolah tetapi juga tujuan tenaga kependidikan secara pribadi untuk itu pengerjaan instrumen pengelolaan tenaga kependidikan merupakan tugas yang harus dilakukan oleh kepala sekolah.

  1. D.    Tanggung Jawab Manajemen Personalia

Kaitannya dengan tanggung jawab manajemen personalia, hal ini yang paling berperan adalah kepala sekolah. Ada tiga aspek penting yang perlu dilakukan kepala sekolah sebagai  tanggung jawab dalam pengembangan tenaga di Sekolah yaitu peningkatan profesionalisme, pembinaan karir, dan kesejahteraan.

  1. Peningkatan Profesionalisme

Peningkatan kemampuan guru dan staf administrasi dapat dilakukan melalui:

  1. Mengikutsertakan guru/staf pada pelatihan yang sesuai. Mereka yang selesai mengikuti pelatihan harus menularkan pengetahuannya kepada yang lain.
  2. Sekolah perlu menyediakan buku atau referensi yang memadai bagi guru/staf.
  3. Mendorong dan menfasilitasi guru/staf  untuk melakukan tutorial sebaya. Kepala sekolah juga perlu mendorong pertemuan berkala antar guru mata pelajaran sejenis di sekolah.
  4. Pembinaan Karir

Untuk pembinaan karir guru dan staf administrasi, kepala sekolah harus membantu, mendorong, dan menfasilitasi agar mereka dapat meningkatkan karirnya.[10]

  1. Pembinaan Kesejahteraan

Kesejahteraan harus diartikan material dan non material yang mengarah kepada kepuasan kerja. Harus di ingat bahwa personelia sekolah merupakan orang terdidik, sehingga kesejahteraan non material seringkali sangat diperlukan. Untuk itu perlu di lakukan antara lain:

  1. Memberikan apa yang menjadi hak guru dan staf administrasi.
  2. Memberikan penghargaan baik berupa material mauun non material bagi yang berprestasi atau telah mengerjakan tugas dengan baik.
  3. Membina hubungan kekeluargaan diantara para guru/staf beserta keluarganya.
  4. Jika kondisi memungkinkan mengupayakan kesejahteraan guru dalam RAPBS, sepanjang  tidak menyalahi aturan yang berlaku.
  5. e.       Memberikan kesempatan dan memfasilitasi setiap staf agar dapat mengaktualisasikan potensinya.[11]

 

  1. IV.   KESIMPULAN

Personalia adalah semua anggota organisasi yang bekerja untuk kepentingan organisasi yaitu untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Dalam manajemen personalia organisasi pendidikan mencakup para guru, para pegawai, dan para wakil siswa/mahasiswa yang dipimpin oleh seorang kepala institusi yang berkeudukan sebagai manager.

Kepala sekolah setidaknya mempunyai prinsip dasar yang harus dipegang dalam menerapkan manejemen personalia agar tercapai tujuan penyelenggaran pendidikan, yaitu:

  1. Dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga.
  2.  Sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik sehingga mendukung tercapainya tujuan institusi/lembaga sekolah.
  3. Kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta prilaku manajerial kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah.
  4. Manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.

Adapun tugas manajer dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan yakni ia harus memperhatikan segala sesutu mengenai personalia mulai dari merencanakan, merekrut, menyeleksi, meneliti untuk perbaikan hingga memberhentikan atau memberi pensiun pegawai hal tersebut dilakukan karna merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Sedangkan mengenai tanggung jawab ada tiga aspek penting yang perlu dilakukan kepala sekolah sebagai  tanggung dalam pengembangan tenaga di Sekolah yaitu peningkatan profesionalisme, pembinaan karir, dan kesejahteraan.

 

  1. V.      PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat kami buat, sebagai manusia biasa kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.


 

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Manajemen Sekolah, 1999

Hasbullah, Otonomi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010) cet. III

Mulyasa, E, Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), cet. XI

Pidarta, Made, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004), cet. II

Sukiswa, Iwa, Dasar-Dasar Umum Menejemen Pendidikan, (Bandung: Tarsito, 1986), Cet. II


[1] Made Pidarta,  Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta:PT. Rineka Cipta, 2004), cet.II, hal. 108

[2] Iwa Sukiswa, Dasar-Dasar Umum Menejemen Pendidikan, (Bandung: Tarsito, 1986), Cet. II, hal. 40-41

[3] Hasbullah, Otonomi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), cet. III, hal. 113

[4] Made Pidarta, Op. Cit, hal. 109

[5] Ibid, hal. 111

[6] E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), cet. XI, hal. 42

[7] Ibid, hal. 43

[8] Made Pidarta, Op.Cit, hal. 110

[9] E. Mulyasa, Op. Cit, hal. 43-45

[10] Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Manajemen Sekolah, 1999, hal. 79-80

[11] Ibid, hal. 81

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s