PERADABAN ISLAM DI MASA UMAR BIN KHATTAB

Standar

PERADABAN ISLAM DI MASA

UMAR BIN KHATTAB

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Sejarah Peradaban Islam

Dosen Pengampu: Drs.H.M. Solikhin Nur, M.Ag

Di susun oleh:

Miftakhul Jannah                                         (103111059)

M. Aqsol                                                         (103111060)

Amri Khan                                                     (103111109)

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2011

PERADABAN ISLAM DI MASA

 UMAR BIN KHATTAB

  1.  I.        PENDAHULUAN

Khulafaur Rasyidin adalah para pemimipin pengganti Rosulullah. Salah satu dari Khulafaur Rasyidin adalah Umar Bin Khattab. Diaalah sahabat Rosulullah yang paling cemerlang, sang inspirator umat islam. Umar adalah bentetng agama islam yang paling kokoh sekaligus pilarnya yang paling kuat. Umar merupakan  khalifah yang berhasil menyebarluaskan islam sampai kepelosok negeri- negeri yang jauh yang sebelumnya belum pernah tersentuh oleh peradaban islam. Hanya dalam waktu singkat, yaitu 10 tahun masa pemerintahanya, dia berhasil menaklukan wilayan yang membentang dari Afrika Utara hingga ke Persia. Untuk mengatur sebuah negara yang besar, maka dipeloporilah pembentukan jawatan pemerintahan, sistem ketatanegaraan yang lebih maju dan perbaikan administrasi negara.

Untuk itu pada makalah ini akan sedikit dipaparkan mengenai peradaban islam pada masa khalifah Umar bin Khattab dengan rumusan masalah seperti di bawah ini.

  1. II.        RUMUSAN MASALAH
    1. Bagaimana Riwayat Hidup Umar bin Khattab ?
    2. Bagaimana Perluasan Daerah Islam Selama Pemerintahanya ?
    3. Bagaimana Sistem Ketatanegaraanya ?
  1. III.        PEMBAHASAN
    1. Riwayat Hidup Umar  bin Khattab

Umar lahir dari keturunan yang mulia. Ia berasal dari suku Quraisy. Nasabnya bertemu dengan Rosulullah pada leluhur mereka yang kesembilan. Pohon keturunan Umar dapat ditelusuri sebagai berikut: Umar adalah putra Khattab,  putra Nufail,  putra Abd al-Uzza, putra Riyah, putra Abdullah, putra Qarth, putra Razah, putra ‘Adiy, putra Ka’ab, pura Lu’ay, putra Ghalib al ‘Adawiy al Quraisyi. Nasab Umar bertemu dengan nasab Nabi Muhammad SAW pada Ka’ab. Sementara itu, ibunda Umar adalah Hantamah putri Hasyim, putra Al Mughirah al Makhzumiyah.

Tak banyak yang tahu kapan pastinya Umar dilahirkan. Riwayat termasyhur mengatakan bahwa Umar dilahirkan tiga belas tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW atau sekitar tahun 586 M, di kota Makkah, kota kosmopolitan , semenanjung Arab.

Lahir dari klan ningrat, yatu Quraisy yang merupakan kaum bangsawan Arab yang paling disegani karena orang-orang Quraiy tercatat sebagai orang terpandang dan pemegang jawatan sosial. Seperti para saudagar, pedagang kaya, penjaga ka’bah, pengawas para peziarah, penyelenggara diplomasi, penunjuk kepala suku, ksatria perang, sekaligus pemegang administrasi perdagangan dan peradilan orang – orang Arab. Sehingga Khattab, ayah Umar, mengajari Umar dengan berbagai tradisi kelelakian khas semenanjung, seperti : menggembala ternak, memanah, memainkan pedang dan tombak, berburu, menunggang kuda, administrasi, hingga baca tulis dan mazmur – mazmur leluhur. Selain itu karena Umar juga sering berdagang ke berbagai daerah  maka diapun menguasai beberapa bahasa seperti Suryani (Suriahc – Aramaic), Ibrani dan Persi.

 

Riwayat Masuknya Umar pada Agama Islam.

“ Ya Allah, agungkanlah Islam dengan salah satu dari dua lelaki ini : Umar bin Khattab atau Umar Ibn Hisyam Abu Jahal”. Itulah sepenggal doa Rosulullah pada suatu ketika.

Pada saat Islam muncul yaitu pada saat Rosulullah mengumumkan misi kenabianya, Umar adalah salah seorang penentang Rosulullah yang paling gigih. Dia menganggap bahwa Islam adalah sesat dan kegilaan yang menentang kepercayaan agama nenek moyang mereka. Sehingga dia sangat memusuhi Nabi Muhammad. Dengan berbagai cara Umar menentang ajaran yang dibawa oleh Rossulullah. Suatu ketika Umar megatakan kepada orang-orang bahwa dia akan membunuh Rosulullah, kemudian dia keluar dari rumahnya dengan membawa pedang yang terhunus tajam dan akan menuju ke kediaman Rosulullah, tiba di tengah jalan dia bertemu adik kandungnya Fatimah sedang duduk dibawah pohon sambil membawa mushaf dan membaca sebagian dari ayat Al-qur’an (surat At-Thaha). Dia bertanya kepada adiknya “apa yang telah kamu baca”, dengan sangat ketakutan fatimah menjawab “ayat-ayat Al-quran” kemudian Umar memintanya dan berkata ”sesungguhnya engkaulah yang lebih pantas aku bunuh terlebih dahulu, ”jika kebenaran ada diantara kita apa yang akan engkau lakukan”  sahut fatimah, ”berikan kertas itu padaku”, setelah umar membacanya, setelah dia mengetahui ayat yang ia baca sangat berkaitan pada dirinya. hatinyapun luluh, hatinya bergetar karena mendengar syair yang begitu indah, kemudian dia berlari ke rumah Rosulullah dan menyatakan dia telah masuk Islam. Dia masuk islam pada bulan Dzulhijjah tahun keenam kenabian dan dia tercatat sebagai orang yang ke 40 yang masuk Islam. Umar wafat pada hari rabu tanggal 25 dzulhijjah 23H / 644 M. Dia dibunuh oleh seorang budak Persia yang bernama Abu Lu’luah atau Feroz pada saat beliau menjadi imam shalat subuh. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Feroz terhadap Umar karena merasa sakit hati atas kekalahan Persia yang pada saat itu merupakan negara adigdaya. [1]

B. Perluasan Daerah Islam pada Masa Pemerintahanya.

Perluasan daerah Islam pada masa itu begitu pesat, menyebar ke seluruh Persia, mulai dari kawaasan timur hingga kawasan barat, Palestina , Mesir, dan Suria. Di bawah ini sekilas kami paparkan bagaimana penaklukan-penaklukan yang menjadi perluasan daerah Islam pada masa pemerintahan Umar bin Khathab.

Ketika para pembangkang di dalam negeri telah di kikis habis oleh Abu Bakar, maka Khalifah Umar menganggap bahwa tugasnya yang pretama ialah meneruskan ekspedisi yang dirintis oleh pendahulunya.[2]

Di zaman Umar, gelombang ekspansi pertama terjadi di ibu kota Syiria, Damaskus, dengan pimpinan panglima Ubaidah Ibnu Jarrah yang juga ditemani oleh Khalid Bin Walid menuju kota-kota di Syam, pasukan Islam mampu menguasai Damaskus, kemudian Fihl, dan Hims, menyusul kemudian Qanisrin, Qaisarah,dan Biqa’ serta Ba’labak. Setelah itu Ajudain dan kota-kota Aljazairah, serta kota-kota lain,[3] dan itu jatuh pada tahun 635M, setahun kemudian seluruh wilayah Suriah jatuh ketangan kaum Muslimin setelah pertempuran hebat di lembah Yarmuk.

Dari Suriah lasykar kaum Muslimin melanjutkan ke Mesir. Amr Bin Ash meminta izin Khalifah Umar untuk menaklukan wilayah itiu, tetapi Khalifah masih ragu-ragu karena pasukan Islam masih terpencar di beberapa front pertempuran. Akhirnya permintaan dikabulkan juga oleh Khalifah , dengan mengirim 4000 tentara ke Mesir untuk membantu ekspedisi tersebut. Satu persatu kota-kota di Mesir jatuh di tangan muslim, mulai dari Pelusium, Babylon, juga Iskandariiyah sebagai ibu kota Mesir dikepung selama 4 bulan sebelum ditaklukan oleh pasuakan Islam. Mesir ditaklukan pada tahun 641 M.[4]

Setelah penaklukan Damaskus, dilanjutkan penaklukan menuju Persia, Ubaidah Bin Mas’ud ats-Tsaqifi dan Jarir al-Bajali beserta pasukanya dikerahkan menuju Kuffah, di tengah perjalanan pasukan Muslimin bertemu dengan pasukan Persia, terjadilah pertempuran sengit antar keduanya, yang akhirnya kaum muslimin memenangkan pertempuran itu. Kemudian dilanjutkan menuju Qadisiyah dengan pimpinan Sa’ad Bin Abi Waqash. Pasukan muslimin dapat mengalahkan pasukan Persia, yang saat itu berjumlah sekitar 240.000 pasukan musuh dibawah piminan Rutstum, dan 39.000 bagi pasukan muslim. Dengan sedikit kekalahan bagi kaum Muslimin sebelum datangnya kiriman pasukan dari Suria.[5]

Pda tahun 635 M, atas titah Khalifah Umar di Madinah, Amr bin al-Ash dan Syarhabil Ibn Hasanah beserta pasukanya bergerak menuju Palestina.

Dari Golan, Amr dan pasukanya memasuki Galileia. Di wilayah itu juga terdapat kota-kota utama semisal Tiberias, Hebron, Nazaret dan lain-lain.

Mereka tidak banyak mendapat banyak kesulitan ketika menaklukan kota-kota sepanjang Galileia, mereka hanya mendapat perlawanan kecil dari pihak Bizantium yang masih tersisa.

Sementara itu, Yazid bin Abi Sofyan dan Mu’awiyah berhasil menaklukan sepanjang Pesisir Pantai Levantina seperti Tripoli, Sidon, hingga Haifa di bagian provinsi Palestina.

Kemudian pada tahun 636 M, dilanjutkan menuju Yerussalem. Dalam penaklukan Yerussalem tidak ada peperangan antara pasukan Muslim dengan musuh ketika itu, dikarenakan panglima Yerussalem memilih jalan damai kepada Khalifah Umar dengan beberapa syarat, dan Khalifah Umar menyetujui syarat-syarat tersebut, pada akhirnya Yerussalem telah dikuasai oleh muslilmin.[6]

Pada tahun 637 M, penaklukan dilanjutkan menuju ibu kota Persia   ( Madain ), kota itupun berhasil ditaklukan setelah dikepung selama 2 bulan, Yazdair, Raja persia itu melarikan diri menuju Nahawand, Nahawand dan Ahwaz ditundukkan 22 H. Pada tahun 641 M seluruh wilayah Persia sempurna di bawah kekuasaan Islam, setelah pertempuran sengit di Nahawand, Isphahan, jurjan, Tarbristan dan Azarbaijan juga ditaklukan.[7]

Dengan demikian pada masa kepemimpinan Khalifah Umar, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah, Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir.[8]

C. SistemKetatanegaraan yang Dibentuk

Jawatan Keilmuan

Pada masa pemerintahan Umar dibangun madrasah Makkah dengab guru besarnya Abdullah Ibnu Abbas, Madrasah Madinah dengan guru besarny Zaid Ibn Tsabit, Madrasah Bashrah dengan guru besarnya Anas Ibn Malik dan Abu Musa Al Asy’ari, madrasah Kuffah dengan guru besarnya Abdullah Ibnu Mas’ud, madrasah Syam dengan guru besarnya Mu’adz Ibn Jabal dan Abu Darda’, dan madrasah Mesir dengan guru besarnya Uqbah Ibn Amir dan Amr Ibn Al Ash.

Jawatan Kesehatan.

Umar sangat mmperhatikan hak kesehatan rakat. Ia banyak mendirikan rumah sakit, klinik, serta memberikan pelayanan kesehatan dengan sebaik-baiknya.

Pemerintahan dan Administrasi Negara.

Pada pemerintahanya Umar membagi administrasi negara menjadi unit-unit berupa iqlim ( propinsi ) dan distrik. Hingga akhir masa jabatanya, Umar membagi negara pemerintahanya menjadi beberapa propinsi, yaitu Makkah dan Madinah ( mewakili seluruh wilayah semenanjung arabia ), jazirah, Kuffah, Bashrah ( mewakili seluruh wilayah Irak ), Khurazan, Azerbaijan, Fars ( mewakili seluruh wilayah Persia ), Suriah dan Palestina (mewakili seluruh wilayah Mediterania timur ), dan Mesir (ermasuk Afrika Utarra )

Pemisahan Antara Eksekutif dan Yudikatif

Salah satu terobosan terbesar Umar adalah memisahkan antara kekuasaan eksekutif ( kekhalifahan ) dan yudikatif ( qadhi ). Awalnya konsep rangkap jabatan itu juga diadopsi pada masa pemerintahan Umar, namun seiring dengan perkembangan kekuasaan maka dibutuhkan mekanisme administratif yang lebih baik. Karena itulah Umar memisahkan kekuasaan eksekutif dengan yudikatif.

Ahl al- Hall wa al-‘Aqd

Ahl al Hall wa al-‘Aqd merupakan kumpulan anggota majelis syura yang terdiri atas ulama dan cendekiawan. Pada masa Umar hal itu dibagi atas beberapa lembaga :

  1. Majelis Permusyawaratan yang terbagi menjadi tiga divisi lagi, yaitu Dewan Penasihat Tinggi, Dewan Penasihat Umum, dan dewan antara penasihat tinggi dan penasihat umum.
  2. Al Katib atau sekretaris negara.
  3. Nidzam al-Ma’aly atau lembaga perbendaharaan
  4. Nidzam al Idary atau lembaga administrasi.
  5. Lembaga kepolisian dan Keamanan.
  6. Lembaga kaegamaan dan Pendidikan.

Jawatan Perbendaharaan Negara

Pada pertengahan tahun ke-15 hijriah, Umar membawa uang limaratus ribu adirhm ke Madinah. Para sahabat dikumpulkan untuk bermusyawarah mengenai uang tersebut. Sebagian sahabat berpendapat, uang itu dibagikan ke masyarakat. Namun Walid Ibn Hisyam berpendapat lain: uang itu sebaiknya disimpan dilembaga perbendaharaan negara. Pusat perbendaharaan negara itu kemudian dikenal dengan bait al-mal[9].

IV.       SIMPULAN.

Khalifah Umar merupakan sosok yang keras, kuat, tegas dan bijaksana dalam melakukan perbuatan, baik sebelum masuk Islam maupun sesudahnya, sehingga banyak orang yang takut padanya. Umar memerintah selama 10 tahun.

Banyak sekali perluasan-perluasan daerah Islam pada masanya, seperti Palestina, Suriah, Persia, dan Mesir.

Umar juga membentuk sistem ketatanegaraan, seperti jawatan keilmuan, jawatan kesehatan, pemerintahan dan administrasi negara, pemisahan antara Eksekutif dan Yudikatif,Ahl al- Hall wa al-‘Aqd.

  1. IV.        PENUTUP

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin…

DAFTAR PUSTAKA

 Al-Usairy, Ahmad,  Sejarah Islam, cet.VI, Jakarta: Akbar Media Eka Srana, 2008

Mufrodi, Ali, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Cet.I, Jakarta: Logos, 1997

Murad, Musthafa,  Kisah Hidup Umar Ibn khattab, Jakarta : Zaman, 2009

Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam II, Jakarta: PT. Raja Garfindo Persada,  2003

 


[1]  Musthafa Murad, Kisah Hidup Umar Ibn khattab, ( Jakarta : Zaman, 2009 ), Hal.17-26

[2]  Ali Mufrodi, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Cet.I, ( Jakarta: Logos, 1997) hal 54.

[3]  Ahmad Al-Usairy,Sejarah Islam, (Jakarta: Akbar Media Eka Srana,2008) hal 156.

[4] Ibid,

[5] Ibid, hal. 156-158

[6] Ibid ,hal 88-96

[7] Ibid, hal. 56

[8] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam II. ( Jakarta: PT. Raja Garfindo Persada,2003 ).hal 37.

[9] Musthafa Murad, op.cit, Hal. 140-151

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s