PERENCANAAN METODE PEMBELAJARAN

Standar

PERENCANAAN METODE PEMBELAJARAN

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Perencanaan Pembelajaran

Dosen Pengampu: Drs. H. Jasuri, M. SI

 

Oleh:

AMRI KAHN                        103111109

HUSNA                                  103111113

IIN SETYANI                       103111114

IIS MAGHFIROH                103111115

IKA RIZKI LESTARI         103111116

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2012

 

PERENCANAAN METODE PEMBELAJARAN

  1. I.         PENDAHULUAN

Dunia pendidikan saat ini masih diselimuti aneka problematika yang belum terurai dari masa ke masa. Diantaranya hal menerapkan metode dalam proses pembelajaran. Namun untuk menentukan metode dalam pembelajaran dibutuhkan perencanaan-perencanaan yang matang. Karena tanpa didukung perencanaan metode pembelajaran, proses belajar akan terasa kaku dan statis sehingga menyebabkan pelaksanaan pembelajaran cenderung kurang maksimal dan monoton.

Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana merencanakan metode pembelajaran, sehingga para calon guru dapat menerapkan metode yang tepat.

  1. II.         RUMUSAN MASALAH
  2. Apa Pengertian Metode Pembelajaran?
  3. Apa Saja Landasan Metode Pembelajaran?
  4. Bagaimana Tujuan Metode Pembelajaran?
  5. Sebutkan Macam-macam Metode mengajar?
  6. Bagaimana Merencanakan Metode Pembelajaran?
    1. III.         PEMBAHASAN
    2. Pengertian Metode Pembelajaran

Ditinjau dari segi etimologis (bahasa), metode berasal dari bahasa yunani, yaitu “methodos”. Kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati, dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Maka metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.

Sedangkan bila ditinjau dari segi terminologis (istilah), metode adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh yang sesuai dan serasi untuk menyajikan suatu hal sehingga akan tercapai suatu tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.[1]

  1. Landasan Metode Pembelajaran
    1. Landasan religius Islami

Landasan religius Islami berdasarkan Al-qur’an dan Sunnah

  1. Landasan filosofis

Landasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pembelajaran. Landasan filosofis merupakan landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat.

Filsafat dalam pembelajaran berupaya menjawab secara kritik dan mendasar berbagai pertanyaan pokok sekitar pembelajaran. Seperti apa, mengapa, ke mana, bagaimana, dan sebagainya dari pembelajaran itu.

  1. Landasan sosiologis

Kegiatan pendidikan atau pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara dua individu, bahkan dua generasi yang memungkinkan generasi muda mengembangkan diri. Kegiatan pendidikan yang sistematis terjadi di lembaga sekolah yang dengan sengaja dibentuk oleh masyarakat.

  1. Landasan psikologis

Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil pembelajaran siswa, diantaranya:

  1. Tingkat kecerdasan siswa
  2. Sikap siswa
  3. Bakat siswa
  4. Minat siswa
  5. Motivasi siswa

Tujuan pembelajaran  pada hakikatnya adalah diperolehnya perubahan tingkah laku individu. Oleh karena itu, metode pembelajaran sebagai upaya membantu siswa dalam mencapai tujuan-tujuan pembelajaran juga didasarkan atas psikologis.[2]

  1. Tujuan Metode Pembelajaran

Metode bertujuan mengantarkan sebuah pembelajaran ke arah tujuan tertentu  yang ideal dengan tepat dan cepat sesuai yang diinginkan.[3]

  1. Macam-macam Metode mengajar
    1. Metode ceramah

Metode ceramah adalah suatu cara penyampaian bahan secara lisan oleh guru di muka kelas. Peran murid disini sebagai penerima pesan, mendengarkan, memperhatikan, dan mencatat keterangan-keterangan guru bilamana diperlukan.

  1. Metode diskusi

Metode diskusi ialah suatu cara mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi sacara rasional dan obyektif.

  1. Metode tanya jawab

Metode tanya jawab ialah penyampaian pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-partanyaan dan siswa memberikan jawaban, atau sebaliknya siswa diberi kesempatan bertanya dan guru yang menjawab pertanyaan.

  1. Metode demonstrasi dan Eksperimen

Metode demonstrasi adalah salah satu tekknik mengajar yang dilakukan oleh seorang guru atau orang lain yang dengan sengaja diminta atau siswa sendiri ditunjuk untuk memperlihatkan kepada kelas tentang suatu proses atau cara melakukan sesuatu.

Metode eksperimen ialah cara pengajaran dimana guru dan murid bersama-sama melakukan suatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari suatu aksi.

  1. Metode resitasi

Metode resitasi biasa disebut metode pekerjaan rumah, karena siswa diberi tugas-tugas khusus di luar jam pelajaran.

  1. Metode kerja kelompok

Metode kerja kelompok dilakukan atas dasar pandangan bahwa anak didik merupakan suatu kesatuan yang dapat dikelompokkan sesuai dengan kemampuan dan minatnya untuk mencapai suatu pengajaran tertentu dengan sistem gotong royong.

  1. Metode sosio drama dan bermain peranan

Metode sosio drama dan bermain peranan merupakan teknik mengajar yang banyak kaitannya dengan pendemonstrasian kejadian-kejadian yang bersifat sosial.

  1. Metode karyawisata

Metode karyawisata adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan mengajak para siswa keluar kelas untuk mengunjungi suatu peristiwa atau tempat yang ada kaitannya dengan pokok bahasan.

  1. Metode drill

Metode drill atau disebut latihan dimaksudkan untuk memperoleh ketangkasan atau keterampilan latihan terhadap apa yang dipelajari, karena hanyadengan melakukannya secara praktis suatu pengetahuan dapat disempurnakan dan disiap-siapkan.[4]

  1. Merencanakan Metode Pembelajaran

Memilih motode pembelajaran tidaklah sembarangan, tetapi harus mempertimbangkan faktor-faktor lain. Sebagai suatu cara, metode tidaklah berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Maka dari itu, seorang guru haruslah mengenal, memahaminya, dan mempedomaninya ketika akan melaksanakan pemilihan dan penentuan metode. Dalam merencanakan metode pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:

  1. Tujuan pembalajaran

Dalam proses pembelajaran, guru harus menetapkan terlebih dahulu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Menurut taksonomi Bloom, secara teoritis tujuan pembelajaran dibagi atas tiga kategori, yaitu (1) tujan pembelajaran ranah kognitif, (2) tujuan pembelajaran ranah efektif, (3) tujuan pembelajaran ranah psikomotorik.

Adanya perbedaan tujuan pembelajaran akan berimplikasi pula pada adanya perbedaan strategi pembelajaran yang harus diterapkan. Jadi, dalam menerapkan suatu strategi pembelajarantidak bisa mengabaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.[5]

Secara garis besar, ancer-ancer hubungan antara metode mengajar dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dapat digambarkan dalam bagan berikut:

TUJUAN METODE
Cr Tj Ds Dm Ek Pt Kw Sd
Ingatan X X
Pemahaman X X X
Aplikasi/ kemampuan yang lebih tinggi X X X

Hubungan antara metode dan tujuan yang ingin dicapai tentu saja tidak semutlaknya seperti yang digambarkan dalam bagan di atas, dan tergantung pula pada jenis mata pelajaran yang diberikan. Sekalipun demikian, mengingat setiap progam pembelajaran memiliki berbagai tujuan intruksional dengan lingkup dan jenjang yang berbeda-beda, maka sesuai pula dengan prinsip CBSA, sebaiknya digunakan kombinasi berbagai metode mengajar yang relevan, yang akan membuat proses belajar lebih hidup, aktif dan bermakna.[6]

  1. Karakteristik siswa

Karakteristik siswa berhubungan dengan aspek-aspek yang melekat pada diri siswa, seperti motivasi, bakat, minat, kemampuan awal, gaya belajar, kepribadian, dan sebagainya.

Karakteristik siswa yang amat kompleks tersebut harus juga dijadikan pijakan dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan. Tanpa mempertimbangkan karakteristik siswa tersebut, maka penerapan strategi pembelajaran tertentu tidak bisa mencapai hasil belajar secara maksimal. Misalnya, siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah dengan siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi, tentu membutuhkan strategi yang berbeda dalam pembelajaran. Demikian pula siswa yang memilikigaya visual dan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik, tentu tidak bisa disamakan dalam proses penerapan strategi pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru hendaknya betul-betul memahami karakteristik siswa yang mengikuti proses pembelajaran.

  1. Kemampuan Guru

Setiap guru mempunyai kepribadian yang berbeda. Seorang guru misalnya kurang suka berbicara, tetapi seorang guru yang lain suka berbicara. Seorang guru yang bertitel sarjana pendidikan dan keguruan, berbeda dengan guru yang sarjana bukan pendidikan dan keguruan. Guru yang sarjana pendidikan dan keguruan barangkali lebih banyak menguasai metode-metode mengajar, karena memang dia dicetak sebagai tenaga ahli di bidang keguruan dan wajar saja dia menjiwai dunia guru.

Latar belakang pendidikan guru diakui mempengaruhi kompetensi. Kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode menjadi kendala dalam memilih dan menentukan metode. Itulah yang biasanya dirasakan oleh mereka yang bukan berlatar-belakangkan pendidikan guru. Apalagi belum memiliki pengalaman mengajar yang memadai. Sungguhpun begitu, baik dia berlatar belakang pendidikan guru maupun dia yang berlatar belakang bukan pendidikan guru, dan sama-sama minim pengalaman mengajar di kelas, cenderung sukar memilih metode yang tepat. Tetapi ada juga yang tepat memilihnya, namun dalam pelaksanaanya menemui kendala, disebabkan labilnya kepribadian dan dangkalnya penguasaan atas metode yang digunakan. Dengan demikian, dapatlah dipahami bahwa kepribadian, latar belakang pendidikan, dan pengalaman mengajar adalah permasalahan inten guru yang dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.

  1. Situasi Kelas

Situasi kegiatan belajar mengajar yang guru ciptakan tidak selamanya sama dari hari kehari. Pada suatu waktu boleh jadi guru ingin menciptakan situasi belajar mengajar di alam terbuka, yaitu di luar ruang sekolah. Maka guru dalam hal ini tentu memilih metode mengajar yang sesuai dengan situasi yang diciptakan itu. Dilain waktu, sesuai dengan sifat bahan dan kemampuan yang ingin dicapai oleh tujuan, maka guru menciptakan lingkungan belajar anak didik secara berkelompok. Anak didik dibagi kedalam beberapa kelompok belajar dibawah pengawasan dan bimbingan guru. Disana semua anak didik dalam kelompok masing-masing diserahi tugas oleh guru untuk memecahkan suatu masalah. Dalam hal ini tentu saja guru telah memilih metode mengajar untuk membelajarkan anak didiknya, yaitu metode problem solving.

  1. Fasilitas

Fasilitas merupakan hal yang memengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar. Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah. Lengkap tidaknya fasilitas belajar akan memengaruhi metode mengajar. Ketiadaan laboratorium untuk praktik IPA, misalnya, kurang mendukung penggunaan metode eksperimen atau metode demonstrasi. Demikian juga halnya ketiadaan mempunyai fasilitas olahraga, tentu sukar bagi guru menerapkan metode latihan. Justru itu, keampuhan suatu metode mengajar akan terlihat jika faktor lain mendukung.[7]

  1. Karakteristik/Struktur Bidang Studi

Struktur bidang studi terkait dengan hubungan-hubungan di antara bagian-bagian suatu bidang studi. Struktur bidang studi mata pelajaran matematika tentu berbeda dengan struktur bidang studi sejarah. Perbedaan struktur bidang studi tersebut membutuhkan strategi pembelajaran yang berbeda pula. Misalnya dalam mata pelajaran sejarah seorang guru dapat memulai pelajaran dari pokok bahasan apa saja, sebaliknya mata pelajaran matematika tidak bisa dilakukan seperti itu. Itulah sebabnya, pemahaman seorang guru terhadap struktur bidang studi yang diajarinya sangat penting dalam menetapkan metode pembelajaran yang akan digunakan.[8]

  1. KESIMPULAN

Metode adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh yang sesuai dan serasi untuk menyajikan suatu hal sehingga akan tercapai suatu tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.

Landasan Metode Pembelajaran adalah landasan religius, landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan psikiologis.

Tujuan Metode Pembelajaran adalah untuk mengantarkan sebuah pembelajaran ke arah tujuan tertentu  yang ideal dengan tepat dan cepat sesuai yang diinginkan.

Macam-macam Metode mengajar adalah Metode ceramah, Metode diskusi, Metode tanya jawab, Metode demonstrasi, Metode Eksperimen, Metode resitasi, Metode kerja kelompok, Metode sosio drama dan bermain peranan, Metode karyawisata, Metode drill.

Dalam merencanakan metode pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:Tujuan pembalajaran, Karakteristik siswa, Kemampuan Guru, Situasi Kelas, Fasilitas, Karakteristik/Struktur Bidang Studi.

  1. V.         PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan. Kami menyadari bahwa dalm makalah yang kami buat ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan makalah selanjutnya. Dan semoga apa yang kita diskusikan pada kesempatan kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


[1]Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, (Semarang: Rasail Group, 2011), hlm. 7-8

[2]  Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, (Semarang: Rasail Group, 2011), hlm. 11-17

[3]Ibid, hlm. 18

[4]  M. Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm. 34-55

[5]

[6] R. Ibrahim dan Nana Syaodih S, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003), hlm. 108-109

[7] Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), hlm. 80-81

[8] Made Wena,Op. Cit., hlm. 15

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s