MAKANAN (MA’KULAT)

Standar

MAKANAN (MA’KULAT)

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Tafsir
Pengampu : Drs. H. Muhammad nasuha M. si


Disusun oleh :

Lathif ardani (094111006)

FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010

I. PENDAHULUAN
Makanan atau ma’kulat dalam bahasa alqur’an adalah sesuatu yang dimakan atau dicicipi. Karena itu minumanpun termasuk dalam pengertian ma’kulat. Alqur’an surat al-baqarah ayat 29, menggunakan kata ma’kulat (makan) syariba (minum) untuk objek berkaitan dengan air minum.
Kata ma’kulat dalam barbagai bentuknya terulang dalam alqur’an sebanyak 48 kali yang antara lain berbicara tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan makanan. Belum lagi ayat-ayat lain yang menggunakan kosa kata lainya.
Perhatian alqur’an terhadap makanan sedemikian besar. Sampai-sampai menurut pakar tafsir Ibrahim bin umar al-bika’i telah menjadi kebiasaan allah dalam alqur’an bahwa dia menyebut dirinya sebagai yang maha esa. Serta membuktikan hal tersebut melalui uraian tentang ciptaanya. Kemudian memerintahkan untuk makan (menyebut makanan).

II. RUMUSAN MASALAH
A. Perintah memakan yang halal dan baik
B. Larangan memakan yang haram dan macam-macamnya
C. Macam-macam makanan dalam kategori pokok

III. PEMBAHASAN
A. Perintah memakan yang halal dan baik
1. QS. Al-baqarah : 168
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ ﴿168﴾

Artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.
Dalam ayat ini Ibnu Abbas mengatakn bahwa ayat ini turun mengenai suatu kaum yang terdiri dari bani Tsqif, bani Amr bin sa’saah, khuzaah dan bani mudli. Mereka mengharamkan menurut kemauan mereka sendri, memakan beberapa jenis binatang seperti bahirah, yaitu onta betina yang telah beranak lima kali dan anak kelima itu jantan, lalu dibelah telinganya. Dan wasilah yaitu dmba yang beranak dua ekor, satu jantan dan satu betina lalu anak yang jantan tidak boleh dimakan dan harus diserakan kepada berhala. Padahal Allah tidak mengharamkan memakan jenis binatang itu, bahkan telah menjelaskan apa-apa yang diharamkan memakanya.
Tidak semua yang ada didunia otomatis halal dimakan atau digunakan. Dengan demikian tidak semua yang ada dibumi menjadi makanan yang halal karena bukan semua yang dicipakanya untuk dimakan manusia, walau semua untuk kepentingan manusia. Karena itu, Allah memerintahkan untuk memerintahkan untuk makan makanan yang halal.
Makanan yang halal adalah makanan yang tidak haram, yakni memakanya tidak dilarang agama. Makanan haram ada dua macam yatiu yang haram karena dzatnya, seperti babi, bangkai, dan darah; dan yang haram karena sesuatu bukan dari dzatnya, seperti makanan yang tidak diizinkan oleh pemiliknya untuk dimakan atau digunakan. Makanan yang halal adalah yang bukan termasuk kedua macam ini. Perlu digaris bawahi bahwa perintah ini ditujukan kepada seluruh manusia, Allah berfirman: Wahai orang-orang kafir, makanlah yang halal, bertindaklah sesuai dengan hukum, karena itu bermanfaat untuk kalian dalam kehiduan dunia kalian.
Namun demikian, tidak semua makanan yang halal otomatis baik. Karena yang dinamai halal terdiri dari empat macam: Wajib, sunnah, mubah, dan makruh. Aktivitaspun demikian. Ada aktifitas yang, walaupun halal, namun makruh atau sangat tidak disukai Allah, misalnya pemutusan hubungan. Yang diperintahkan oleh ayat diatas adalah yang halal lagi baik.
Kata ath-thayyibat adalah bentuk jamak dari kata thayyib. Dari segi bahasa, ia dapat berarti baik, lezat, menentramkan paling utama, dan sehat. Dapat juga dikatakan bahwa yang tyayyib dari makanan adalah yang mengundang selera bagi yang memakanya dan tidak membahayakan fisik serta akalnya. Tentu saja iapun harus halal. Karena itu, perintah makan jika menyebut kata thayyib selalu dirangkaikan dengan kata yang menggunakan kata halal.
B. Larangan memakan yang haram dan macam-macamnya
1. QS. Al-maidah: 3
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ﴿3﴾
Artinya: “ Diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan yang disembelih atas berhala-berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, itu adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang yang kafir telah berputus asa untuk (mengalahkan) agama kamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah Ku-cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah ku-ridhai islam menjadi agama bagi kamu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan dan tanpa sengaja berbuat dosa, maka sesunggunya Allah maha pengampun lagi Maha penyayang. “
Yang dimaksud bangkai adalah binatang yang berhembus nyawanya tidak melalui cara yang sah. Sedangkan darah adalah darah yang mengalir bukan yang subtansi asalnya membeku. Dan binatang yang ketika disembelih disebut nama selain Allah, artinya bahwa binatang semacam itu baru haram dimakan bila disembelih dalam keadaan menyebut selain nama Allah. Dan yang terakhir yaitu keadaan teraksa, maksudnya adalah keadaan yang diduga dapat mengakibatkan kematian: sedang tidak menginginkanya adalah tidak memakanya padahal ada makanan halal yang dapat ia makan, tidak pula memakanya memenuhi keinginan seleranya.
C. Macam-macam makanan dalam kategori pokok
1. Nabati
Tidak ditemukan satu ayatpun yang secara explisit melarang makanan memperhatikan makananya menyebutkan sekian banyak jenis tumbuhan yang telah disiapkan Allah untuk kepentingan manusia dan binatang.
Kalaupun ada tumbuh-tumbuhan tertentu, yang kemudian terlarang. maka hal tersebut termasuk dalam larangan umum memakan sesuatu yang buruk, atau merusak kesehatan.
Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya sesungguhnya kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit). kemudian kami belah bumi denagn sebaik-baiknya. lalu kami tumbuhkan biji-bijian dibumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan untuk kesenangan kamu dan untuk binatang ternakmu.
2. Hewani
Adapun makanan jenis hewani, maka alqur’an membaginya dalam dua kelompok besar, yaitu yang berasal dari laut dan darat.
Buruan laut maksudnya adalah binatang yang diperoleh dengan usaha seperti mengail, mengukat, dan sebagainya. Baik dari laut, sungai, danau, kolam, dan lain-lain. Sedang kata makanan yang berasal dari laut adalah ikan dan semacamnya yang diperoleh dengan mudah karena telah mati sehingga mengapung. Memang ada ulama’ yang mengecualikan hewan yang dapat hidup didarat dan dilaut. Namun pengecualian tersebut diperselisihkan para ulama’. Apa lagi ia bukan datang dari alqur’an. Tetapi riwayat yang dinisbatkan kepada nabi SAW.

IV. KESIMPULAN

V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami paparkan, tentunya masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kritik dan saran sangat diharapkan pemakalah demi membangun kesempurnaan makalah berikutnya, dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin

DAFTAR PUSTAKA

Shihab M. Quraisy, Tafsir al-misbah, Jakarta; Lentera hati, 2002
Shihab M. Quraisy, Tafsir al-misbah, Jakarta; Lentera hati, 2002
Al-qur’an dan tafsirnya. Yogyakarta: UII. Hlm. 283. juz 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s