SEJARAH ISLAM DALAM PANDANGAN ORIENTALIS

Standar

SEJARAH ISLAM DALAM PANDANGAN ORIENTALIS

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Orietalisme
Pengampu : Dra. Yusriyah, M.Ag

Disusun oleh :

Lathif ardani (094111006)

FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010

I. PENDAHULUAN
Orientalis menurut sebagian kalangan umum sering kali dianggap sebagai momok yang harus diwaspadai dan disingkirkan jauh-jauh dari kita khususnya agama islam. Dalam hal ini untuk memberi kesan seolah-olah objektif dan otoritatif, orientalis biasanya berkedok sebagai pakar dalam bahasa, sejarah, agama dan kebudayaan. Baik yang jauh maupun yang dekat.
Bagi sebagian yang lain tidaklah demikian, disatu sisi orientalis sangat merugikan kita sebagai orang muslim, karena kajian dan analisis yang dilakukanya sangatlah mendiskreditkan dunia islam. Tetapi disisi lain mereka melakukan analisis dan kajian dengan begitu objektif. Banyak orientalis yang telah berusaha memutar balik esensi sejarah Islam yang telah tercatat dalam sejarah kemanusiaan pada fase-fase sejarah yang berbeda.

II. RUMUSAN MASALAH
Pandangan Orientalis Terhadap Sejarah Islam

III. PEMBAHASAN
Kalangan orientalis sering memutarbalikkan maksud nash (teks) secara sengaja dengan membuat kesimpulan yang menyesatkan. Historia est magistra vitae, sejarah adalah guru kehidupan. Di antara bentuk penyimpangan yang sering dilakukan kalangan orientalis ini adalah memutarbalikkan maksud nash (teks) secara sengaja dengan tujuan membuat kesimpulan-kesimpulan yang tidak ada hubungannya dengan nash tersebut. Bentuk penyimpangan lainnya adalah dengan cara menambah atau menghilangkan beberapa kalimat, sehingga nash tersebut memberikan makna yang tidak ada lagi kaitannya dengan nash itu sendiri.

Bagaimana pandangan orientalis terhadap sejarah Islam. Misalnya Montgomery Watt, orientalis Inggris, memberi interpretasi tentang Jihad dari kacamata materialisme belaka, dengan mengaitkan untung ruginya. Disini dapat dilihat bahwa ternyata dia tidak bisa melihat kenyataan bahwa perlawanan paling gigih dalam menghadapi kolonialisme barat di timur, Islam merupakan motivator terpenting yang hingga saat ini masih menggema di berbagai tempat. Seandainya ucapannya benar, pasti Islam telah sirna dari muka bumi sejak lama dan tidak perlu dipelajari lagi oleh kaum orientalis.
Penggambaran yang salah ini sebagai tonggak awal munculnya gerakan orientalisme. Orang-orang orientalis saling bahu-membahu menyimpangkan bentuk islam dan potret yang sebenarnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Hal ini digambarkan oleh seorang orientalis kondang bernama Montgomery watt mengungkapkan dalam bukunya. Ia mengatakan sebagi berikut: sesungguhnya aqidah ajaran islam terdiri dari bentuk penyimpangan dari ajaran kristen. Islam adalah sebuah agama yang ganas dan tersebar melalui pedang. Agama islam mengajak manusia agar menyibukkan diri dalam dunia nafsu, terutama nafsu seksual. Dan dalam pribadi muhammad sendiri terdapat kelemahan akhlaq. Berarti muhammad adalah seorang pendiri agama yang menyimpang. Karena itu hendaknya dijadikan prinsip bahwasanya muhammad merupakam senjata atau tangan kananya setan. Bahkan bangsa eropa pemeluk masehi pada abad pertengahan menamakanya setan.
Sudah jelas bahwa tujuan mereka menyebarluaskan islam yang salah dan menyeramkan, mencakup dua macam :
1. Mengadakan kesenjangan sehingga islam tidak dapat tersiar dieropa seperti tersiarnya pada bangsa lain.
2. Menumbuhkan keraguan dalam hati umat islam terhadap ajaran agamanya dan berusaha untuk memurtadkan mereka dari islam dengan cara kristenisasi. Dan ini merupakan tujuan yang paling penting.
Karena itu tidaklah mengherankan bila disana ada kaitan antara gerakan kristenisasi dengan orientalisme dibarat dan akhirnya orientalisme bergerak dengan resmi dengan hasil dari usulan yang diajukan oleh seorang pembaptis bernama Reymond lull. Dengan diterimanya usulan tadi menunjukkan bukti adanya gerakan kristenisasi dibarat, khususnya setelah kegagalan mereka dalam peperangan salib, yang dimaksudkan untuk mewujudkan angan-angan dan keinginan mereka yang pokok, yaitu memurtadkan umat islam. Namun demikian jiwa dan semangat kristenisasi dan permusuhanya terhadap islam tetap tumbuh membengkak dan berkembang terus. Disampiing itu jiwa dan semangat gerakan kristenisasi dibarat juga ikut menyuburkan pertumbuhan gerakan orientalisme, bahkan mengarahkan dan menuntunya. Kemudian pada tahun 1636 M, didirikan fakultas khusus bahasa arab diuniversitas Cambridge.
Dr. Hitti melancarkan tuduhan bahwa nabi muhammad SAW.adalah seorang penipu yang lihai. Uraian yang dikemukakanya tentang kehidupan beliau memberikan kesan kepada pembacanya bahwa dia benar-benar telah merencanakan tulisan itu secara cermat. Dalam komentarnya mengenai berbagai kejadian sesudah hijrah nabi. Dia menulis sebagi berikut:
Dimadinah orang-orang yang menunggu beliau secara berangsur-angsur surut kebelakang, karena munculnya tokoh politisi dan praktisi yang mengelola urusan mereka. Suatu perubahan dalam sifat wahyu-wahyu tampak jelas. Wahyu-wahyu yang tegas dan keras yang menekankan keesaan Allah, sifat-sifat-Nya dan kewajiban manusia terhadap-Nya, dan yang disampaikan dalam gaya sastrawi dan penuh berirama, sekarang berubah menjadi wahyu-wahyu berkepanjangan yang kurang menarik berisi pembicaraan tentang persoalan-persoalan seperti ibadat dan salat, perkawinan dan perceraian, budak dan tawanan perang. Dengan pretensinya dengan penguasaan bidang studi itu, Dr. Hitti ternyata telah gagal mengungkapkan makna yang sebenarnya dari peristiwa hijrah itu. Di mekkah nabi muhammad telah lebih dari pada seorang penyampai suatu ajaran sedangkan di madinah beliau mengorganisasikan orang-orang mukmin mejadi suatu masyarakat yang bersatu dengan kuatnya, sehingga dengan perkataan lain beliau menerjemahkan ajaran yang beliau bawa itu kedalam kehidupan nyata. Apa yang terjadi di madinah setelah hijrah itu diyakini baik oleh orang-orang bukan muslim maupun orang-orang muslim bahwa nabi muhammad SAW. Menduduki peringkat tertinggi penegak hukum terbesar yang dikenal dalam sejarah. Dr. Hitti tidak dapat memahami Allah yang telah menyelamatkan nabi muhammad dari ancaman para pembunuh beliau di mekkah.

IV. KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat dilihat bagaimana sikap para kaum orientalis terhadap islam dan sikap itu bukan masalah baru, akan tetapi merupakan sesinambungan tipudaya musuh-musuh islam dari sejak dulu, namun lebih berkembang dan lebih banyak pola dan metodenya. Sesungguhnya sikap kaum orientalis tetap dalam sikap permusuhan terhadap aqidah, yang merupakan permusuhan paling dahsyat dan berbahaya lagi keji yang dialami islam sepanjang perjalanan sejarahnya. Sebab permusuhan itu dari hasil keja sama dan saling bantu-membantu antara satu dengan yang lain, yaitu menyatukan permusuhan kaum musyrikin yang diramu dalam satu wadah orientalisme.

V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami paparkan, tentunya masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kritik dan saran sangat diharapkan pemakalah demi membangun kesempurnaan makalah berikutnya, dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin

DAFTAR PUSTAKA

Jamilah, maryam. 1997. Islam dan orientalisme. Jakarta: PT Rajagrafindo persada

Dr. ahmad abdul hamid ghurab. 1992. Menyingkap tabir orientalisme. Jakarta timur: Pustakan Al-kautsar

http://varossita.blogspot.com/2010/10/pergeseran pandangan para orientalis

http://Koran.republika.co.id/koran /0/ 102339/ Pandangan orientalis terhadap sejarah islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s