PERADABAN ISLAM DI MASA SULAIMAN BIN ABDUL MALIK

Standar

PERADABAN ISLAM DI MASA
SULAIMAN BIN ABDUL MALIK
I. PENDAHULUAN
Pada pemerintahan sulaiman banyak sekali terjadi kontroversi mengenai siapakah pengganti dari saudaranya, al-Walid. al-Walid yang menginginkan anaknya menjadi penggantinya tetap bersikukuh dengan pendiriannya.
Banyak gejolak yang timbul akibat kontroversi pemerintahan Sulaiman bin Abdul Malik. Dan banyak terjadi ekspansi dan ekspedisi-ekspedisi ke Jujar dan Tabaristan pada masa pemerintahannya.
Sulaiman bin Abdul Malik dalam kaitan mengenai kekholifahannya , bahwa ternyata seorang putra yang tidak pantas dan seorang adik yang tidak bernilai. Di masa pemerintahannya yang singkat, tiga tahun, dia banyak melakukan hal yang tolol. Dia bersikap baik terhadap bangsa Arab Yaman dan membenci bangsa Arab Hijaz. Ia senang sekali bersenang-senang dan disanjung-sanjung.
II. RUMUSAN MASALAH
A. Siapa Sulaiman bin Abdul Malik?
B. Bagaimana Perjalanan Politik Sulaiman bin Abdul Malik?
III. PEMBAHASAN
A. Sekilas Tentang Sulaiman bin Abdul Malik
Dia bernama Sulaiman bin Abdul Malik bin Marwan. Dia dilahirkan pada tahun 54 H. Dia adalah adik dari khalifah sebelumnya al-Walid. Dia menjadi kholifah kurang lebih selama tiga tahun yaitu pada tahun 96-99M/714-717 H. Dia adalah kholifah ketujuh dari daulat bani Umaiyyah. Dia memperoleh tahta sesuai dengan wasiat dari ayahnya yaitu Abd al-Malik, agar anaknya Walid dan Sulaiman menjadi kholifah sesudahnya. Setelah al-Walid I wafat, dia secara otomatis naik tahta menjadi kholifah menggantikan adiknya. Sebelum menjadi kholifah dia menjadi gubernur di Ramlan.
Sebelum wafat al-Walid pernah bermaksud untuk memecat Sulaiman dari kedudukannya sebagai putra mahkota. Hal ini dikarenakan ia ingin mengangkat putranya sendiri yang bernama Abdul Aziz untuk menggantikannya. Tetapi usaha yang dilakukan al-Walid untuk menggeser putra mahkota itu berdampak buruk, karena menyebabkan awal pemerintahan Sulaiman diwarnai dengan aksi balas dendam terhadapnya.
B. Perjalanan Politik Sulaiman bin Abdul Malik
Tatkala duduk sebagai kholifah, dia memerintahkan semua jajaran dan rakyatnya untuk melakukan sholat tepat pada waktunya dimana sebelumnya diakhirkan hingga keakhir waktunya. Era sulaiman dikenal kurang baik dibandingkan dengan pendahulunya (al-Walid) dan penggantinya (Umar II). Para jenderal yang mengharumkan nama Islam di tiga benua pada masa pendahulunya, justru dipecat oleh Sulaiman dengan tidak hormat. Seperti Musa dan Thariq dipecat dan diambil kekayaan mereka dengan alasan mereka tidak patuh pada perintah Sulaiman. Putra Musa al-Aziz dibunuh dengan alasan menikahi janda Roderic. Keponakan Musa, al-Ayub dipecat. Ibn Qosim dibunuh secara keji karena ia adalah keponakan dan menantu Hajaj. Hajaj pernah usulkan kepada al-Walid untuk pembatalan wasiat Abd al-Malik dan mengangkat putranya Walid sendiri sebagai khilifah, namun al-Walid wafat dan Hajjaj pun wafat sebelum al-Walid wafat, maka kemarahannya jatuh kepada keluarga Hajjaj.
Di awal pemerintahannya diwarnai dengan aksi balas dendam terhadap pemimpin-pemimpin besar yang pernah ada dalam sejarah. Pada masa pemerintahannya dia hendak melaksanakan aksi balas dendam terhadap hajjaj yang mendukung Walid ketika Walid mau mengesampingkan hak dia sebagai pengganti kholifah.
Para pemimpin itu sebelumnya telah sepakat dengan saudaranya, Walid, untuk menurunkan sulaiman dari kedudukannya sebagai putra mahkota dan menggantinya dengan anaknya. Mereka yang setuju itu adalah Muhammad bin Qosim dan Qutaibah bin Muslim.
Tetapi ada pula orang berkata bahwa Qutaibah ibnu Muslimlah yang lebih dahulu berusaha untuk memecat Sulaiman, lantaran ia sangat takut kepadanya. Karena itu, maka Bani Tamim yang merupakan inti dalam pasukan Qutaibah memberontak terhadap Qutaibah sendiri.
Setelah naik tahta Sulaiman membebaskan siapa saja yang dipenjara oleh Al Hajjaj dan dia menindas para pendukung Walid. Akibat perlakuan buruk terhadap para pahlawan termasyur ini perkembangan islam menjadi terganggu.
Pada masanya dia bersikap baik terhadap bangsa Arab Yaman dan memusuhi Arab Hijjaz. Yazid bin Muhallab yang tidak disukai pada masa pemerintahannya Walid kembali memperoleh kekuasaan sebagai gubernur khurasan.
Prestasi Sulaiman yang patut dicatat adalah ia membatalkan wasiaaat ayahnya dan mengangkat Umar II sebagai penggantinya. Menurut penulis Sulaiman membayar hutang budi kepada Umar II, barangkali inilah salah satu faktor dan sekaligus sebagai balas jasa kepada Umar II yang membela Sulaiman ketika al-Walid memaksa dalam pertemuan rahasia antara kholifah dengan tiga orang Gubernur Jendral -Musa, Hajjaj, Umar II, dimana Umar II menolak untuk mengkhianati seorang yang kepadanya memberikan sumpah setia saat menjabat sebagai Gubernur semasa Abd Malik selama tujuh tahun. Umar II memprotes wasiat Abd Malik itu bahwa sesudah al-Walid I, Sulaiman menjadi putra mahkota ,hanya dapat diubah apabila rakyat setuju maka harus diserahkan dulu kepada kehendak rakyat.Menjelang Sulaiman wafat ia tinggalkan wasiat tertulis yang menetapkan umar II sebagai penggantinya.
Penaklukan dimasa pemerintahannya sangatlah terbatas. Dikawasan barat dia menyerang Konstatinopel melalui darat dan laut. Pada tahun 98H/716 M, Sulaiman dengan petunjuk jendral Bizantium, bernama Leo memutuskan untuk menaklukan Konstatinopel. Untuk tujuan ini dia mengirim satu pasukan dibawah pimpinan maslamah yang menyebrangi Helespoin tanpa mendapat perlawanan dan mengepung Konstatinopel. Tetapi tanpa diduga leo diangkat oleh bangsa romawi yang ketakutan untuk menduduki tahta kerajaan. Karena itu Leo memutuskan hubungan dengan Islam. Orang Islam dikalahkan dan mengalami kesulitan karena kelaparan, kedinginan dan penyakit sampar selama satu tahun.Armada itu terpaksa mundur. Kholifah juga sangat terkejut dengan pengkhianatan Leo. Penyerangan ini dipimpin oleh Maslamah bin Abdul Mali.Maslamah terus tinggal disitu dan berjanji tidak akan kembali sebelum menaklukan Konstatinopel. Sedangkan dikawasan lain Yazid bin Muhallab berhasil menaklukan Jurjan dan mengirimkan harta rampasan yang berlimpah ruah kepadanya. Sehingga pada masanya terjadi ekspansi ke Iran.
Selain ekspensi berlanjut ke bagian pegunungan di Iran seperti Thibristan. Sulaiman dikenal untuk kemampuan pidatonya yang luar biasa namun hukuman matinya kepada ke tiga jendralnya menyuramkan reputasinya. Dimasa pemerintahannya dia terkenal dengan kehidupannya yang mewah. Dia sangat baik terhadap para sahabatnya namun sangat kejam terhadap musuh-musuhnya.Satu-satunya jasa yang diberikan kepada negara adalah dia mengangkat saudara sepupunya yang handal, Umar untuk menduduki tahta kerajaan yang karena perbuatan besarnya dia disebut “kunci rahmat”.
IV. SIMPULAN
Pada masa pemerintahan Sulaiman banyak sekali terjadi kontroversi-kontroversi baik sebelum atau sesudahnya. Sebelumnya telah disinggung mengenai wasiat ayahny Abdul Malik yang menginginkan anaknya al-Walid dan Sulaiman menjadi kholifah menggantikan dirinya. Namun al-Walid menginginkan yang menggantikan diriny adalah anaknya yaitu Abdul Azis.
Pada masa pemerintahannya dia hendak melaksanakan balas dendam tehadap Hajjaj yang mendukung al-Walid ketika Walid mau mengesampingkan hak dia sebagai pengganti khilifah. Tetapi Hajjaj meninggal terlebih dahulu sebelum al-Walid sehingga aksi balas dendamnya itu ditimpakan kepada keluarga Hajjaj dan para pendukung al-Walid dengan kekejaman yang mengerikan.
Segera setelah menjadi kholifah Sulaiman membuka pintu-pintu penjara dan membebaskan orang-orang yang dipenjara oleh Hajaj. Pada masanya dia bersikap baik terhadap bangsa Arab Yaman dan memusuhi Arab Hijaz. Untuk menyenangkan hati kholifah dia melancarkan ekspedisi-ekspedisi ke Jurjan dan Thibristan, dan mengirimkan harta rampasan yang berlimpah ruah kepadanya.
V. PENUTUP
Demikian makalah yang dapat kami buat. Dan kami menyadari dalam penulisan makalah ini banyak sekali kesalahan dan kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan dami kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA
Al Usairy, Ahmad. Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam hingga Abad XX. Jakarta: Akbar Media Eka Sarana. 2009.
Karim, M. Abdul. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. 2007. Cet.I
Mahmudun, Nasir. Islam Konsepsi dan Sejarahnya. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. 1994.
Syalabi, Ahmad. Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 2000), hal. 94, cet. 4

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s