PERADABAN ISLAM PADA MASA MARWAN BIN HAKAM

Standar

PERADABAN ISLAM PADA MASA MARWAN BIN HAKAM
MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu: Drs. H. M. Solikhin Nur, M. Ag

Disusun oleh:
Nayla Zati Zulalina (103111080)
Niam Pathul Hadi (103111081)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011

PERADABAN ISLAM PADA MASA MARWAN BIN HAKAM

I. PENDAHULUAN

Marwan bin Hakam merupakan salah satu khalifah dari daulat Bani Umayyah yang berkuasa kurang lebih satu tahun yakni tahun 64-65 H. Dia merupakan Khalifah yang dari silsilah keturunan merupakan cucu dari Abul ‘Ash bin Umaiyyah atau saudara dari kakak Muawiyyah bin Abi sofyan.
Marwan bin Hakam juga termasuk pembesar Quraisy yang disegani, dia adalah seorang yang bijaksana, berpikiran tajam, fashih berbicara dan juga pemberani dia ahli dalam pembacaan Al-qur’an serta banyak pula meriwayatkan hadist-hadits dari para sahabat Rasulullah terkemuka terutama dari Umar bin Khatab dan Ustman bin Affan.
Dalam masa satu tahun pemerintahannya dia banyak menghadapi perjuangan-perjuangan panjang diantaranya yaitu dia harus melawan orang dari kabilah Ad-Dhahak Ibnu Qais dan juga melawan penduduk Iraq, Hijaz, Mesir dan penduduk Timur Tengah lainya.
Maka dari itu dalam makalah ini akan menguraiakan beberapa hal mengenai peradaban pada masa kekuasaan bani Umaiyyah ketika Marwan bin Hakam menjabat sebagai khalifah.

II. RUMUSAN MASALAH

A. Siapa Marwan bin Hakam ?
B. Bagaimana Perjalanan Politik Marwan bin Hakam ?
C. Bagaimana Akhir Masa Pemerintahan Marwan bin Hakam ?

III. PEMBAHASAN

A. Sekilas tentang Marwan bin Hakam
Marwan bin Hakam merupakan Khalifah keempat dari daulat bani Umaiyyah setelah Muawiyyah II atau Muawiyyah bin Yazid berkuasa hanya 40 hari saja. Dan jika dilihat dari silsilah dia merupakan cucu dari Abul ‘Ash yang juga merupakan kakek dari Ustman bin Affan.
Setelah terputusnya keturunan Muawiyyah dalam melanggengkan kekuasaan dikarenakan berakhirnya kekuasaan Muawiyyah II atau Muawiyyah bin Yazid maka kursi kekuasaan pun beralih ke bani Marwan setelah keluarga besar Umaiyyah mengangkatnya sebagai khalifah. Karena dari keluarga besar Umaiyyah beraggapan bahwa Marwan bin Hakam adalah orang yang tepat untuk mengendalikan kekuasaan karena pengalamanya.
Dan juga ketika itu banyak terjadi perecahan ditubuh bangsa Arab sendiri selain juga adanya pemberontakan kaum Khawarij dan Syi’ah yang bertubi-tubi sehingga dalam keadaan tersebut sangat rawan sekali terajadinya perpecahan.
B. Perjalanan Politik Marwan bin Hakam
Dalam perjalanan karier politik Marwan bin Hakam sebenarnya sudah dimulai sejak pada masa khalifah Ustman bin Affan. Tapi kemudian setelah terjadi perang jamal yakni peperangan antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyyah bin Abi SAofyan setelah peperangan selesai, kemudian Marwan mengundurkan diri dari gelanggang politik dia memberikan bai’ah dan memberikan sumpah setianya atas Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah.
Akan tetapi setelah Muawiyyah bin Abi Sofyan menjadi Khalifah, dia pun diangkat Muawiyyah sebagai bagian dari pemerintahannya atas segala bantuannya yang telah ia berikan pada Muawiyyah pada saat perang Jamal yaitu ketika Marwan memegang stempel khalifah Ustman. Dan juga karena Muawiyyah beranggapan bahwa Marwan juga telah melakukan peranan penting dalam peristiwa perang Jamal, yakni melemahkan Ali serta menewaskan Thalhah dengan panahnya.
Berdasarkan pada hal-hal diatas, maka Muawiyyah pun mengangkat Marwan bin Hakam menjadi gubernur di Madinah ketika masa pemerintahan Yazid bin Muawiyyah dan juga menjadi pembantunya yang terdekat dalam kursi pemerintahan, serta menjadi salah seorang penasehat pemerintahan di Damaskus.
Marwan bin Hakam muncul sebagai calon khalifah yang dapat berkompromi. Meskipun Muawiyyah sudah melepaskannya untuk anak laki-lakinya yang brnama Yazid. Akan tetapi Marwan bin Hakam masih merupakan anggota bani Umaiyyah yang senior. Dan dia juga berjanji kepada kelompok suku di Sakun untuk memberikan banyak tanah di Balqa’ yang terletak di wilayah Yordania. Maka kemudian Marwan pun disetujui sebagai Amirul Mu’minin yang baru dan sebagian besar bangsa Syiria bersatu dibelakangnya.
Menurut suatu riwayat juga disebutkan bahwa sebenanya Murwan bin Hakam hampir saja pergi menemui Ibnu Zubair untuk membaiatnya menjadi khalifah, kalau tidaklah Ubaidillah Ibnu Ziyad berkata padaya “ Aku merasa malu atas kehendakmu itu, engkau adalah pembesar dan pemimpin Quraisy, mereka akan mengikuti apa yang engkau perbuat “ mendengar ucapan itu tumbuhlah suatu harpan dalam hati Marwan bin Hakam, dan dia pun menjawab “ kita belum terlambat “ itulah ungkapan yang ditulis oleh Prof.Dr. Syalabi yang dikutip dari kitab Tarikh Umami Wal Mulk.
Tapi dalam versi lain ada yang mengatakan bahwa pemerintahan Marwan bin Hakam pertama berkuasa adalah ketika masa khalifah Abdullah Ibnu Zubair masih berkuasa dan menyatakan pemerintahan Marwan bin Hakam adalah tidak legal karena dia berkuasa pada saat pemerintahan Abdullah Ibnu Zubair masih berkuasa di Syam.
Dan setelah meninggalnya Yazid bin Muawiyah yang mengundurkan diri dari kekuasaan dan kemudian menyendiri, maka Bani Umaiyyah pun segera mengangkat Marwan bin Hakam pada tahun 64 H/ 685 M.
Terlepas dari kontroversi mengenai keabsahan khalifah Marwan bin Hakam dia pun memiliki banyak tugas diantara tugasnya yang pertama adalah menyelematkan kedudukannya dan mengembalikan orang-orang suku di Jazirah kedalam kekuasaannya. Pertempuran Marj Rahit menghasilkan kesepakatan untuk mendukungnya dan sekarang dia melanjutkan perlawanannya terhadap pripinsi-propinsi lain yang mendukung dan menerima Ibnu Zubair dan Mesir pun menjadi sasaran pertama yang dituju dia. Dan akhirnya dia pun mampu menguasai Syam kembali dan kemudian mengambil Mesir dari tangan Abdullah Ibnu Zubair,
Selain dia dapat menguasai Syam dan mengambil kembali Mesir dari tangan Ibnu Zubair dia pun juga dapat mengalahkan kabilah Ad-Dahhak bin Qais, serta menempatkan putranya yakni Abdul Aziz sebagai gubernurnya. Abdul Aziz adalah ayah Umar, seorang khalifah Bani Umaiyyah yang masyhur.
C. Akhir Masa Pemerintahan Marwan bin Hakam
Marwan bin Hakam hanya sebentar dalam menduduki kursi kekhalifahan yakni tahun 64-65 H atau 684-685 M. Dalam masa pemerintannya yang hanya satu tahun tersebut dia mengalami banyak pemberontakan yang dilakukan oleh kaum Khawarij dan Syi’ah serta perlawanan dari penduduk-penduduk Syam, Hijaz, dan Mesir serta Bangsa Arab lainnya.
Meskipun dia hanya berkuasa selama satu tahun atau yang lebih tepatnya adalah Sembilan bulan delapanbelas hari akan tetapi dia mampu mengatasi pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum Khawarij dan Syi’ah serta penduduk-penduduk yang tidak mau menerima Marwan bin Hakam sebagai Khalifah.
Selain itu dia juga merupakan khalifah yang melahirkan penguasa-penguasa yang menjadi puncak kejayaan dalam Sejarah peradaban islam ketika daulah bani Umaiyyah berkuasa. Dan untuk mengukuhkan jabatan khilafahnya itu, Marwan bin Hakam yang sudah berusia 63 tahun kemudian mengawini Ummu Khalid yakni ibu Khalid bin Yazid atau saudaranya Muawiyyah II. Meskipun dalam perkawinan itu sangat kental dengan aroma politik. Karena dengan mengawini janda Yazid, Maka Marwan bermaksud menyingkirkan Khalid atau saudara dari Yazid dari tuntutan khilafah.
Dalam suatu kesempatan, Marwan sempat memberikan ejekan kepada Khalid dan ibunya. Akibatnya fatal yang kemudian Ummu Khalid menaruh dendam yang luar biasa pada Marwan bin Hakam. Dan pada suatu kesempatan ketika Ummu Khalid mendatanginya bersama para dayang dan kemudian Ummu Khalid pun membunuh Marwan bin Hakam dengan mencekik lehernya ketika dia dalam keadaan tidur . Marwan meninggal pada usia 63 tahun. Dan akhirnya Ia pun hanya menjabat sebagai khalifah selama 9 bulan 18 hari.
Dan kemudian tahta kekhalifahan pun diwariskan pada anaknya yang bernama Abdul Malik.

IV. KESIMPULAN

Dari pemaparan-pemaparan diatas dapat diketahui bahwa Marwan bin Hakam merupakan khalifah keempat dari daulat Bani Umaiyyah seteleh Muawiyyah II atau Muawiyyah bin Yazid, dan dalam masa pemerintahannya dia hanya menduduki kursi kekhalifahan tersebut kurang lebih selama 1 tahun yakni tahun 64-65 H atau 685-686 M.
Dalam masa satu tahun tersebut dia banyak menhadapi rintangan dalam mempertahankan kursi kekuasaan diantaranya yaitu dia harus menghadapi pemberontak-pemberontak dari kaum Khawarij dan Syi’ah serta penduduk-penduduk yang kurang setuju dengan Muawiyyah karena mendukung Abdullah bin Zubair, ketika dia menjadi seorang khalifah. Meskipun demikian dia pun dapat mengendalikan pemerintahan dengan baik serta dapat meredamkan gejolak-gejolak yang terjadi ketika itu.
Dan dalam perjalanan pemerintahannya dia banyak menuai kontroversi diantaranya yaitu dia sempat menikahi janda Yazid yang diselimuti dengan aroma politik dengan maksud untuk mengalihkan ahli waris tahta kekhalifahan. Kemudian dari darah keturunan Marwan bin Hakamlah roda pemerintahan daulah bani Umaiyyah dilanjutkan yang juga dari khalifah-khalifah tersebutlah daulat bani Umaiyyah berjaya.

V. PENUTUP

Demikian makalah yang yang berjudul “ Peradaban Islam pada Masa Khalifah Marwan bin Hakam” kami buat.Dan kami menyadari dalam penulisan makalah ini banyak sekali kesalahan dan kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya besar harapan kami, semoga makalah ini bisa memberikan sedikit manfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khususnya, Amin.
DAFTAR PUSTAKA

Al-‘Usairy, Ahmad, di terjemahkan oleh Samson Rahman, Sejarah Islam, (Jakarta : Akbarmedia, 2003)
A. Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam, (Jakarta : Al Husna Zikra, 2000), hal 64
A. Shaban, M, Sejarah Islam, ( Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1993)
Amin, Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : Amzah, 2009)
Karim, M. Abdul, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, (Yogyakarta : Pustaka Book Publisher, 2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s