SEDEKAH DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Standar

SEDEKAH DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Hadits Tarbawi
Dosen Pengampu: Prof. Dr. H. M. Erfan Soebahar, M.Ag

Disusun oleh:
Nur Hayati (103111085)
Nur Hidayati (103111086)
Nur Intan (103111087)
Nur Rochmah (103111089)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011
SEDEKAH DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

I. PENDAHULUAN
Agama Islam adalah agama Allah yang sempurna yang selalu memberikan petunjuk–petunjuk kepada umatnya tentang amalan-amalan yang baik. Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi umat manusia yang selalu dicontoh setiap gerak-geriknya. Salah satu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah etika dalam Islam untuk menyayangi sesamanya misalnya saja dengan cara menyedekahkan sebagian dari hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Salah satu etika yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Ummu Bajid adalah untuk tidak menolak orang-orang yang meminta-minta walaupun hanya dengan memberinya sesuatu yang sedikit dan tidak begitu ada harganya. Karena sesungguhnya dengan bersedekah kita akan selalu mendapat pertolongan dari Allah terhadap masalah-masalah kita.
Kemudian dengan bersedekah kita akan belajar berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan atau kurang mampu sekaligus kita belajar untuk ikhlas memberikan sebagian dari harta yang kita miliki kepada saudara-saudara kita yang lain.
Untuk lebih jelasnya, maka dari itu dalam makalah ini akan menguraikan tentang hadits-hadits yang berkenaan dengan sedekah dan tanggung jawab sosial.
II. RUMUSAN MASALAH
A. Apakah Pengertian dari Sedekah?
B. Apa Saja Hadits-Hadits yang Berkaitan dengan Sedekah dan Tanggung Jawab Sosial?
C. Apa Saja Manfaat dari Sedekah?

III. PEMBAHASAN
A. Apa Pengertian Sedekah
Sedekah dalam arti sempit yaitu, kata sedekah berasal dari bahasa arab, al-sadaqah. Kata ini di ambil dari asal kata al-shidq (benar) karena ia menunjukkan kebenaran ibadah untuk Allah. Menurut Al-Jurjani, sedekah adalah pemberian yang diberikan untuk mengharap pahala Allah bukan untuk suatu kehormatan atau kemulyaan. Sementara Al-Raghib Al-Asfahani mengatakan, sedekah adalah harta yang dikeluarkan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah seperti zakat. Bedanya sedekah untuk kategori sunnah dan zakat untuk yang wajib.
Berdasarkan uraian ini, dapat dipastikan bahwa orang yang bersedekah pasti mencintai Allah dan di cintai Allah, karena ia mengalahkan egonya yang memiliki watak cinta harta. Karena orang yang bersedekah lebih mementingkan cinta Tuhan daripada tabiat dirinya, dan rasa takut miskin tidak menghalanginya untuk sedekah, sehingga Allah memberinya rasa aman dari setiap hal yang menakutkan di akhirat.
Sedangkan sedekah dalam arti luas yaitu, bahwasanya sedekah tidak hanya pemberian berupa materi saja atau biasa dikatakan harta benda yang kita miliki khususnya uang, tetapi sedekah itu dapat juga berupa hal-hal yang bersifat non materi. Sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits berikut ini:
Setiap Amal Kebaikan adalah Sedekah
حَدِيْثُ اَبِى مُوْسَى, قَالَ: قَالَ النَبِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : عَلُى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ,قَالُوْا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ: فَيَعْمَلُ بِيَدَ يْهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ قَالُوْا: فَاِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ اَوْ لَمْ يَفْعَلُوْ؟ قَالَ: فَيُعِيْنُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوْفَ, قَالُوْا: فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ؟ قَالَ: فَيَأْمُرُ بِالْخَيْرِ, اَوْقَالَ: بِالْمَعْرُوْفِ, قَالَ: فَإِنْ لَمْ يَفْعَلُوْ؟ قَالَ: فَيُمْسِكُ عَنِ الشَّرِّفَإِنَّهُ لَهُ صَدَ قَةٌ.
Artinya: Hadits Abu Musa, dimana ia berkata: “Nabi SAW bersabda: “setiap muslim wajib bersodakoh”. Para sahabat bertanya: “Apabila ia tidak mempunyai sesuatu?”. Beliau bersabda: “Ia beramal dengan tangannya lalu memberi manfaat bagi dirinya dan ia bersodakoh”. Mereka bertanya: ”Apabila mereka tidak mempunyai kemampuan, apa yang harus ia kerjakan?. Beliau bersabda: “Maka hendaknya ia menolong orang yang sangat membutuhkan pertolongan”. Mereka bertanya: “Apabila ia tidak mengerjakannya?”. Beliau bersabda: ” Maka hendaknya ia menyuruh (orang lain) untuk berbuat baik”. Sahabat bertanya: “Apabila ia tidak bisa mengerjakannya?”. Beliau bersabda: ”Menahan diri dari perbuatan jahat, maka sesungguhnya yang demikian itu merupakan shodakoh baginya” .
Memberi Sedekah Sesuai dengan Kemampuan

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَتْ: قَالَ لِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم (لاَتُوْعِيْ فَيُوْ عِيَ اللهُ عَلَيْكَ ، اَرْضَخَي ماَاَسْتَطَعْتِ(

Artinya: Diriwayatkan dari Asma’ binti Abu Bakar r.a. Nabi SAW pernah bersabda: “jangan simpan uang mu didalam kantung uang oleh karena Allah akan menahan anugerah-Nya darimu. Berikanlah (di jalan Allah) sesuai dengan kemampuan mu.

Senyum adalah Sedekah
عَنْ أَبِى ذَرٍّرَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص م قَالَ: وَتَبَسَّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالْعَظْمَ مِنْ طَرِيْقِ النَّاسِ صَدَقَةٌ وَهَدَيْكَ الرَّجُلَ فِى أَرْضِ الضَّالَّةِ لَكَ صَدَقَةٌ.
Artinya: “Dari Abu Dzar r.a, bahwasannya Rosulullah SAW bersabda senyum mu terhadap wajah sesama saudara mu adalah sedekah kamu menyingkirkan batu-batuan, duri, tulang dari jalanan adalah sedekah. Dan kamu memberi petunjuk kepada orang yang sesat pada suatu negri, adalah sedekah. (H.R. Ibn Hibban dan Baihaqi).
Dari ketiga hadits di atas Rasulullah telah menjelaskan bahwa pada hakekatnya semua manusia sanggup untuk bersedekah baik orang kaya maupun orang miskin, karena seseorang dapat dikatakan bersedekah tidak hanya memberikan sesuatu yang berupa materi saja (uang) tetapi, segala sesuatu amal baik yang mampu kita lakukan kepada orang lain merupakan sedekah. Semisal saja hal yang sederhana yakni senyum, karena dengan kita memberikan senyuman saat bertemu dengan orang lain maka kita telah membuat orang yang bertemu dengan kita bahagia. Kemudian membantu sesama yang sedang kesulitan, tetapi apabila kita tidak sanggup dalam melakukan kebaikan tersebut, sedangkan kita hanya mampu untuk memerintahkan orang lain untuk melakukan perbuatan baik tersebut, maka itu pun dapat dikatakan sebagai sedekah. Selain ketiga hal tersebut sedekah juga dapat berupa jasa.

B. Hadits-Hadits yang Berkenaan dengan Sedekah
1. Hadits tentang anjuran menyegerakan bersedekah
عَنْ سَعِيدْ بِنْ خَالِدْ عَنْ حَارِثَةْ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَلَمْ يَقُوْلُ : تَصَدَّ قُوْا فَإِنَّهُسَيَأْتِيْ عَلَيْكُمْ زَمَانٌ يَمْشِيْ الرَّجُلُ بِصَدَقَتِهِ فَيَقُوْلُ الَّذِيْ يَعْطَاهَا لَوْ جِئْتَ بِهَا بِاْلَا مْسِ لَقَبِلْتُهَا فَأًمَّا اْليَوْمَ فَلَا حَاجَةَ لِىْ بِهَا (أخرجه البخاري والنسائ(
Artinya: “ Dari Said bin Kholid bin Kharisah, Rosuluallah SAW bersabda: Bersedekahlah kamu, karena sungguh akan datang suatu masa yang pada masa itu seorang laki-laki pergi membawa sedekah, lalu tidak ada orang yang mau menerimanya, lalu berkatalah orang yang mau diberi sedekah: sekiranya kamu membawa sedekahmu kemarin, tentulah aku menerimanya. Adapun pada hari ini aku tidak membutuhkannya lagi
عَنْ حَارِثَةَ بْنِ وَهْبِ , قَالَ : رَسُوْلُ اللهِ صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَلَمَ : ” تَصَدَّ قُوْا, فَسَيَأْتِيْ عَلَيْكُمْ زَمَانٌ يَمْشِيْ الرَّجُلُ بِصَدَقَتِهِ لَا يَجِدُ مَنْ يَقْبَلُهَا ” ( أخرجه الطبراني(

Artinya: ”Dari Kharisah bin Wahbi, Rosuluallah bersabda: Bersedekahlah kamu, maka nanti akan datang suatu zaman yang akan kamu jumpai yaitu: seorang laki-laki sedang berjalan membawa sedekahnya, tetapi dia tidak mendapati orang yang akan menerima sedekah”.
Dari kedua hadits diatas dapat kita ketahui bahwasannya hadits tersebut adalah ancaman bagi orang-orang yang sengaja menunda-nunda untuk menyedekahkan hartanya disaat banyak orang fakir yang membutuhkannya. Dia baru mau menyedekahkan hartanya disaat orang tidak memerlukannya lagi. Hadits tersebut juga menunjukkan perlunya cepat-cepat untuk menyedekahkan hartanya jangan menunda-nunda lagi dan menimbun hartanya.
Sabda ini memberikan pengertian pula bahwa pada masa itu, tidak ada lagi orang-orang yang mau menerima sedekah, padahal sedekah itu dibawa berkeliling oleh pemberinya untuk mencari orang yang mau menerimanya, walaupun sedekah itu berupa emas. Jadi selama hayat masih dikandung badan kita dianjurkan oleh Rosuluallah SAW untuk cepat-cepat bersedekah karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput kita, sementara itu orang-orang terlena dengan kesibukan mengumpulkan bahkan menumpuk-numpuk harta dunia.
Pada akhir zaman nanti, dikala kekayaan seseorang berlimpah akan menggundahkan orang yang ingin bersedekah karena tidak ada lagi orang yang mau menerima sedekah itu. Dia berkeliling mencari orang yang menerima sedekahnya tetapi orang yang ditemui mengatakan sudah tidak memerlukannya lagi.
2. Hadits tentang orang yang suka bersedekah dan orang yang kikir

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةْ أَنْ رَسُوْلُ الله صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَلَمْ قَالَ: مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إٍلَّامَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَلَّلهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقَا خَلَفًاوَيَقُوْلُ الاخَرُ: اَلَّلهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا. (رواه البخاري(

Artinya: Hadits Abu Hurairah ra. Bahwasanya Nabi SAW bersabda: “Tidak ada hari dimana hamba-hamba Allah berada di waktu pagi melainkan ada dua malaikat yang turun, dimana salah satu di antara keduanya berdo’a: “Wahai Allah, berikanlah ganti kepada orang yang suka berinfaq”. Dan malaikat lain berdo’a: ”Wahai Allah binasakanlah orang yang kikir”.
Hadits diatas sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an yang menjelaskan bahwa perumpamaan orang yang membelenjakan hartanya dijalan Allah seperti sebuah biji yang tumbuh menjadi pohon yang bercabang tujuh dan pada masing-masing cabang atau tangkainya itu tumbuh seratus biji, atau dengan kata lain harta yang dibelanjakan dijalan Allah akan dilipat gandakan sampai tujuh ratus kali, bahkan sampai tak terhingga jika Allah menghendaki.
Sedekah dapat meringankan beban sesama dan memberikan manfaat untuk umat dan kemanusiaan, karena itu Islam adalah agama yang sangat menganjurkan umatnya untuk suka bersedekah karena sedekah adalah sebaik-baik pintu kebajikan.
3. Hadits tentang tanggung jawab sosial

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ قَالَ مَثًلُ اْلقَا ئِمِ عَلَى حُدُوْدِ اللهِ وَاْلوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمِ اسْتَهَمُوْا عَلَىى سَفِيْنَةِ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ اَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَنَا الَّذِيْنَ فِيْ أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقُوْامِنَ اْلمَاءِ مَرُّوْا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوْا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِبٍيْنَا خَرْقَا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوْهَمْ وَمَاأَرَادُوْاهَلَكُمْ جَمِيْعًاوَإِنْ أَخَادُوْعَلَى أَيْدِيْهِمْ وَنَجَوْا جَمِيْعًا. (رَاوَه البخاري والترمذي(

Artinya: ”Perumpamaan orang yang teguh menjalankan ajaran Allah dan tidak melanggar ajaran-ajaran-Nya dengan orang yang terjerumus dalam perbuatan melanggar ajaran Allah, adalah bagaikan satu kaum yang melakukan undian dalam kapal laut. Sebagian mendapat jatah diatas dan sebagian lagi mendapat jatah dibawah. Penumpang yang berada dibawah, jika mereka hendak mengambil air, mereka harus melewati penumpang yang berada diatas. Lalu mereka berkata “seandainya kita lubangi saja kapal ini, maka kita dapat mengambil air tanpa mengganggu penumpang diatas. Jika perbuatan mereka itu mereka biarkan, maka semuanya akan binasa (tenggelam). Namun jika mereka mencegahnya maka semuanya akan selamat”.
Hadits tersebut menggambarkan bahwa, sekelompok orang mempunyai tugas masing-masing yang satu dan yang lainnya saling mendukung. Seperti halnya ada yang bekerja dibawah dan ada yang diatas kapal, mereka harus tetap konsisten dengan apa yang menjadi tugas mereka ketika ada beberapa waktu saja mereka lengah yang menjadikan tugas mereka terbengkelai maka itu dapat berakibat fatal, baik bagi mereka maupun kaum mereka. Hal tersebut menandakan bahwasannya dibutuhkan sekali adanya kerja kolektif, Jika saja mereka bias menjalankan tugas mereka masing-masing tanpa mengganggu yang lainnya pastilah tujuan yang akan dicapai akan mudah tergapai.
Dari hadits diatas kita dapat mengambil ibrah, bahwasannya setiap diri pribadi seseorang mempunyai tanggung jawab terhadap kondisi sosialnya masing-masing.

C. Manfaat-Manfaat dari Sedekah
Selain sedekah mempunyai manfaat yang sangat besar dalam mensucikan jiwa, ia juga mempunyai manfaat sangat hebat bagi kehidupan dunia dan akhirat, yaitu diantaranya:
1. Sedekah adalah sebaik-baiknya harta investasi
2. Sedekah akan menjadi tameng dari api neraka
Seperti Hadits dibawah ini,

عَنْ اَنَسْ بِنْ مَالِكْ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ الله صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ تَصَدَّقُوْا فَإِنَّ الصَّدَقَةَ فَكَاكُمْ مِن النَّارِ )رواه الدارقطنى والطبرانى وأبو نعيم والبيهقى وابن عساكر(
Artinya : “ Dari Anas bin Malik berkata, Rosuluallah SAW bersabda: bersedekahlah, karna sesungguhnya sedekah itu bisa mencegah dari api neraka”.
Membantu sesama yang dalam kesulitan merupakan bentuk dari sikap peduli yang diperintahkan agama yang dapat menghapus dosa dan kesalahan. Karena mempersiapkan kehidupan jangka panjang adalah tindakan bijak, dan meratapi dan tenggelam dengan penyesalan panjang adalah tindakan bodoh. Oleh karena itu agar umatnya tidak menyesal pada hari kiamat nanti, Nabi menganjurkan untuk bersedekah selagi masih ada yang mau menerimanya karena hal tersebut dapat menyelamatkannya dari siksa api neraka.
3. Sedekah akan menjadi sebuah tempat bernaung kelak dihari kiamat.
4. Sedekah akan menjadi penghalang siksaan
5. Sedekah akan menjadi obat yang sakit
6. Sedekah akan memudahkan segala urusan.
7. Sedekah dapat menghalau bencana
8. Sedekah akan mendatangkan rizki.
9. Sedekah menjauhkan segala kejelekan dan meredam murka Tuhan.
10. Sedekah menghilangkan bekas-bekas dosa.

IV. KESIMPULAN
Hadits pertama dan kedua, menganjurkan kepada kita supaya bersegera memberikan sedekah, jangan menunggu sampai kepada masa tidak ada lagi orang yang mau menerimanaya. Hadits ini memberi pengertian bahwa di akhir zaman akan banyak harta hingga sukarlah bagi seseorang memperoleh orang yang bersedia menerima sedekah.
perumpamaan orang yang membelenjakan hartanya dijalan Allah seperti sebuah biji yang tumbuh menjadi pohon yang bercabang tujuh dan pada masing-masing cabang atau tangkainya itu tumbuh seratus biji, atau dengan kata lain harta yang dibelanjakan dijalan Allah akan dilipat gandakan sampai tujuh ratus kali, bahkan sampai tak terhingga jika Allah menghendaki.
Manfaat-manfaat sedekah diantaranya adalah:
1. Sedekah adalah sebaik-baiknya harta investasi
2. Sedekah akan menjadi tameng dari api neraka
3. Sedekah akan menjadi sebuah tempat bernaung kelak dihari kiamat
4. Sedekah akan menjadi penghalang siksaan
5. Sedekah akan menjadi obat yang sakit
6. Sedekah akan memudahkan segala urusan
7. Sedekah dapat menghalau bencana
8. Sedekah akan mendatangkan rizki.
9. Sedekah menjauhkan segala kejelekan dan meredam murka Tuhan.
10. Sedekah menghilangkan bekas-bekas dosa.

V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami buat, sebagai manusia biasa kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Helaly, Magdy, Dahulukan Iman, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2002)
Azzabidi, Imam, ringkasan shahih Al- Bukhari Arab Indonesia ,(bandung: Mizan,2001), cet. V
Bahreisj, Hussein, Hadits Shahih, ( Surabaya: cv. Karya Utama, 1991)
Fauzi, M Rahman, Wanita yang Dirindukan Surga, (Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2010), cet. II
Fu’ad Abdul Baqi, Muhammad, Terjemah Al-Lu’lu’ Wal Marjan, (Semarang: Al-Ridha, 1993), cet, I
Juwariyah, Hadits Tarbawi, (Yogyakarta: Teras,2010)
Kutub, Muhammad, Percikan Sinar Rosulullah, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1996), cet. III
Muhammad, Teungku Hasbi Ash Shidieqy, Mutiara Hadits 4, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2003), cet. I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s