SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Standar

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Ilmu Pendidikan Islam
Dosen Pengampu: Dra. Hj. Nur Uhbiyati, M.Pd

Disusun oleh:
M. Aqsol (103111060)
Muharom Ikhsan (103111072)
Ni’am Fathul Hadi (103111081)
Nuzul Faizah (103111093)
Rohmatun Naili (103111131)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

I. PENDAHULUAN

Di dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa tujuan kita membentuk negara kesatuan republik Indonesia diantaranya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang dapat survive di dalam menghadapi berbagai kesulitan. Kenyataanya ialah dewasa ini bangsa Indonesia dilanda dan masih berada ditengahtengah krisis yang menyeluruh, krisis politik, ekonomi, hukum, kebudayaan, dan tidak dapat disangkal juga di dalam bidang pendidikan.
Sesungguhnya semenjak jaman perjuangan kemerdekaan dahulu, para pejuang serta perintis kemerdekaan telah menyadari bahwa pendidikan meru-pakan faktor yang sangat vital dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membebaskannya dari belenggu penjajahan. Oleh karena itu, me-reka berpendapat bahwa disamping melalui organisasi po1itik, perjuangan ke arah kemerdekaan per1u dilakukan melalui jalur pendidikan. Dan dalam dunia pendidikan , kedudukan sistem pendidikan sangatlah penting demi tercapainya kualitas pendidikan yang baik.
Maka dari itu dalam makalah ini kami akan membahas beberapa hal mengenai sistem pendidikan Nasional di Indonesia yang meliputi pengertian pendidikan dan pendidikan nasional sebagai suatu sistem.

II. RUMUSAN MASALAH

A. Pengertian Pendidikan Nasional
B. Pendidikan Nasional Sebagai Suatu Sistem

III. PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan Nasional
Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia. Pendidikan masional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewuudkan tujuan nasional. Adapun tujuan dari pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, keribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Dalam rangka membangun pendidikan nasional,menurut M. Ali Hasan dan Mukti Ali dalam bukunya yang berjudul “ Kapita Selekta Pendidikan Islam” ada tiga masalah yang menggangu terwujudnya proses pendidikan nasional yang baik dan teratur, diantaranya:
1. Masalah Sumber Daya Pendidikan.
Pengertian sumber daya pendidikan adalah pendukung dan penunjang pelaksanaan pendidikan yang terwujud sebagai tenaga, dana, sarana dan prasarana yang tersedia atau diadakan dan didayagunakan oleh keluarga, masyarakat, peserta didik dan pemerintah, baik sendiri sendiri maupun bersama-sama.
Guru merupakan faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu dibutuhkan guru pada semua jenis dan jenjang pendidikan dalam jumlah dan kualitas yang mumpuni .
Pendayagunaan guru meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, penempatan, mutasi guru, peningkatan karir dan kesejahteraan guru, dalam pendayagunaan guru ini masalah utama yang dihadapi yaitu kesenjangan antara formasi yang tersedia dengan kebutuhan nyata. Upaya pendayagunaan guru melalui pembinaan pendidikan dan pelatihan hingga saat ini belum mencapai hasil yang maksimal.
Sistem rekrutmen guru yang ada selama ini masih belum menjamin terjalinya calon guru yang berkualitas yang menguasai bidang studi dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk menjadi guru.
2. Masalah Kurikulum
Pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang di ginakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.
Seirama dengan perkembangan ilmu, teknologi, perubahan budaya, dan pola hidup masyarakat, perubahan atau penyempurnaan kurikulum sangat beralasan. Karena itu, kurikulum jenjang pendidikan dasar dan menengah selalu di kembangkan secara berkesinambungan.
Kedudukan kebudayaan dalm suatu proses kurikulum teramat penting tetapi dalam proses pengembangan seringkali para pengembang kurikulum kurang memperhatikanya .
Dengan demikian perlu diberlakukan penyesuaian kurikulum secepat mungkin dan perbaikan semua unsur yang ada kaitanya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti pembinaan guru secara terpusat.
3. Masalah Anak Didik
Anak Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Progam wajib belajar 9 tahun yang telah dicanangkan pemerintah, dikhawatirkan mengalami hambatan akibat krisis. Program tersebut dihadapkan pada kendala berkurangnya dukungan masyarakat terutama kelas menengah ke bawah untuk turut serta mensukseskanya. Kurangnya dukungan tersebut dipicu oleh kesulitan mereka dalam hal biaya pendidikan yang semakin mahal, seiring menigkatnya biaya operasional pendidikan. Dan perkara tersebut berdampak pada anak-anak yang cenderung terpaksa berhenti sekolah.
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila di bidang pendidikan, maka Pendidikan nasional mengusahakan pertama, pembentukan manusia pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri, dan kedua, pemberian dukungan bagi perkembangan masyarakat, bangsa dan negara yang tangguh yang mengandung makna terwujudnya kemampuan bangsa menangkal setiap ajaran,paham dan ideologi yang bertentangan dengan pancasila.

B. Pendidikan Nasional sebagai Suatu Sistem.
Pendidikan nasional merupakan salah suatu sistem untuk mewujudkan cita-cita bangsa indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan tanpa adanya sistem maka cita-cita tersebut akan mustahil tercapai, karena sistem adalah suatu model berpikir atau suatu cara memendang dan merupakan suatu kesatuan yang utuh dengan bagian-bagiannya yang tersusun secara sistematis yang mempunyai relasi satu dengan yang lainnya.
Sistem pendidikan Nasional dilaksanakan secara semesta, menyeluruh dan terpadu: semesta dalam arti terbuka bagi seluruh rakyat dan berlaku diseluruh wilayah negara, menyeluruh dalam arti mencakup semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan, dan terpadu dalam arti adanya saling keterkaitan antara pendidikan nasional dengan seluruh usaha pembangunan nasional.
Pendidikan nasional yang ditetapkan dalam undang-undang ini mengungkapkan satu sistem yang :
1. Berakar pada kebudayaan nasional dan berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
2. Merupakan suatu keseluruhan dan dikembangkan untuk ikut berusaha mencapai tujuan nasional.
3. Mencakup, baik jalur pendidikan sekolah maupun jaur pendidikan luar sekolah.
4. Mengatur, bahwa jalur pendidikan sekolah terdiri atas 3 jenjang utama dan masing-masing teragi pula dalam tingkatan
5. Mengatur, bahwa kurikulum, peserta didik dan tenaga pendidikan- terutama guru, dosen atau tenaga pengajar, merupakan tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar-mengajar.
6. Mengatur secara terpusat, namun penyelenggaraan satuan dan kegiatan pendidikan dilaksanakan secara tidak terpusat.
7. Menyelenggarakan satuan dan kegiatan penidikan sebagai tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
8. Mengatur, bahwa satuan dan kegitan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat berkedudukan serta diperlakukan dengan penggunaan ukuran yang sama.
9. Mengatur bahwa satuan dan kegiatan pendidikan yang di selenggarakan oleh masyarakat memiliki kebebasan untuk menyelenggarakanya sesuai dengan ciri atau kekhususan masing-masing.
10. Memudahkan peserta didik memperoleh pendidikan yang sesuai dengan bakat, minat dan tujuan yang hendak dicapai.
Untuk mencapai hal-hal tersebut di atas maka sistem pendidikan nasional dilaksanakan melalui bentuk-bentuk kelembagaan beserta program-progamnya dan diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta di bawah tanggung jawab menteri pendidikan dan kebudayaan, dan menteri lainya.
Dalam kelembagaan pendidikan terdiri dari beberapa aspek yakni:
a) Jalur pendidikan yang diantaranya meliputi : jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah
b) Jenjang pendidikan yang meliputi : jenjang pendidikan dasar, jenjang pendidikan menengah dan jenjang pendidikan tinggi
Dan pada program dan pengelolaan pendidikan dikelompokkan dalam beberapa jenis yaitu :
a) Jenis program pendidikan yang meliputi ; pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa,dan pendidikan keagamaan.
b) Jenis kurikulum program pendidikan yang meliputi: kurikulum nasional, dan kurikulum muatan lokal.
Dan untuk meningkatkan mutu dan standar pendidikan nasional maka diadakanlah berbagai usaha untuk menyeragamkan pendidikan nasional. Berdasar asumsi-asumsi efisiensi dan keseragaman maka pendidikan nasional di usahakan diatur melalui undang-undang positif serta berbagai peraturan yang mejamin uniformitas suatu sistemya , seperti dilaksanakannya ujian nasional dan UMPTN dengan menerapkan tuaprinsip TQM(Total Quality Management) di dalam bidang pendidikan yang menyeluruh dan terpadu untuk mecapai mutu pendidikan yang di cita-citakan dalam undang-undang.
Maka dari itu dalam perspektif islam sistem pendidikan Indonesia hanya memusatkan perhatian pada hal-hal yang bisa dilihat oleh indera seperti bidang pertanian, perindustrian, pertambangan dan bidang produksi-produksi yang bersifat fisik . Karena sistem yang seperti ini hanya mementingkan hal-hal yang dapat dihayati oleh pancaindera saja dalam diri manusia yang mengakibatkan manusia hanya mengambil kehidupan duniawi dan membuat berbagai macam tatanan : yakni tatanan politik, sosial, ekonomi, dan materialistik lainnya. mekipun juga ada sistem pendidikan yang hanya mementingkan aspek rohani saja.

IV. KESIMPULAN

Dari pembahasan-pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan nasiaona adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia. Dan pendidikan nasional merupakan suatu system yang dipakai dalam upaya untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang termaktub dalam UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa
Adapun dalam menjalankan system pendidikan nasional juga terdapat beberapa masalah diantaranya yaitu :
a. Masalah sumberdaya pendidikan
b. Masalah kurikulum
c. Masalah anak didik
Kemudian sistem pendidikan Nasional dilaksanakan secara semesta, menyeluruh dan terpadu. Adapun dalam penyelenggaraan system pendidikan nasional dilaksanakan melalui bentuk- bentuk kelembagaan beserta program-programnya.

V. PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan mengenai pembahasan tentan “Sistem Pendidikan Nasional”. kami menyadari dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan baik dalam hal isi maupun sistematika penulisan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya, besar harapan kami semoga makalah ini bisa memberikan banyak manfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah khususnya. Amin.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama RI,Himpunan Peraturan Perundang- undangan Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: departemen Agama,1991.
Hasan, M. Ali dan Ali, Mukti, Kapita Selekta Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2009.
Pidarta, Made, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: Bina Aksara, 1988.
Quthb, Muhammad, Sistem Pendidikan Islam, Bandung: Al-Ma’arif, 1993.
Tirtarahardja, Umar dan La Sulo, Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2005.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s