HAK ASASI MANUSIA

Standar

HAK ASASI MANUSIA

 

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah : Kewarganegaraan

Dosen Pengampu : Hasyim Muhammad ,M.Ag

 

Disusun Oleh:

 Nurul Atikah                                (103111091)

Nurul Mar’atus Sholikah            (103111092)

Nuzul Faizah                                 (103111093)

Riza Rahmawati                           (103111094)

Siti Azimatul Uliyah                     (103111095)

Amri Khan                                    (103111109)

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2010

HAK ASASI MANUSIA

 

  1. I.       PENDAHULUAN

Manusia, pada hakikatnya, secara kodrati dianugerahi hak-hak pokok yang sama oleh  Tuhan Yang Maha Esa. Hak-hak pokok ini disebut Hak Asasi Manusia (HAM).

Setelah demokrasi, penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan elemen penting untuk perwujudan sebuah negara yang berkeadaban (civilized nation).

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menyajikan bahan diskusi yang berjudul “Hak Asasi Manusia” yang meliputi : pengertian ,perkembangan dan bentuk HAM ,hubungan hak dan kewajiban,pelanggaran dan pengadilan HAM, HAM dalam Islam.

  1. II.    RUMUSAN MASALAH
    1. Pengertian Hak Asasi Manusia
    2. Sejarah perkembangan dan bentuk HAM
    3. Hubungan hak dan kewajiban
    4. Pelanggaran dan pengadilan HAM
    5. HAM dalam Islam

III. PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Hak Asasi Manusia

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Keuntungan dapat diperoleh dari pelaksanaan hak bila disertai dengan pelaksanaan kewajiban. Hal itu berarti antara hak dan kewajiban merupakan dua hal tidak dapat dipisahkan dalam perwujudannya. Karena itu ketika seseorang menuntut hak juga harus melakukan kewajiban.

Istilah yang dikenal di Barat mengenai Hak-hak Asasi Manusia ialah “right of man”, yang menggantikan istilah “natural right”. Istilah “right of man” ternyata tidak secara otomatis mengakomodasi pengertian yang mencakup “right of woman”. Karena itulah istilah “right of man” diganti dengan istilah “human rights” oleh Eleanor Roosevelt karena dipandang lebih netral dan universal. Sementara itu HAM dalam Islam dikenal dengan istilah huquq al-insan ad-dhoruriyyah dan huquq Allah. Dalam Islam antara huquq al-insan ad-dhoruriyyah dan huquq Allah tidak dapat dipisahkan atau berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya keterkaitan satu dengan lainnya. Inilah yang membedakan konsep Barat tentang HAM dengan konsep Islam.

Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Right, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa, hak asasi manusia adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia. Selanjutnya John Locke menyatakan bahwa hak asasi manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh TuhanYang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati.

Dalam Tap MPR No XVII/1998, HAM adalah hak dasar yang melekat pada diri manusia. Secara kodrati, universal, dan abadi sebagai anugerah Tuhan YME. Hak-hak itu meliputi hak untuk hidup, hak berkeluarga, hak mengembangkan diri, hak keadilan, hak kemerdekaan, hak berkomonikasi, hak keamanan dan hak kesejahteraan.Hak-hak itu tidak boleh di abaikan atau dirampas oleh siapapun . Sedangkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 39 tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Dan merupakan anugerah-Nya yang wajib  dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan.serta perlindungan harkat dan martabat manusia.[1]

  1. B.     Sejarah Perkembangan dan bentuk HAM

Setelah dunia mengalami dua perang yang melibatkan hampir seluruh kawasan dunia, dimana hak-hak asasi manusia di injak-injak, timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia itu didalam suatu naskah internasional. Usaha ini baru dimulai pada tahun 1948 dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia ) oleh negara-negara yang tergabung  dalam PBB. Dengan kata lain lahirnya deklarasi HAM Universal merupakan reaksi atas kejahatan keji kemanusiaan yang dilakukan oleh kaum sosialis nasional di Jerman selama 1933 sampai 1945.

Terwujudnya Deklarasi hak asasi manusia Universal yang dideklarasikan pada tanggal 10 desember 1948   harus melewati proses yang cukup panjang. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah HAM yang mendasari kehidupan manusia, dan yang bersifat Universal dan Asasi. Naskah-naskah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Magna Charta (Piagam Agung 1215 )
  2. Bill Of Rights ( Undang –Undang hak 1689 )
  3. Declaration Des Droits de I’homme et du citoyen ( pernyataan hak-hak manusia dan warga negara,1789)
  4. Bill of Rights ( Undang-undang Hak)

Kalangan ahli HAM menyatakan bahwa sejarah perkembangan HAM bermula dari kawasan Eropa. Kemunculannya dimulai dari dengan lahirnya Magna Charta yang membatasi kekuasaan absolute para penguasa atau raja-raja.

Secara operasional,beberapa bentuk HAM yang terdapat dalam UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM sebagai berikut :

  1. Hak untuk hidup
  2. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan
  3. Hak mengembangkan dir
  4. Hak memperoleh keadilan
  5. Hak atas kebebasan pribadi
  6. Hak atas rasa aman
  7. Hak atas kesejahteraan
  8. Hak turut serta dalam pemerintahan
  9. Hak wanita
  10. Hak anak

Adapun hak asasi manusia yang di atur dalam Perubahan Undang-undang Dasar 1945 terdapat dalam Bab X A sebagai berikut :

  1. Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup dan kehidupannya (Pasal 28 A )
  2. Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah ( Pasal 28 B ayat 1)
  3. Hak anak untuk kelangsungan hidup,tumbuh dan berkembang serta hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 28 B ayat 2 )[2]
  4. C.    Hubungan Hak dan kewajiban

Hak kebebasan harus diimbangi oleh kewajiban yang harus dilakukan oleh warga negara. Hubungan antara hak dan kewajiban juga berlaku dalam hal hubungan antara warga negara dan negara atau hak pemerintah. Semua warga negara memiliki hak mendapatkan rasa aman dari aparat negara tanpa perbedaan status sosial, tetapi merekapun berkewajiban untuk membayar pajak kepada negara.

Hak tidak bisa dipisahkan dari kewajiban. Seseorang berhak melakukan apapun kehendak dan cita-citanya, namun ia dibatasi oleh kewajiban untuk tidak melanggar hak orang lain untuk memperoleh ketenangan dan rasa aman.

Untuk menghindari konflik dari ekspresi kebebasan mengungkapkan hak, keberadaan lembaga penegak HAM mutlak dibutuhkan lembaga ini bisa berupa lembaga-lembaga hukum, seperti kepolisian dan peradilan. Fungsi lembaga-lembaga hukum  tersebut adalah untuk menjaga hak dan kewajiban warga negara berjalan sesuai aturan yang bersandarkan pada prinsip-prinsip HAM. Jika keseimbangan hak dan kewajiban terwujud dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, maka tidak akan lahir sikap tirani mayoritas dan perilaku anarkis minoritas. Keseimbangan hak dan kewajiban pada akhirnya akan melahirkan  sikap-sikap toleransi sesama warga negara.[3]

  1. D.    Pelanggaran dan pengadilan HAM

Pada zaman kehidupan sekarang banyak pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara–negara di dunia. Secara jelas UU No.26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM mendefenisikan bahwa pelanggaran HAM adalah Pelangggaran setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik sengaja atau tidak sengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seorang atau kelompok orang dijamin oleh undang –undang, dan tidak dapat atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme .[4]

Pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan individu maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan alasan rasional yang menjadi pijakannya.

Pelanggaran HAM dikelompokkan menjadi dua, yakni pelanggaran HAM berat dan Pelanggaran HAM ringan. Adapun pelanggaran HAM berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan, sedangkan bentuk pelanggaran HAM ringan selain dari kedua bentuk pelanggaran HAM berat itu.

  1. E.     HAM dalam islam

Manusia dalam hidupnya selalu menginginkan kebahagiian dan kedamaian. Namun demikian manusia selalu menemui rintangan untuk mencapai itu, disebabkan pelanggaran atas hak-hak dan kebebasan asasinya oleh manusia yang lain, walaupun sudah bermacam-macam konsepsi yang dirumuskan untuk menjamin kebebasan dasar itu.

Islam sebagai agama  universal mengandung prinsip-prinsip hak-hak asasi manusia sebagai sebuah konsep ajaran, islam menempatkan manusia pada kedudukan yang sejajar dengan manusia lainnya.

Menurut ajaran islam, perbedaan antara satu individu dengan individu lain terjadi bukan karena haknya sebagai manusia, melainkan didasarkan keimanan  dan ketaqwaannya. Adanya perbedaan itu tidak menyebabkan perbedaan dalam kedudukan sosial. Hal ini merupakan dasar yang sangat kuat dan tidak dapat dipungkiri telah memberikan kontribusi pada perkembangan prinsip-prinsip hak asasi manusia didalam masyarakat internasional. [5]

Adapun konsepsi  Al qur’an tentang hak-hak asasi manusia adalah

  1. Hak hidup, kemerdekaan dan keamanan pribadi

Hak hidup adalah salah satu dari hak-hak alami institusional yang tidak memerlukan persetujuan sosial atau semacamnya.

  1. Hak berpendapat

Setiap orang mempunyai hak untuk berpendapat dan menyatakan pendapatnya selama dia tetap dalam batas-batas yang ditentukan oleh hukum dan norma-norma lainnya.

  1. Hak berserikat dan berkumpul

Di dalam declaration of human rights pada pasal 23 ayat 4 di katakan :

“Setiap orang mempunyai hak membentuk dan bergabung dengan serikat serikat sekerja untuk melindungi kepentingan-kepentingannya.

  1. Hak beragama atau hak memeluk suatu agama

Sudah tidak perlu disangsikan lagi bahwa sesuatu yang sangat menonjol dalam kemerdekaan manusia ialah mengenai kemerdekaan seseorang  dalam memeluk agama yang diyakininya. Sebab agama itu adalah kepercayaan yang bersemayam dalam hati dan diterima oleh akal pikiran yang sehat.

  1. Hak mendapatkan suatu pekerjaan

Manusia sebagai makhluk Allah yang tinggi mempunyai kebutuhan yang tinggi pula. Kebutuhan itu adalah untuk memperjuangkan dan mempertahankan kehidupannya, seperti kebutuhan sandang pangan, pendidikan, perumahan, kesehatan dan lain sebagainya.

  1. Hak mendapatkan pendidikan

Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran atau hak belajar dan mengajar. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan sesuai kesanggupan alaminya. Setiap orang bebas memilih bidang-bidang profesi dan karir untuk mengembangkan sepenuhnya dari pembawaan alaminya. [6]

IV. KESIMPULAN

Dalam pembahasan di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa :

Hak Asasi Manusia(HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk  Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Tuntutan hak dan pelaksanaan kewajiban harus berjalan secara seimbang. Hak diperoleh bila kewajiban terkait telah dilaksanakan.

Perkembangan HAM dalam sejarahnya tergantung dinamika model dan system pemerintahan yang ada. Dalam model pemeriuntahan yang otoriter dan represif , perkembangan HAM relatif mandeg seiring ditutupnya atau dibatasinya keran kebebasan, sedangkan model pemerintahan yang demokratis relatif  mendukung upaya penegakan HAM karena terbukanya ruang kebebasan dan partisipasi politik masyarakat.

Di antara konsepsi Al qur’an tentang hak-hak asasi manusia adalah :

  1. Hak hidup, kemerdekaan dan keamanan pribadi
  2. Hak berpendapat
  3. Hak berserikat dan berkumpul
  4. Hak beragama atau hak memeluk suatu agama
  5. Hak mendapatkan pekerjaan
  6. Hak mendapatkan pendidikan
    1. V.    PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat kami buat, kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kesalahan dan kekurangan untuk itu kritik dan saran yang konstruktif demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Besar harapan kami , semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca umumnya dan pemakalah khususnya.  amiin.


DAFTAR PUSTAKA

A.Ubaidillah Dkk.2000. Pendidikan kewargaan Demokrasi HAM dan Masyarakat Madani . Jakarta : IAIN Jakarta Press.

Putra, Dalizar. 1995. Hak Asasi Manusia Menurut Al Qur’an.Jakarta:Percetakan Mutiara Sumber Widya.

Subagyo, Dkk .2003. Pendidikan Kewarganegaraan. Semarang : UPT UNNES Press.

Http://www.google.co.id/search?q=HAM dalam islam&ie =utf8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a(senin,27september 2010 pukul 13.00 WIB)


[1] Subagyo, dkk, Pendidikan Kewarganegaraan, (Semarang : UPT UNNES Press ,2003), Cet ke IV, hlm, 11-12

[2] A Ubaidillah Dkk, Pendidikan Kewarganegaraan Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani (Jakarta : IAIN Jakarta Press, 2000), hlm 267

[3] Ibid ,hlm 269-270

[4] A Ubaedillah, dkk., Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, Jakarta: IAIN Jakarta Press,2000) ,hlm 274.

[5]Http://www.google.co.id/search?q=HAM dalam islam&ie =utf8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a(senin,27september 2010 pukul 13.00 WIB )

[6] Dalizar Putra. 1995. Hak Asasi Manusia Menurut Al Qur’an, .Jakarta:Percetakan Mutiara Sumber Widya. Hal. 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s