PERADABAN ISLAM PADA MASA ABDUL MALIK BIN MARWAN

Standar

PERADABAN ISLAM PADA MASA ABDUL MALIK BIN MARWAN

 

MAKALAH

 

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Sejarah Peradaban Islam

Dosen Pengampu: Drs. Mat Sholihin, M.Ag

 

 

 

Disusun oleh:

Nisvi  Nailil  Farichah                (103111082)   

Noor  Aini                                   (103111083)

Amri Khan                                  (103111109)

 

 

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2011

PERADABAN ISLAM PADA MASA ABDUL MALIK BIN MARWAN

  1. I.              PENDAHULUAN

Penyebaran Islam pada masa Dinasti Umayyah I terjadi pada beberapa khalifah yang menonjol. Salah satunya khalifah Abdul Mlik bin Marwan. Abdul Malik merupakan keturunan dari Marwan bin Hakam bin Abul As yang masih saudara dari Muawiyyah bin Abu Sofyan. Beliau keturunan pertama dari Marwan,jadi bukan keturunan langsung dari Muawiyyah bin Abu Sofyan.

Pada masa pemerintahannya, tidak terjadi penaklukan dalam skala besar.Dia berkuasa kurang lebih 20 tahun yaitu sejak  tahun 685-705 M. Pada akhir pemerintahannya kira-kira 12 tahun adalah masa-masa makmur dan tentram.

Untuk itu,dalam makalah ini pemakalah akan menguraikan lebih lanjut mengenai peradaban Islam pada masa Abdul Malik bin Marwan.

 

  1. II.           RUMUSAN MASALAH
    1. Siapakah Abdul Malik bin Marwan?
    2. Bagaimana Pengangkatan Abdul Malik bin Marwan Menjadi Khal;ifah?
    3. Apa Sajakah Kemajuan yang Dicapai Pada Masa Pemerintahannya?
    4. Apa Sajakah Peristiwa Penting yang Terjadi Di Masanya?
    5. Bagaimana Akhir Pemerintahan Abdul Malik bin Marwan?
  1. III.        PEMBAHASAN
    1. A.    Biografi Abdul Malik bin Marwan

Dia bernama Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Abil Ash bin Umayyah. Dia lahir dari seorang ibu yang bernamaAisyah binti Muawiyah bin al Mugirah bin Abdul Ash. Abdul Malik lahir pada masa khalifah Usman bin Affan. Sejak kecil ia sudah manghafal al-Qur’an dan berguru langsung kepada Usman. Selain belajar menghafal al-Qur’an, ia juga belajar hadits, fikih, tafsir, dan lainnya. Dia di kenal dengan pribadi yang sangat erdas. Dia di angkat sebagai Gubernur Madinah oleh Muawiyah pada saat umurnya baru 16 tahun. Sebelum menjadi khalifah dia di kenal sebagai sosok yang zuhud dan di anggap sebagai salah seorang ulama Madinah.  Dia ikut terlibat dalam penaklukan-penaklukan yang terjadi di Afrika pada tahun 41-45 H.

Abdul Malik menjadi khalifah setelah ayahnya Marwan bin Hakam meninggal pada tahun 65 H/684 M. Pada saat itu khalifah yang legal adalah Abdullah ibnuz-Zubair.  Kemudian dia berhasil mengambil Irak dari tangan Abdullah ibnuz-Zubair dan menaklukkan Hijaz secara keseluruhan. Setelah Abdullah ibnuz-Zubair terbunuh,maka ia di baiat oleh seluruh masyarakat muslim. Dia menjadi khalifah sejak tahun 73 H/692 M.Keadaan Negara aman berada di tangannya.

Abdul malik di anggap sebagai “pendiri kedua” pemerintahan Bani Umawiyah.Dia menjadi khalifah saat dunia Islam terpecah-pecah. Dengan kebijakan dan siasatnya, dia berhasil menjadikan negeri-negeri itu tunduk di bawah pemerintahan-pemerintahan dan berhasil membungkam semnua pemberontak dan pembangkang.[1]

  1. B.     Pengangkatan Abdul Malik Menjadi Khalifah

Abdul Malik menjadi khalifah setelah ayahnya Marwan bin Hakam meninggal pada tahun 65 H/684 M. Pada saat itu khalifah yang legal adalah Abdullah ibnuz-Zubair. Kemudian dia berhasil mengambil Irak dari tangan Abdullah ibnuz-Zubair dan menaklukkan Hijaz secara keseluruhan. Setelah Abdullah ibnuz-Zubair terbunuh,maka ia di baiat oleh seluruh umat muslim. Dia di angkat menjadi khalifah sejak tahun 73 H/692 M.Abdul Malik berkuasa kurang lebih 20 tahun yaitu sejak 685-705M/66-86H. Dalam masa pemerintahannya,tidak terja di penaklukan dalam skala besar. Karena, dia di sibukkan dengan perang.[2]

  1. C.    Kemajuan yang Dicapai

Pada masa pemerintahan Abdul Malik, dia dianggap sebagai pendiri ke dua pemerintahan bani umayah. Hal-hal yang dapat di capai di antaranya:

  1. Perluasan wilayah pemerintahan

Sepeninggal Marwan bin Hakam maka Abdul Malik di angkatsebagai khalifah oleh ayahnya. Ia meneruskan program yang di rancang ayahnya. Ia pergi ke Irak dengan membawa pasukan yang besar dan memerangi mush’at bin Zubair yang merupakan wakil saudaranya,Ibnuz-Zubair di Irak. Ia membunuh Mush’at bin Zubair di dekat sungai Dajil pada tahun 71H/690M.[3] Maka jatuhlah Irak ke tangan Abdul Malik.Kemudian pasukannya bergerak menuju Madinah yang kemudian berhasil di taklukan.[4]

Sebenarnya,tidak terjadi penaklukan dalam skala besar di masa pemerintahannya. Karena, dia di sibukkan dengan perang melawan kaum khawarij dan ibnu Asy’ats. Selain itu,dia juga menyerang kembali Romawi yang yang saat itu mengancam keamanan negeri Syam, dan melakukan penaklukan wilayah Maghrib. Sedangkan panglima perang paling terkenal di medan perang Afrika Utara adalah Musa bin Nushair yang berhasil mengembalikan keamanan di wilayah itu setelah meninggalnya Uqbah bin Nafi’. Dia juga berhasil menaklukan Tanjah dan Sabtah.

Sementara itu di sebelah Timur Turki juga di serang Abdul Malik. Demikian juga dengan kawasan Asia Tengah. Pada saat yang sama Muhammad ats-Tsaqafi berangkat untuk menaklukan Sindh. Namun tidak terjadi sebuah penaklukan besar-besaran di kawasan timur.[5] Keadaan yang aman di masa pemerintahannya telah mmbuka jalan bagi sebuah penaklukan yang sangat luas di masa anaknya al-Walid.

Penaklukan selanjutnya yaitu Hijaz, markas ibnu Zubair yang belum ia taklukan. Jaan ke arah itu tidaklah mulus dan sangat beresiko tinggi. Sebab ibnu Zubair menjadikan Makkah al Mukarromah sebagai ibu kota pemerintahannya. Kemudian ia mengangkat Hajjaj bin Yusuf sebagai panglima perangnya dan membentuk pasukan yang berkekuatan 3000 personil. Abdul Malik berpesan kepada Hajjaj bin Yusuf bahwa ia akan menjamin keamanan ibnu Zubair dan pengikutnya jika ia mau taat kepada pemimpinnya. Ibnu Zubair menolak dan tetap berlindung di Baitullah.

Hajjaj bin Yusuf memasang Manjaniq di atas gunung Abu Qabis. Dan kemudian berhasil mengepung penduduk Makkah selama lima bulan sepuluh malam. Dalam penyerangan tersebut,wajah Ibnu Zubair terlempar batu Manjaniq dan membuatnya goyah. Ia jatuh ke bumi dan dikepung rapat oleh pasukan Hajjaj bin Yusuf yang kemudian membunuhnya.[6]

  1. Bidang Politik Ekonomi
    1. Menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi yang berlaku bagi seluruh wilayah kekuasaan( lifah Abdul Malik.
    2. Memperkenalkan mata uang yang asli Arab.[7]
    3. Bidang Ilmu Pengetahuan

Pada masa Abdul Malik bin Marwan,ilmu yang berkembang yaitu ilmu pengetahuan bidang bahasa meliputi ilmu Qowa’id yang membahas tentang Nahwu,Shorof untuk memepelajari bahasa Arab.

Perkembangan ilmu bahasa tersebut karena khalifah Abdul Malik bin Merwan mewajibkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara,sehingga semua perintah dan peraturan serta komunikasi secara resmi memakai bahasa Arab.[8]

  1. D.    Peristiwa-Peristiwa Penting di Masanya
    1. Pemberontakan Abdur rahman ibnul-Asy’ats(81-85H/700-704M)

Hajjaj yang saat itu menjadi Gubernur Irak menguasai Abdur Rahman untuk melakukan penyerangan ke negeri Turki pada tahun 81H.Dan dia berhasil mencapai banyak kemenangan-kemenagan.Kemudian dia menyatakan pembangkangannya kepada Hajjaj dan Abdul Malik.

Lalu dia memerangi Hajjaj dan berhasil menjadikan Irak di bawah kekuasaannya.Setelah itu wilayah timur berhasil berada di bawah kekuasaannya kecuali khurasan.Di sana terjadi perang antara dia dan pendukung pemerintahan Umawiyah.

Akhirnya,dia kalah dan melarikan pada tahun 82 H lalu dibunuh pada tahun 85 H/704 M.Hajjaj membunuh sekian banyak ulama yang mengikuti gerakan Abdur Rahman ibnul-Asy’ats ini,di antaranya Said bin Jubair.

  1. Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi(95 H/714 M)

Dia adalah Orang yang paling terkenal di antara orang dekat Abdul Malik dan sekaligus gubernur yang  paling masyhur dalam sejarah.Dia di kenal sebagai seorang yang sangat politis,cerdas,keras,dan sekaligus kejam baik saat ia berada dalam keadaan yang hak dan tidak hak.Dia termasuk salah seorang pentolan yang memerangi Mush’ab ibnuz-Zubair yang kemudian menjadikan Irak berada di bawah kekuasaan Bani Umawiyah.Setelah itu dia di perintahkan oleh Abdul Malik untuk memerangi Abdullah ibnuz-Zubair untuk menaklukan Hijaz.Dia berhasil menaklukannya dan membunuh Abdullah ibnuz-Zubair.Sejak itulah dia menjadi gubernur Hijaz.

Tatkala terjadi krisis di Irak,maka Abdul Malik mengangkatnya sebagai gubernur.Hajjaj menggunakan segala cara kekerasan dan kekejaman untuk melawan orang-orang Irak hingga akhirnya Irak menjadi stabil.Pengaruhnya meliputi semua kawasan timur secara keseluruhan.Dia memiliki peran yang sangat besar dalam melapangkan rintangan yangdihadapi oleh pemerintahan Bani Umawiyah.Kekerasannya seakan menjadi suatu kepastian yang harus dia lakukan demi tercapainya keamanan dan kedamaian.

  1. Khawarij

Gerakan Khawarij mengalami kemajuan di Irak dan Jazirah Arabia.Namun,panglimaperang Bani Umayyah berhasil menaklukan mereka dan menghancurkan sebagian besar dari mereka.Pemimpin-pemimpin Khawarij yang terkenal di periode ini adalah Qathari ibnul-Fuj’ah dan Syabab ibnusy-Syaibani.

  1. E.     Akhir pemerintahan Abdul Malik

Sisa pemerintahan Abdul Malik selama kira-kira duabelas tahun adalah masa-masa makmur dan tentram.Keseluruhan kerajaan timur dipimpin oleh al-Hajjaj,penakluk Mekah yang bertangan besi,sementara jabatan-jabatan propinsi diberikan pada keluarga-keluarga khalifah.Ini berarti pemusatan kekuasaan di tangan Abdul Malik.Penguasaannya atas rincian-rincian administrasi diperkuat oleh perintahnya untuk memakai bahasa Arab di seluruh negara.Ketika orang-orang Arab mula-mula menaklukan berbagai propinsi,mereka mempertahankan pejabat-pejabat propinsi dan lokal yang sudah ada,dan mengijinkan mereka terus memakai bahasa Yunani,Syriac atau bahasa apapun yang telah dipakai.Ini sekarang diubah tetapi,pejabat-pejabat yang sama terus boleh menjabat dan tidak diharuskan masuk Islam.Namun lama kelamaan,makin banyak Muslimin yanga terampil dalam pekerjaan kantor,dan mereka yang tidak beragama Islam masuk Islam,atau digeser.

Abdul Malik dan al-Hajjaj juga memperkenalakan mata uang yang asli Arab.Dalam keberhasilan penaklukan pertama,orang-orang Arab tidak sempat memikirkan untuk mencetak mata uang,dan sudah puas memakai mata uang yang sudah beredar di Arabia dan negeri-negeri taklukan,kebanyakan adalah mata uang Bizantium dan Persia.Belakangan beberapa ayat al-Qur’an ditumpangkan pada kedua mata uang tersebut,tetapi Abdul Malik adalah khalifah pertama yang mencetak mata uang dengan mencantumkan kalimat-kalimat Arab dan Islam saja.Mata uang dibuat dari dua jenis logam,yaitu dinar emas dan dirham perak.Nilai tukar ditetapkan sepuluh atau duabelas dirham buat satu dinar,tetapi nilai sebenarnya tergantung pada fluktuasi pasar dan berada di berbagai saat dan tempat,dimana nilai dirham sangat berkurang.Orang-orang Arab juga mengambil alih system perpajakan yang sudah berlaku,terutanma pajak tanah dan pajak kepala;tetapi pada saat yang sama mulai mengadakan perubahan dalam perpajakan supaya lebih sesuai dengan ajaran Islam.[9]

  1. IV.        KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa khalifah Abdul Malik bin Marwan lahir pada masa khalifah Usman bin Affan. Abdul Malik bin Marwan diakui memiliki banyak kelebihan dibandingkan yang lainnya. Sehingga ketika dirinya diangkat menjadi khalifah kelima menggantikan Khalifah Marwan bin Hakam, tidak banyak tokoh yang menentang. Abdul Malik menjadi khalifah setelah ayahnya Marwan bin Hakam meninggal pada tahun 65 H/684 M.

Dalam masa pemerintahannya,dia dapat meredam para pemberontak,diantaranya:Abdur Rahman bin Muhammad bin Asy’ats,Hajjaj bin Yusuf,dan khawarij.Pada akhir pemerintahannya selama kurang lebih 12 tahun adalah nasa-masa yang makmur dan tentram.

  1. V.           PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat kami buat, kami menyadari dalam penulisan makalah ini banyak kesalahan dan kekurangan.Untuk itu,kritik dan sarasn yang konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.Berikutnya besar harapan kami semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khusussuya. Amin.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-Usyairi, Ahmad, di terjemahkan oleh Samson Rahman, Sejarah Islam, (Jakarta: Akbar Media, 2003). Cet 1.

Al-Wakil, Muhammad Sayyid, di terjemahkan oleh Fadhli Bahri, Wajah Dunia Islam, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1998). Cet II.

Sholihin, M, Sejarah Peradaban Islam, (Semarang: RaSAIL, 2005). Cet 1.

Sunanto, Musyrifah, Sejarah Islam Klasik, (Bogor: Kencana, 2003). Cet 1.

Watt, Montgomery, di terjemahkan oleh Hartono Hadi Kusumo, Kejayaan Islam.  (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1990). Cet 1.

 


[1] Ahmad Al-Usyairi, di terjemahkan oleh Samson Rahman, Sejarah Islam,(Jakarta: Akbar Media, 2003), Cet. I, hlm. 197

[2] Ibid,

[3] Muhammad Sayyid Al-Wakil, di terjemahkan oleh Fadhli Bahri,Wajah Dunia Islam, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1998), Cet. II, hlm. 56

[4] Ahmad Al-Usairy, Op.cit, hlm. 196

[5] Ibid, hlm. 197

[6] Muhammad Sayyid Al-Wakil, Op.cit. hlm. 56-57

[7] M. Sholihi, Sejarah Peradaban Islam, (Semarang: RaSAIL, 2005), cet. I, hlm. 39

[8] Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik, (Bogor: Kencana, 2003), Cet.I, hlm. 43

[9] Montgomery Watt, di terjemahkan oleh Hartono Hadi Kusumo,Kejayaan Islam,(Yogyakarta: Tiara Wacana,1990), cet.I, hlm. 198-199

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s