PERADABAN ISLAM PADA MASA YAZID BIN MU’AWIYAH

Standar

PERADABAN ISLAM PADA MASA YAZID BIN MU’AWIYAH

 

MAKALAH

 

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam

Dosen Pengampu : Drs. Mat Solikhin, M.ag

 

 

 

Disusun Oleh :

 Musyarofah               (103111075)

Naela Khamidah       (103111077)

Amri Khan                 (103111109)

 

 

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2011

PERADABAN ISLAM PADA MASA YAZID BIN MU’AWIYAH

 

  1. I.                   PENDAHULUAN

Di masa Rasulullah S.A.W. dan khulafar Rasyidin pemerintah didasarkan atas demokrasi musyawarah. Akan tetapi oleh muawiyah dipakainya system kerajaan (monarchie), Di mana jabatan khalifah merupakan pusaka turun menurun.

Pemilihan atau (pergantian) khalifah atas dasar musyawarah umat Islam dihilangkan dan diangkatlah putra mahkota yang suatu waktu dapat menggantikan. Dipilihlah Yazid anaknya sebagai pengganti. Dinasti Umayah didirikan oleh Mu’awiyah bin Abu Sufyan bin harb. Mu’awiyah dipandang sebagai pembangun dinasti oleh sebagian besar sejarahwan awalnya dipandang  negatif. Keberhasilannya memperoleh legalitas atas kekuasaanya dalam perang saudara di Siffin dicapai melalui cara yang curang. Lebih dari itu, Mu’awiyah juga dituduh sebagai pengkhianat prinsip-prinsip demokrasi yang diajarkan. Islam, karena dialah yang mula-mula mengubah pimpinan Negara dari seseorang yang dipilih oleh rakyat menjadi kekuasaan raja yang diwariskan secara turun-temurun termasuk pada Yazid bin Mu’awiyah. Berikut akan dijelaskan masa pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah dan peradapan Islam pada masa beliau.

  1. II.                RUMUSAN MASALAH
    1. Sejarah kelahiran Yazid bin Mu’awiyah
    2. Pengangkatan Yazid bin Mu’awiyah menjadi khalifah
    3. Masa pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah
  2. III.             PEMBAHASAN
    1. A.    Sejarah Kelahiran Yazid Bin Mu’awiyah

Yazid bin Mu’awiyah adalah anak Mu’awiyah sendiri, dari istrinya Asma binti Bahdal (Maisun binti Bahdal). Maisun adalah anak perempuan dari satu persukuan badwi di Nejd dibawa pindah oleh Mu’awiyah ke kota Damsyik. [1]

Maisun minta diantarkan pulang kembali kedusunnya lantaran dia tidak betah tinggal di kota ramai. Sela anjing ditengah malam lebih disukainya ketimbang melihat padang serdadu yang ronda disekeliling istana. Dia dipulangkan kedusun dalam keadaan mengandung Yazid. Pada tahun 26 hijrah Lahirlah Yazid bin Mu’awiyah. Setelah agak besar lalu disuruh jemput oleh Mu’awiyah dan dibawa kekota. Yazid di didik sangat manja oleh ayahnya di dalam istana sebab itu maka dia seperti anak bangsawan. Dia hanya suka berburu, memelihara budak-budak perempuan dan bersyair.

  1. B.     Sejarah Pengangkatan Yazid Bin Mu’awiyah menjadi khalifah

Yazid diangkat oleh ayahnya (Mu’awiyah) menjadi ”Waliul Ahdi”, putera yang menggantikannya  jika dia meninggal. karena menurut nasehat ahli-ahli politik saat itu yang dalam pengetahuan Mu’awiyah, lebih baik dia menentukan anaknya sendiri menjadi pengantinya. Karena kalau tidak, akan terjadi pertumpahan darah karena berebut kekhalifahan. Semua oran setuju dengan kehendak Mu’awiyah itu. Kecuali 4 orang yaitu: Husain bin Ali, Abdullah bin Umar, Abdurrahman bin Abu Bakar, Abdullah bin Zubair.

Seketika Mu’awiyah akan meninggal, dia berpesan kepada Yazid tentang ke 4 orang tersebut adalah musuh besarmu. Ditunjukan pula cara menghadapi satu-persatu  Husain bin ali ditangkap saja jangan dibunuh kalau dia tidak melawan, beri uang belanja secukupnya. Abdullah bin umar tidak begitu berbahaya. Sebab dia adalah orang sangat taat pada Tuhan, dia sangat mementingkan akhirat. Sebab itu janganlah diganggu akhiratnya supaya tidak diganggu duniamu. [2]Abdurrahman adalah anak muda yang tidak tahan melihat wanita cantik. Sebab itu asal saja dia dipalut dirinya oleh harta dan perempuan yang cantik, tentu akan tertutup mulutnya. Tetapi yang paling berbahaya diantara berempat tersebut adalah Abdurrahman bin Zubair kalau musuh seorang ini kamu biarkan, alamat kamu akan celaka. Sebab itu kalau bertemu dengannya, hendaknya kamu bunuh dia betul-betul jangan diberi ampun.

Itulah setengah wasiat Mu’awiyah sebelum meninggal. Mu’awiyah meninggal pada tahun 60 Hijriah, 580 miladi di Damaskus. Kemudian Yazid diangkat oleh masyarakat kota Syam menjadi penggantinya Mu’awiyah pada tahun itu pula.[3] Kendatipun Yazid bukan orang yang mempenyuai kemampuan. Karena itu dia memerintah raknyatnya dengan politik penindasan (machiavelistik) yang tidak pernah dikenal oleh muslimin sebelumnya. [4]

  1. C.    Masa pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah

Pemerintahan Yazid begitu singkat yaitu pada tahun 680-683 M. Dia dibai’at oleh rakyat dengan setengah hati terutama penduduk Mekah dan Madinah.  Yazid mempunyai kemampuan dan memimpin perang lebih baik, jika dibanding dengan Hasan maupun Husen. Yazid memimpin perang melawan Bizantium sebanyak ”27” kali (meskipun tidak berhasil melakukan konstatinopel). Masa pemerintahannya meskipun monarki, namun masih terdapat majlis syura tetap menandakan demokratis. Para penguasa dinasti ini masih menggunakan “kholifah”, ada dewan syura, Dan penguasa yang ligitimet. Mereka masih membutuhkan pengakuan dari rakyat, meskipun demikian, kadar presentase demokratis sangat tipis tidak seperti pembai’atan terhadap khalifah Abu Bakar.

Periode pemerintahan Yazid ditandai dengan tiga keburukan dan hanya berbuat satu kebaikan. Yaitu pada tahun pertama masa pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah, cucu Nabi, Husen terbunuh di Karbala. Dua puluh enam orang lainnya terbunuh di Karbala tersebut. Tatkala Al-Husen terbunuh, dunia seakan terhenti selama tujuh hari, sedangkan  matahari merapat ke dinding laksana kain yang menguning. Bintang-bintang saling bertabrakan. Dia terbunuh pada tanggal 10 Muharam (hari asyura).[5] Terjadi gerhana matahari di hari itu. Ufuk langit memerah selama enam bulan serta ufuk merah tersebut kelihatan terus menerus. Yang sebelumnya tidak pernah terjadi. [6]

Hal tersebut menyebabkan lahirnya golongan Syi’ah secara sempurna dan menjadi penentang utama pada kekuasaan Yazid. Kabar tentang tragedi Karbela ini sampai kota Madinah maka saat itulah penduduk Madinah memecatnya dan Zubair sebagai khalifahnya.[7] Mendengar berita  itu Yazid mengirimkan pasukannya ke Madinah setelah sebelumnya tidak menjadi fokus perhatiannya.[8]

Tahun  kedua, tentara Yazid menyerang habis-habisan kota Madinah dalam peperangan yang mengakibatkan citra pasukan Islam tercoreng di muka sendiri dan Abdullah bin Zubair melarian diri ke Madinah pendapat seseorang yang dikenal sebagai Ibnu Tiktikal dalam bukunya yang berjudul ‘’Kitab al-fakhri fi adab saltaniyah wa-al-daulahal-Islamiyah ”bahwa setelah tentara Yazid menguasai kota Madinah dengan memperkosa wanita tidak ada seorang pun yang berani mengatakan bahwa anak gadisnya masih perawan.

Hal tersebut dilakukan karena tidak diakuinya Yazid sebagai khalifah dari para sahabat termasuk Husen, Abdullah bin Zubair dan terutama adalah penduduk kota Mekah dan Madinah setelah pembantaian di Karbala.[9] sebagian penduduk kota Mekah membai’at Abdullah bin Zubair sebagai khalifah mereka. Maka pasukan Yazid yang telah menundukan kota Madinah, meneruskan perjalanannya ke Mekah untuk menguasainya.

Abdullah bin Zubair selamat dari gempuran pasukan Yazid karena ada berita Yazid telah meninggal, sehingga ditariklah pasukannya kembali ke Suriah. Akan teapi, kota mekah menjadi porak-poranda akibat perlakuan Yazid tersebut.[10] Yazid meninggal pada tahun 64 H setelah memerintah kurang lebih selama 4 tahun dan digantikan oleh putranya (Mu’awiyah II).[11]

Pada masa pemerintahan Yazid hanya berbuat satu kebaikan yaitu mengangkat kembali Uqbah bin Nafi’I menjadi gubernur kedua kalinya di Ifriqiyah Qayrawan.[12]

  1. IV.             KESIMPULAN

Yazid adalah putra dari Mu’awiyah, beliau diangkat oleh ayahnya menjadi putra mahkota ketika Mu’awiyah masih hidup. Yazid bin Mu’awiyah menjadi khalifah ke dua menggatikan ayahnya Mu’awiyah. Masa pemerintahannya tidak bertahan lama, beliau memegang kekuasaan pemerintahannya kurang lebih 4 tahun karena di nilai oleh rakyat sebagai pemimpin yang kejam. Dalam masa pemerintahannya dia berbuat tiga keburuka dan satu kebaikan. Yazid meninggal pada tahun 64 H dan digantikan oleh anaknya Mu’awiyah II bin Yazid.

  1. V.                PENUTUP

Demikianlah uraian makalah yang dapat kami sampaikan. Apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam memaparkannya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran sangat kami harapkan agar dalam pembuatan makalah berikutnya lebih baik.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita baik di Dunia maupun di  Akhirat.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul karim, Muhamad,”Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam”(Yogyakarta:Pustaka Book Publisher,2007).

Amin Samsul, Munir”Sejarah Peradaban Islam”(Jakarta:Sinar Grafika Offset,2009).

As-suyuti, Imam,”tarikkh khulafa”,(Jakarta:Pustaka Al-Kausar,2000).

Al-Usairy, ahmad ,”Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX,”(Jakarta:Akbarmedia,2003).

Fatah syukur NC, “sejarah peradaban islam”(Semarang:Pustaka Riski Putra,2009).

Munir Amin,Samsul,”Sejarah Peradaban Islam”(Jakarta:Amzah,2009).

 


[1] Hamka, Sejarah Umat Islam, (Jakarta: Bulan Bintang,1951),hlm.81

[2]Ibid, hlm.82

[3] Ibid, hlm.83

[4] Fatah syukur NC, “sejarah peradaban islam”(Semarang:Pustaka Riski Putra,2009),hlm.73

[5] Ahmad Al Usairy, Op. Cit, hlm 192

[6] Imam As-suyuti,”tarikkh khulafa”,(Jakarta:Pustaka Al-Kausar,2000),hlm.245

[7] Munir Amin Samsul”Sejarah Peradaban Islam”(Jakarta:Sinar Grafika Offset,2009),hlm.123

[8] Ibid. hlm. 192

[9]Muhamad Abdul Karim,”Sejarah Pemikran Dan Peradaban Islam”(Yogyakarta:Pustaka Book Publiser),hlm. 118

[10] Munir Amin Samsul,”Op. Cit, hlm. 182

[11] Ahmad Al-Usairy,Op.Cit,hlm.194

[12] Muhamad Abdul Karim,Op.Cit,hlm.118

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s