PENDIDIKAN KEPEDULIAN SOSIAL

Standar

PENDIDIKAN KEPEDULIAN SOSIAL

 

MAKALAH

 

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah:Hadits Tarbawy II

Dosen Pengampu:Mahfudz Siddiq, Lc, MA.

 


 

 

Disusun oleh:

 

Syafikurrohman                                     (103111099)

Taat Rifani                                              (103111100)

Asep Saepul Amri                                  (103111109)

 

 

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2012

 

 

 

PENDIDIKAN KEPEDULIAN SOSIAL

 

  1. I.         PENDAHULUAN

Disisi lain seorang muslim mempunyai karakter dan kewajiban yang sama besarnya dengan hablum minallah yaitu hablum minannas atau hubungan dirinya dengan sesama manusia. Hubungan tersebut merupakan hubungan yang lebih kompleks, karena hubungan ini terjadi antara pihak yang satu dan lainnya yang bersifat relatif serta penuh dengan dinamika. Oleh karena itu perlu diingat bahwa manusia adalah makhluk yang dibekali rasa, karsa, dan periksa, sehingga segala tindakanya selalu terpengaruh oleh ketiga hal tersebut.[1]

Dalam hubunganya dengan sesama, seorang muslim mempunyai kewajiban untuk saling peduli. Hal tersebut dapat dimanifestasikan dalam berbagai hal, seperti saling menolong, memberi, mengasihi dan lain sebagainya. Namun dalam kenyataanya masih banyak muslim yang apatis terhadap tanggung jawab sosial tersebut. Padahal sejatinya sudah sangat jelas Islam juga mewajibkanya seperti perintah-perintah yang tercantum dalam al Qur’an dan Hadits Nabi.

Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai hadits-hadits tentang pendidikan kepedulian sosial sebagai cara untuk mengetahui urgensi pendidikan sosial tersebut. Di sini selain terdapat hadits-hadits, namun ada pula ayat-ayat al Qur’an sebagai penguatnya. Diharapkan dengan hal ini kita sebagai seorang muslim akan lebih peka dengan realita sosial yang ada. Karena itu merupakan kewajiban kita sebaai hamba-Nya untuk saling mengasihi terhadap sesama. Berikut adalah pembahasan makalah ini terkait “Pendidikan Kepedulian Sosial”.

  1. II.      RUMUSAN MASALAH
    1. Bagaimana Hadits tentang Pendidikan Kepedulian Sosial?
    2. Bagaimana Konsep Pendidikan Kepedulian Sosial dalam Islam?
  2. III.   PEMBAHASAN
    1. A.    Hadits tentang Pendidikan Kepedulian Sosial
      1. Hadits Abu Hurairah tentang membuang duri di jalan

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :كُلُّ سُلامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ قَالَ تَعْدِلُ بَيْنَ الاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ قَالَ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خُطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاةِ صَدَقَةٌ وَتُمِيطُ الاذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ  (أخرجه مسلم في كتاب الزكاة)

Artinya : “Dari Abu Hurairah r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Setiap sendi tubuh badan manusia menjadi sedekah untuknya pada setiap hari matahari terbit, kamu melakukan keadilan diantara dua orang yang berselisih faham adalah sedekah, kamu membantu orang yang menaiki kenderaan atau kemu mengangkat barang-barang untuknya kedalam kenderaan adalah sedekah, perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah kamu berjalan untuk menunaikan solat adalah sedekah dan kamu membuang perkara-perkara yang menyakiti di jalan adalah sedekah.”[2]

Dalam hadits begitu jelas tertuliskan   مِنَ النَّاسِكُلُّ سُلامَىyang merupakan susunan idlofah dan jar majrur yang mempunyai makna setiap persendian manusia dan berkedudukan sebagai khabar muqodam.Kemudian kata صَدَقَةٌmerupakan mubtada’ muakhornya. Jadi arti keseluruhanya adalah bahwa setiap persendian badan manusia adalah sedekah. Kemudian kata  تَعْدِلُ بَيْنَ الاثْنَيْنِ صَدَقَةٌadalah penjabaran dari kalimat sebelumnya. Penjabaran itu sendiri berupa perbuatan yang dinilai sedekah. Kemudian kalimat ……………وَتُعِينُ الرَّجُلَmerupakan penjabaran lain yang ditandai dengan adanya huruf athof yaitu وyang berarti dan. Maka dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa segala yang ada pada diri kita adalah sedekah.

Kata sedekah sendiri berasal dari bahasa Arab, al shodaqoh. Kata ini diambil dari kata al shidq (benar) karena ini menunjukan kebenaran untuk Allah. Sedangkan menurut Al Jurjani sedekah adalah pemberian yang diberikan untuk mengharap pahala Allah.[3] Namun maksudnya sedekah itu tidak hanya terbatas pada materi (harta) saja, namun bisa dilakukan dengan apapun yang kita punya. Dicontohkan pula oleh Nabi bahwa melakukan keadilan diantara dua orang yang berselisih faham adalah sedekah, perkataan yang baik adalah sedekah, senyum adalah sedekah dan lain sebagainya. Namun walaupun begitu sedekah merupakan suatu perbuatan sosial yang sangat penting. Seperti firman Allah berikut :

`s9 (#qä9$oYs? §ŽÉ9ø9$# 4Ó®Lym (#qà)ÏÿZè? $£JÏB šcq™6ÏtéB 4 $tBur (#qà)ÏÿZè? `ÏB &äóÓx« ¨bÎ*sù ©!$# ¾ÏmÎ/ ÒOŠÎ=tæ ÇÒËÈ

Artinya : “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.”(Al Imran : 92)

 

Maka karena begitu pentingnya sedekah, hingga seseorang belum bisa dikatakan kepada kebajikan yang sempurna sebelum menafkahkan sebagian hartanya yang dicintai. Berikut adalah beberapa manfaat dari sedekah :

  1. Sedekah adalah sebaik-baiknya harta investasi
  2. Sedekah akan menjadi tameng dari api neraka
  3. Sedekah akan menjadi tempat bernaung kelak di hari kiamat
  4. Sedekah akan menjadi penghalang siksaan
  5. Sedekah akan menjadi obat bagi yang sakit
  6. Sedekah akan menghalau bencana
  7. Sedekah akan memudahkan segala urusan
  8. Sedekah akan mendatangkan rizki.[4]

Berdasarhan uraian di atas, dapat di pastikan bahwa orang yang bersedekah pasti dicintai Allah, karena ia mengalahkan egonya yang memiliki watak cinta harta. Karena orang yang bersedekah lebih mementingkan cinta Tuhan daripada tabi’at dirinya, sehingga Allah memberinya rasa aman dari setiap hal yang menakutkan di akhirat.[5]

Dapat kita pahami bersama bahwa sedekah merupakan suatu bentuk kepedulian sosial. Kerena dalam sedekah mendidik kita untuk saling memberi, menolong dan mengasihi terhadap sesama. Dalam Islam tentu sangat menganjurkan untu peduli terhadap sesama sebagai salah satu wujud habluminallah yang salah satu bentuknya adalah sedekah. Jadi sedekah mempunyai arti penting dalan kepedulian sosial, seperti dalam hadits Nabi yang artinya : “setiap orang berada dibawah naungan sedekahnya hingga semua perkara diantara manusia diputuskan”. [6]

Sedekah sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial sangan dianjurkan dalam Islam. Namun yang perlu dipahami bahwa kepedulian sosial tidak hanya dengan harta, bisa dengan apapun yang kita punya. Bahkan dalam hadits di atas sekedar berkata baik adalah sedekah yang artinya merupakan suatu bentuk kepedulian sosial. Sehingga jika dilandasi dengan niat yang ikhlas, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan baik di dunia ataupun di akhirat.

  1. Hadits Abu Hurairah tentang menolong orang lain

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالاخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالاخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ  (أخرجه مسلم في كتاب الذكروالدعاء والتوبة والاستغفار)

Artinya : “Dari Abi Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda ; barang siapa yang melepaskan kesusahan seorang mu’min dari kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan kesusahanya di hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan orang dari kesusahan, maka Allah akan memudahkanya di dunia dan akhirat, dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Sungguh Allah akan menolong hamba-Nya selama dia menolong saudaranya.”[7]

Dalam hadits di atas begitu jelas tertuliskan kata مَنْ berupa isim mausul yang berarti siapa saja yang berkedudukan sebagai syarat, namun makna itu maksudnya adalah hanya untuk orang muslim. Kemudian disusul shilahnya kataنَفَّسَ yang berarti melepaskan, sedangkan  عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَاadalah kalimat penjelas dari kata نَفَّسَ  yang berarti melepaskan. Kamudian disusul lagi kalimat نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ  yang bekedudukan sebagai jawabnya kalimat sebelumnya. Hal itu sama dengan susunan kalimat setelahnya yaitu susunan kalimat ………وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُyang di tandai dengan penghubung yaitu وathof.

Maka Hadits di atas mengajarkan kita untuk peduli dengan sesama muslim yang dikatakan oleh Rasul ada 3 hal yang nantinya ketiga hal tersebut akan dibalas dengan kebaikan yang sama di akhirat. Ketiga hal tersebut adalah :

  1. Melepaskan kesusahan seorang mu’min

Melepaskan kesusahan orang lain mengandung makna yang sangat luas, tergantung kepada kesusahan yang sedang diderita oleh orang tersebut. Jika saudara-saudaranya termasuk orang miskin sedangkan ia berkecukupan, ia harus menolongnya dengan cara memberikan bantuan atau memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuannya. Jika saudaranya sakit ia berusaha menolongnya dengan cara membantu membawa ke dokter atau meringankan biayanya dan lain-lain. Semua itu akan dibalas oleh Allah berupa kebaikan baik di dunia atau di akhirat.[8]

  1. Memudahkan seseorang dari kesusahan

Orang muslim membantu meringankan kesusahan saudaranya yang seiman, beriman telah menolong hamba Allah yang disukai oleh-Nya, dan Allah swt., pun akan memberi pertolongan-Nya serta menyelamatkannya dari berbagai kesusahan, baik dunia maupun akhirat sebagaimana firman Allah SWT.

إِنْ تَنْصُرُوْا اللهَ يَنْصُرْكُمْ …. (مـحمد : 7)

Artinya : “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah pun akan menolong kamu semua…” (Q.S. Muhammad : 7)[9]

  1. Menutupi aib seorang muslim

Orang mukmin pun harus menutupi aib saudaranya, apalagi ia tahu bahwa orang yang bersangkutan tidak akan senang apabila rahasianya diketahui oleh orang lain. Namun, demikian juga aib tersebut berhubungan dengan kejahatan yang telah dilakukannya, ia tidak boleh menutupinya. Jika itu dilakukan berarti telah menolong orang lain dalam hal kejahatan, sehingga orang tersebut terhindar dari hukuman.[10] Maka menutupi aib orang lain berarti telah menolongnya dan ia akan ditolong pula oleh Allah baik di dunia maupun akhirat.

Dapat dipahami bahwa konsep saling menolong telah di ajarkan dalam Islam sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Namun tentunya kepedulian sosial tersebut harus dilandasi niat yang tulus semata-mata hanya untuk mengharap ridla Allah. Sehingga nantinya kasih sayang Allah akan datang kepada kita baik di dunia maupun akhirat sebagai bentuk balasan dari-Nya.

  1. B.     Konsep Pendidikan Kepedulian Sosial dalam Islam

Sosial dapat diartikan segala sesuatu yang berkaitan dengan masyarakat. Kepedulian sosial dapat diartikan peduli terhadap kepentingan umum. Kepedulian sosial ini merupakan salah satu bentuk proses social, dimana proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.[11] Sehingga diharapkan dalam sebuah masyarakat untuk saling peduli dan tanggap terhadap orang lain melalui rasa kepedulian sosial tersebut.

Fakta sosial menunjukan bahwa sebagian masyarakat ada yang dapat menikmati hidup dengan banyak kemudahan dan fasilitas yang serba nyaman. Akan tetapi, terdapat sekelompok masyarakat yang serba kekurangan dengan fasilitas yang serba minim selama menjalani kehidupan. Untuk itu Islam memerintahkan kepada orang yang lapang untuk membantu saudaranya yang ditimpa musibah atau kesusahan atau penderitaan.[12] Hingga dalam Islam mempunyai konsep sendiri terkait kepedulian sosial. Berikut adalah konsep pendidikan kepedulian sosial menurut Islam:

  1. Menuju ke jalan taqwa
  2. Mencapai kebijakan sempurna
  3. Menciptakan persatuan
  4. Mengarah kepada keharmonisan
  5. Pengaruh aqidah Islam dalam kepedulian sosial
  6. Hubungan aqidah Islam dengan kepedulian sosial

Konsep di atas tidak hanya sebagai hal teoritis saja, namun akan menjadi suatu landasan dalam melakukan suatu kepedulian sosial, sehingga implementasi menjadi sangat urgen sebagai bukti eksistensi konsep tersebut. Berikut adalah beberapa contoh hal yang dapat dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama :

  1. Menangguhkan, kalau bisa membebaskan utang seseorang. Sebagaimana firman Allah :

bÎ)ur šc%x. rèŒ ;ouŽô£ãã îotÏàoYsù 4’n<Î) ;ouŽy£÷tB 4 br&ur (#qè%£‰|Ás? ׎öyz óOà6©9 ( bÎ) óOçFZä. šcqßJn=÷ès? ÇËÑÉÈ

Artinya : “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (al Baqoroh : 280)

 

  1. Menyantuni anak yatim, fakir miskin atau janda. Sebagaimana firman Allah :

* (#r߉ç6ôã$#ur ©!$# Ÿwur (#qä.Ύô³è@ ¾ÏmÎ/ $\«ø‹x© ( Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $YZ»|¡ômÎ) “É‹Î/ur 4’n1öà)ø9$# 4’yJ»tGuŠø9$#ur ÈûüÅ3»|¡yJø9$#ur ……………….

Artinya : “sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin….” (an Nisa : 36)

  1. Membantu orang yang sedang tertimpa musibah. Karena orang yang sedang tertimpa musibah pasti memerlukan dukunan dari orang-orang disekitarnya.
  2. Memberi makan orang kelaparan. Ini juga merupakan salah satu cara kita meringankan beban sesama.[13]

Di atas adalah beberapa contoh perbuatan yang menggambarkan kepedulian kita terhadap sesama. Sebenarnya masih banyak lagi cara yang dianjurkan Islam untuk meringankan sesama. Islam menganjurkan menolong siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras, kelompok dan lain-lain, kerena spirit Islam adalah kemanusiaan universal. Pada intinya, sikap empati sosial atas penderitaan orang lain merupakan bagian dari bentuk solidaritas yang akan memupuk toleransi antar sesama.

  1. IV.   ANALISIS

Kedua hadits pokok di atas menerangkan tentang betapa pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama. Hingga Islam memberi apresiasi yang sangat baik terhadap orang yang mempunyai rasa empati dan kepedulian sosial tinggi. Wujud apresiasi itu adalah ganjaran kebaikan dari Allah baik di dunia atau akhirat. Karena pada dasarnya semua muslim adalah saudara, sehingga kita diwajibkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Berikut adalah firman Allah :

… وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَاَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ… (الـمائدة : 2)

Artinya : “… Janganlah kamu saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan…” (Q.S. Al-Maidah : 2)

Dari ayat di atas kita di suruh untuk saling menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan. Hal itu merupakan wukud dari kepedulian sosial. Namun perlu diketahui bahwa kepedulian sosial itu tidak hanya dilakukan dengan harta saja, namun bisa dilakukan dengan apapun yang kita punya. Seperti dalam salah satu hadits pokok di atas Nabi menyebutkan bahwa segala sendi dalam badan kita adalah sedekah. Hal itu juga dapat dimaknai bentuk keadilan dari Islam, yaitu tidak membedakan antara orang kaya dan miskin dalam berlomba kepada kebaikan.

Begitu pentingnya kepedulian sosial dalam Islam, hingga Islam juga mempunyai konsep tersendiri tentang kepedulian sosial. Konsep tersebut menurut Islam adalah sebagai bentuk ketaqwaan dengan saling mengasihi terhadap sesama dengan berdasarkan aqidah Islam. Disamping itu Islam juga menganggap sesama muslim juga sebagai satu bangunan yang tentunya wajib untuk saling membantu :

عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. (أخرجه البخارى)

Artinya : “Diriwayatkan dari Abi Musa ra. di berkata, “Rasulullah saw. pernah bersabda, ‘Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan. (HR. Bukhari)

Wlaupun begitu, Islam tetap menganjurkan menolong siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras, kelompok dan lain-lain, kerena spirit Islam adalah kemanusiaan universal. Pada intinya, sikap empati sosial atas penderitaan orang lain merupakan bagian dari bentuk solidaritas yang akan memupuk toleransi antar sesama.

 

 

 

 

 

 

 

  1. V.      KESIMPULAN

Dijelaskan bahwa Setiap sendi tubuh badan manusia adalah sedekah. Dicontohkan pula ketika kita melakukan keadilan diantara dua orang yang berselisih faham adalah sedekah, kita membantu orang yang menaiki kenderaan atau kemu mengangkat barang-barang untuknya kedalam kenderaan adalah sedekah, kita berkata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kita berjalan untuk menunaikan solat adalah sedekah dan lain sebagainya. Hal itu membuktikan bahwa sedekah sebagai wujud dari kepedulian sosial tidak harus dilakukan dengan harta atau materi, namun bisa dilakukan dengan apa saja. Prinsip itulah yang menandakan bahwa Islam tidak membeda-bedakan antara kaya dan miskin kaitanya untuk mendapat pahala.

Islam juga sangat mengapresiasi terhadap pemeluknya yang mempunyai kepedulian terhadap sesama. Bukti apresiasi itu adalah kebaikan Allah yang akan diberikan kepadanya baik di dunia ataupun di akhirat. Hal itu sesuai dengan sabda beliau “barang siapa yang melepaskan kesusahan seorang mu’min dari kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan kesusahanya di hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan orang dari kesusahan, maka Allah akan memudahkanya di dunia dan akhirat, dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Sungguh Allah akan menolong hamba-Nya selama dia menolong saudaranya.”

Itulah janji Islam terhadap orang yang mau menolong sesama. Bahkan karena begitu pentingnya kepedulian sosial, Islam mempunyai konsep tersendiri mengenai hal tersebut. Konsep tersebut menurut Islam adalah sebagai bentuk ketaqwaan dengan saling mengasihi terhadap sesama dengan berdasarkan aqidah Islam. Wlaupun begitu, Islam tetap menganjurkan menolong siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras, kelompok dan lain-lain, kerena spirit Islam adalah kemanusiaan universal. Pada intinya, sikap empati sosial atas penderitaan orang lain merupakan bagian dari bentuk solidaritas yang akan memupuk toleransi antar sesama.

  1. VI.   PENUTUP

Demikian makalah yang dapat kami buat, sebagai manusia biasa kita menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Al Heleli, Maghdi, Fait First, (Semarang : Pustaka Nuun, 2009).

Asmoro, Toto, Menuju Muslim Kaffah, (Jakarta : Gema Insani Press, 2000).

Husna, Khotimatul, 40 Hadits Pedoman Membangun Toleransi, (Yogyakarta : Pustaka Pesantren, 2006).

Ibnu Hajar AL Asqolani, Al Hafizd, Terjemah Bulughul Maram, Ter. Hamim Thohari Ibnu M. Dailimi, (Beirut : Dar al Kotob al Ilmiyah, 2002).

Muslim, Imam, Shahih Muslim, (Bandung : Multazam, 1974).

Mustofa Al Maraghi, Ahmad, Tafsir Maraghi, (Semarang : PT. Karya Toha Putra, 1993).

Rahman, M. Fauzi, Wanita yang Dirindukan Surga, ( Bandung : PT. Mizan Pustaka, 2010).

Soekanto, Soerjono, Sosiologi suatu pengantar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1982).

http://kulinerakal.blogspot.com/2011/07/hadits-hadits-kepeduliansosial.html26/05/2012

 

 


[1] Toto Asmoro, Menuju Muslim Kaffah, (Jakarta : Gema Insani Press, 2000), hlm. 44

[2] Imam Muslim, Shahih Muslim, (Bandung : Multazam, 1974), hlm. 404

[3] M. Fauzi Rahman, Wanita yang Dirindukan Surga, ( Bandung : PT. Mizan Pustaka, 2010), Cet.2, hlm. 121

[4] Maghdi Al Heleli, Fait First, (Semarang : Pustaka Nuun, 2009), Cet.1, hlm. 246

[5] M. Fauzi Rahman, Op. Cit, hlm. 123

[6] Al Hafizd Ibnu Hajar AL Asqolani, Terjemah Bulughul Maram, Ter. Hamim Thohari Ibnu M. Dailimi, (Beirut : Dar al Kotob al Ilmiyah, 2002), hlm.209

[9] Ahmad Mustofa Al Maraghi, Tafsir Maraghi, (Semarang : PT. Karya Toha Putra, 1993) hlm. 123

[11] Soerjono Soekanto, Sosiologi suatu pengantar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1982), hlm.16

[12] Khotimatul Husna, 40 Hadits Pedoman Membangun Toleransi, (Yogyakarta : Pustaka Pesantren, 2006), hlm.114

[13] Ibid, hlm. 116

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s