ENERGI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN SAINS

Standar

ENERGI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN SAINS

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Al-Qur’an dan IPTEK

Dosen Pengampu: Drs. H. Hamdani Mu’in, MA.g

Disusun oleh:

Asep Saepul Amri        (103111109)

Ircham Mashadi            (103111118)

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2012

ENERGI DALAM PANDANAGAN AL-QUR’AN DAN SAINS

  1. PENDAHULUAN

Energi adalah benda penting dalam menunjang hidup manusia, tanpa energi manusia akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidup, dengan kata lain, bahwa manusia hidup selalu akan membutuhkan energi, terlebih lagi hidup pada zaman modern sekarang ini, sebagian besar alat bantu yang digunakan manusia memerlukan energi.

Sejak awal mula adanya manusia dimuka bumi ini, manusia telah mengenal energi, energi yang dikenal pada  awal sejarah kehidupan manusia adalah energi nonteknis, yaitu energi yang merasal dari hewan seperti sapi dan kuda yang digunakan sebagai alat angkut dan mesin pemutar giling dan pemutar kincir air yang sampai saat ini juga masih digunakan di beberapa negara di timur tengah termasuk di India dan Pakistan.

Manusia memanfaatkan berbagai macam bentuk energi. Jenis energi yang dimanfaatkan antara lain adalah energi panas, energi listrik, dan energi angin. Energi dimanfaatkan manusia mulai untuk kepentingan seharihari seperti memasak, mencuci, penerangan, seterika, sampai kepentingan rekreasi seperti berselancar, bermain layang layang,dan terjun parasit.

  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Apa Pengertian dan Macam-macam Energi ?
    2. Bagaimana Pandangan Al-Qur’an dan Sains Mengenai Energi ?
  1. PEMBAHASAN
    1. Pengertian Energi

Energi adalah daya kerja atau tenaga, energi berasal dari bahasa Yunani yaitu energia yang merupakan kemampuan untuk melakukan usaha. Energi merupakan besaran yang kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Adapun macam-macam energi antara lain:[1]

  1. Energi Mekanik, Setiap benda mempunyai berat, maka baik dalam keadaan diam atau bergerak setiap benda memiliki energi.
  2. Energi Panas, energi ini juga sering disebut sebagai kalor, pemberian panas kepada suatu benda dapat menyebabkan kenaikan suhu benda itu ataupun bahkan terkadang dapat menyebabkan perubahan bentuk, perubahan ukuran, atau perubahan volume benda itu.
  3. Energi Magnetik, energi ini dapat dipahami dengan mengamati gejala yang timbul ketika dua batang magnet yang kutub-kutubnya saling didekatkan satu dengan yang lain.
  4. Energi Listrik, energi ini ditimbulkan atau dibangkitkan melalui bermacam-macam cara. Kegunaan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang dapat dirasakan, terutama dikehidupan kota-kota besar, bahkan sebagai penerangan yang sekarang sudah digunakan sampai jauh ke pelosok pedesaan.
  5. Energi Kimia, energi kima adalah energi yang diperoleh melalui suatu proses kimia. Energi yang dimiliki manusia dapat diperoleh dari makanan yang dimakan melalui proses kimia.
  6. Energi Bunyi, bunyi dapat juga diartikan getaran sehingga energi bunyi berarti juga getaran.
  7. Energi Cahaya atau cahaya energi terutama cahaya matahari banyak diperlukan terutama oleh tumbuhan yang berhijau daun
  8. Energi Gelombang, energi ini dimanfaatkan di dunia pariwisata untuk berselancar tetapi harus dipilih karakteristik gelombang besar yang tidak mudah pecah misalnya Hawai, Tasmania, Bali, Nias serta Batu Karas.
  9. Energi Nuklir, adalah salah satu energi alternatif penghasil panas dalam sebuah reaktor yang menghasilkan tenaga listrik jutaan Volt.
  10.  Energi Nabati, energi yang berasal dari makhluk hidup atau tanaman ini sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu namun baru sekarang di buat dengan teknologi misalnya minyak jarak untuk pengganti solar, atau minyak sawit sebagai campuran solar.
  1. Pandangan Al-Qur’an dan Sains Mengenai Energi
  2. QS. Yunus ayat 5

uqèd “Ï%©!$# Ÿ@yèy_ š[ôJ¤±9$# [ä!$u‹ÅÊ tyJs)ø9$#ur #Y‘qçR ¼çnu‘£‰s%ur tAΗ$oYtB (#qßJn=÷ètFÏ9 yŠy‰tã tûüÏZÅb¡9$# z>$|¡Åsø9$#ur 4 $tB t,n=y{ ª!$# šÏ9ºsŒ žwÎ) Èd,ysø9$$Î/ 4 ã@Å_ÁxÿムÏM»tƒFy$# 5Qöqs)Ï9 tbqßJn=ôètƒ ÇÎÈ

Artinya:

” Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui” (QS. Yunus: 5)

Allah memberi tahu tentang apa yang diciptakan yang menjadi tanda tanda kekuasaannya dan kesempurnaan kudratnya, dan dia menjadikan sinar matahari sebagai penerang diwaktu siang dan cahaya bulan bagi penerang diwaktu malam. Juga telah ditetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga pada awal bulan ia tampak kecil berbentuk sabit kemudian membesar. Lalu kembali  mengecil  sampai mencapai manzilah terakhirnya dan kembali kepada keadaan semula pada permulaan bulan.[2]

Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt. yang menciptakan langit dan bumi dan yang bersemayam di atas `Arasy-Nya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Matahari dengan sinarnya adalah sebagai dasar hidup dan kehidupan, sumber panas dan tenaga yang dapat menggerakkan makhluk-makhluk Allah yang diciptakan-Nya. Dengan cahaya bulan dapatlah manusia berjalan dalam kegelapan malam dan bersenang-senang melepaskan lelah di malam hari. Ayat ini membedakan antara yang dipancarkan matahari dan yang dipantulkan oleh bulan, yang dipancarkan oleh matahari disebut diya (sinar), sedang yang dipantulkan oleh bulan disebut nur (cahaya).[3]

Matahari adalah sebuah planet yang mengandung pembakaran api yang sangat dahsyat, yang mengeluarkan sebagian sinarnya memantul kepermukaan bulan, karenanya ia bersinar dan terang pada malam hari. Tumbuh-tumbuhan mengambil kekuatan (energi) yang berasal dari matahari, lalu menusia memanfaatkan kekuatan yang tersimpan didalam tumbuhan, pohon serta tanaman-tanaman lainnya untuk tujuan sebagai penghangat dan untuk memasak yaitu dengan cara membakarnya, oleh karena itu, matahari adalah sumber kekuatan (energi) dimuka bumi ini.[4]

Allah menjadikan matahari untuk kita dan memudahkannya untuk terus bergerak, pada pagi hari ia mengirimkan sinarnya untuk kita yang membawa panas dan cahaya, mengandung sebab-sebab yang dibutuhkan dalam kehidupan, kemudian pada sore hari ia terbit dibagian dunia lain. Begitulah seterusnya, ia kembali, siang dan malam, terbit dan tenggelam.[5]

Dalam permukaan matahari terdapat sumber energi yang dapat dibakar sehingga energinya dapat dikirim ke bumi. Energi matahari dikirim ke bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetis yang sampai dibumi dalam bentuk panas.[6]

  1. QS. Al-Thariq ayat 1-4

Ïä!$uK¡¡9$#ur É-͑$©Ü9$#ur ÇÊÈ !$tBur y71u‘÷Šr& $tB ä-͑$©Ü9$# ÇËÈ ãNôf¨Y9$# Ü=Ï%$¨W9$# ÇÌÈ bÎ) ‘@ä. <§øÿtR $®R°Q $pköŽn=tæ ÔáÏù%tn ÇÍÈ

Artinya:

  1. 1.      Demi langit dan yang datang pada malam hari,
  2. 2.      Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
  3. 3.      (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,
  4. 4.      Tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya

(QS. Al-Thariq: 1-4)

Pada awal surat Allah bersumpah memakai nama langit dan bintang yang cahayanya menembus kegelapan malam, ia bersumpah bahwa jiwa-jiwa manusia tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa ada yang memeliharanya, tetapi jiwa-jiwa tersebut telah ada yang menjaga, dan menghitung apa yang dilakukan olehnya, Ia adalah Allah.[7]

Bintang adalah bola gas yang bercahaya yang luar biasa terang, gas tersebut yang terdiri dari hidrogen tidaklah menyala seperti nyala api. Bintang adalah benda raksasa yang mempunyai kekuatan grafitasi sangat besar yang bersifat menarik ke bagian pusat. Desakan tekanan dibagian pusat bintang sangat kuat sehingga partikel-partikel hidrogen saling bertabrakan dan  membentuk suatu unsur baru yaitu helium. Pada proses yang disebut juga reaksi fusi nuklis (penggabungan inti), sejumlah besar energi dilepaskan. Energi inilah yang menyebabkan bintang bersinar, kadang-kadang hingga milyaran tahun lamanya. Di langit malam bintang-bintang terlihat seperti titik cahaya yang diam tak berunbah, padahal sebenarnya tidak demikian. Bintang-bintang baru terbentuk setiap waktu. Bintang-bintang tersebut terlahir di dalam awan-awan gas dingin dan debu yang gelap dan luas.[8]

Bintang merupakan oven raksasa penampung atom semesta yang memproses serangkaian reaksi nuklir, yang disebut dengan proses fusi nuklir yang menghasilkan segala unsur yang dibutuhkan oleh bumi dan langit dunia. Disamping daya gravitasi yang mengikat bintang-bintang di langit antara satu sama lain secara kuat, disana terdapat sejumlah daya lain yang mengikat suatu meteri yang ada dalam bumi, juga yang ada didalam  setiap benda yang ada di angkasa, dan dilembaran langit dunia (hingga tidak terjatuh dan tidak berbenturan antara satu sama lain). Diantara daya pengikat yang kita kenal adalah daya nulkir yang sangat kuat, daya nuklir lemah, dan daya listrik atau magnetik (elektromagnetik). Daya-daya inilah yang mengikat dan mencengkram materi dan energi yang ada dalam bagian semesta yang kita ketahui.

Mengingat begitu besarnya massa bintang-bintang, maka dengan daya tariknya merekapun menguasai planet, planetoid, satelit, komet dan segala bentuk materi yang ada dalam orbit bintang-bintang tersebut.[9]

Matahari merupakan salah satu bintang di antara milyaran bintang yang terdapat di sistem galaksi bima sakti ini. taukah kita? Bahwasanya bintang yang tidak begitu istimewa di galaksi kita ini pun memiliki segudang misteri yang belum terpecahkan. Terutama kedasyatan akan energi yang tersimpan di dalamnya. Bintang yang diprediksi telah ada sejak milyaran tahun lalu (menurut perhitungan jumlah bahan bakar hidrogennya) mempunyai energi yang luar biasa. Bukan sekedar milyaran foton-foton cahaya yang di pencarkan per detiknya, melainkan juga gelombang energi yang di pancarkan menyertainya.[10]

  1. QS. Al-Rum Ayat 48

ª!$# “Ï%©!$# ã@řöãƒ yx»tƒÌh9$# 玍ÏWçGsù $\/$ysy™ ¼çmäÜÝ¡ö6u‹sù ’Îû Ïä!$yJ¡¡9$# y#ø‹x. âä!$t±o„ ¼ã&é#yèøgs†ur $Zÿ|¡Ï. “uŽtIsù s-øŠsqø9$# ßlãøƒs† ô`ÏB ¾ÏmÎ=»n=Åz ( !#sŒÎ*sù z>$|¹r& ¾ÏmÎ/ `tB âä!$t±o„ ô`ÏB ÿ¾Ínϊ$t7Ïã #sŒÎ) ö/ãf tbrçŽÅ³ö;tGó¡o„ ÇÍÑÈ

Artinya:

” Allah, dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, Maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira”

(Q.S Al-Rum: 48)

 

Allah-lah yang mengirim angin, lalu angin itu dapat menimbulkan awan, dan menyebar serta mengumpulkannya dan salah satu arah di langit, terkadang awan itu berjalan, dan terkadang berhenti dan terkadan bergumpal-gumpal, maka kamu dapat melihat air hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu menimpa hamba-hambanya, maka mereka bersuka ria, karena hujan sangat mereka perlukan.[11]

Pada ayat sebelumnya dijelaskan:

ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä br& Ÿ@řöãƒ yy$tƒÌh9$# ;NºuŽÅe³t6ãB /ä3s)ƒÉ‹ã‹Ï9ur `ÏiB ¾ÏmÏFuH÷q§‘ y“̍ôftGÏ9ur à7ù=àÿø9$# ¾Ín̍øBr’Î/ (#qäótGö;tGÏ9ur `ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù ö/ä3¯=yès9ur tbrãä3ô±n@ ÇÍÏÈ

 

 

Artinya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya mudah-mudahn kamu bersyukur”.(Q.S Al-Rum: 46)

 

Ayat-ayat diatas menunjukkan bagaimana fungsi angin dapat menjalankan kapal (perahu). Andaikan tidak ada angin, maka kapal hanya dapat berjalan bila diberi tenaga oleh manusia dengan didayung. Tenaga untuk berdayung berasal dari energi internal manusia karena makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuh manusia. Namun karena adanya angin dan perahu telah diberi layar, maka perahu dapat berjalan dengan mudahnya. Selain itu, berkat adanya angin yang merupakan rahmat dari Allah, manusi dan akalnya dapat menciptakan peralatan yang digerakkan dengan angin, seperti kincir angin yang dapat digunakan untuk menggiling padi ayau gandum dan lain sebagainya.[12]

Daun nyiur melambai-lambai, Layar perahu nelayan terkembang Selancar air dimainkan, Semua terjadi karena ada energi angin, energi angin sangat berguna dalam kehidupan Perahu layar yang tidak bermesin maka akan mengandalkan energi, angin Perahu bergerak jauh ke tengah laut untuk menggerakkan perahu layar yang digunakan nelayan untuk mencari ikan.[13]

  1. KESIMPULAN

Energi adalah daya kerja atau tenaga, energi berasal dari bahasa Yunani yaitu energi yang merupakan kemampuan untuk melakukan usaha. Energi merupakan besaran yang kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Adapun macam-macam energi antara lain: energi mekanik, energi panas, energi magnetik, energi listrik, energi kimia,energi bunyi, energi cahaya.

  1. PENUTUP

Demikian makalah yang dapat kami buat. Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khususnya. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

An-Najjar, Zaghlul, Sains Dalam Hadits, Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2011

Arya, Wardhan Wisnu, Al-Qur’an dan Energi Nuklir, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jakarta: Departemen Agama RI, 2009

Graham, Ian, Intisari Ilmu Ruang Angkasa, Jakarta: Erlangga, 2005

Kadir, Abdul, Energi, Salemba: Universitas Indonesia, 1982

Khalid, Allam Ahmad, Al-Qur’an Dalam Keseimbangan Alam dan kehidupan, Jakarta: Gemah Insani Press, 2005

Katsir, Ibnu, Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir, Surabaya: P.T Bima Ilmu Offsel, 1988

Musthafa, Al-Maraghi Ahnmad, Tafsir Al-Maraghi, Semarang: Karya Toha Putra, 1993

Utaya, Sugeng, Pendidikan Lingkungan Hidup, Malang: Gema Insani Press, 2009

 


[1] Wisnu Arya Wardhan, Al-qur’an dan Energi Nuklir, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm. 93

[2] Ibnu Katsir, Terjemah singkat Tafsir Ibnu Katsir, (Surabaya: P.T Bima Ilmu Offsel, 1988), hlm. 180

[3] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, (Jakarta: Departemen Agama RI, 2009), hlm. 326

[4] Ahmad Khalid Allam, Al-Qur’an Dalam Keseimbangan Alam dan kehidupan, (Jakarta: Gemah Insani Press, 2005), hlm. 46-47

[5] Ahmad Khalid Allam, Al-Qur’an Dalam Keseimbangan Alam dan kehidupan, hlm. 258

[6] Wisnu Arya Wardhan, Al-qur’an dan Energi Nuklir, hlm. 102

[7] Ahnmad Musthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, (Semarang: Karya Toha Putra, 1993), hlm. 194

[8] Ian Graham, Intisari Ilmu Ruang Angkasa, (Jakarta: Erlangga, 2005), hlm. 36

[9] Zaghlul An-Najjar, Sains Dalam Hadits, (Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2011), hlm. 4

[10] Abdul Kadir, Energi, (Salemba: Universitas Indonesia, 1982), hlm 68

[11] Ahnmad Musthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, (Semarang: Karya Toha Putra, 1992), hlm. 113

[12] Wisnu Arya Wardhan, Al-qur’an dan Energi Nuklir, hlm. 98

[13] Sugeng Utaya, Pendidikan Lingkungan Hidup, (Malang: Gema Insani Press, 2009), hlm. 64

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s